Yaser Asprilla, Bintang Muda Kolombia Mengklaim Lebih Baik dari James Rodriguez

"Apakah dia punya hubungan keluarga dengan Faustino Asprilla? Ini profilnya."

Biografi | 04 February 2022, 21:00
Yaser Asprilla, Bintang Muda Kolombia Mengklaim Lebih Baik dari James Rodriguez

Libero.id - Selain Brasil dan Argentina, Kolombia juga dikenal sebagai pabrik pesepakbola jempolan. Setelah Luis Diaz jadi rebutan klub-klub besar dan pada akhirnya berlabuh ke Liverpool, dalam waktu yang tidak terlalu lama Eropa akan menikmati penampilan Yaser Asprilla.

Penyerang berusia 18 tahun itu berasal dari klub junior yang sama dengan James Rodriguez, Envigado. Bulan lalu, dia telah menyelesaikan kepindahan ke Inggris setelah dikontrak Watford. Dan, dengan talenta dimiliki plus usia masih sangat muda, masa depan sepakbola Kolombia tampaknya sangat cerah. 

Watford tentu percaya  memiliki permata ini. Klub Liga Premier itu menyetujui harga sekitar 2,5 juta pounds (Rp48 miliar) untuk Asprilla pada Agustus 2021 setelah memainkan kurang dari 10 pertandingan senior di Primera Categoria A untuk Envigado. Hingga pergi ke Watford pada Januari 2022, dia mencetak lima gol dalam 20 laga saat timnya finish kesembilan di musim 2021.

"Cara saya pergi, dengan rendah hati, saya pikir saya akan lebih baik dari dia (James). Saya percaya pada karakter dan bakat saya. Saya tahu ini akan menjadi pengalaman yang luar biasa dalam karier terindah bermain sepakbola," kata Asprilla saat mengumumkan pindah ke Eropa, dilansir Goal UK.

Sama seperti James, Asprilla juga produk Envigado. Itu sebuah klub kecil yang terletak di pinggiran Medellin. Envigado jarang terlibat dalam perjuangan meraih trofi di Kolombia. Keistimewaan mereka adalah mampu mempersiapkan generasi baru yang berbakat.

Asprilla hanyalah lulusan terbaru dari akademi mereka. Selain James, dalam beberapa tahun terakhir klub itu telah menghasilkan bintang-bintang seperti Juan Fernando Quintero, Giovanni Moreno, Mateus Uribe, hingga Fredy Guarin.

Lahir di Bajo Baudo di pantai Pasifik Kolombia, Asprilla baru berusia 11 tahun ketika pindah ke Envigado, dan segera menonjol dengan kaki kirinya yang mematikan. Anak muda ini merasa paling nyaman mengarahkan permainan dari lini tengah yang lebih maju. Dia juga bisa tampil melebar di kedua sayap.

Mengingat kemahirannya di sekitar gawang dan perawakan fisik yang mengesankan, Asprilla cocok bermain tidak jauh dari penyerang tengah untuk menciptakan kekacauan di dalam dan di sekitar area penalti.

"Yaser adalah pemain spesial. Kami sudah lama tidak melihat pemain dengan gaya seperti Faustino Asprilla (pemain legendaris Kolombia yang mendunia pada 1990-an), karena sekarang mereka lebih atletis dan kurang terampil," Alberto Suarez, yang melatih Asprilla di tim junior klub.

"Dia adalah tipikal pemain lama yang tahu cara bermain dengan tubuhnya. Melawan Honduras, dia membuat kami senang dan bangga karena dia menunjukkan apa yang selalu dia lakukan di Envigado. Yaser akan memiliki sepakbola dalam dirinya untuk waktu yang lama," tambah Suarez.

"Apa yang membuatnya istimewa? Dia bermain sambil berpikir. Dia tidak hanya bermain dengan kakinya, melainkan juga dengan tubuhnya," ucap Suarez.

"Ketika saya berbicara dengan pelatih (timnas) Kolombia (Reinaldo Rueda), dia bertanya kepada saya tentang kondisi fisik dan berat badannya. Dia kurus. Tapi, anda jangan mencoba dan menendangnya karena dia tahu bagaimana menggunakan tubuhnya. Jadi, untuk menghentikannya, anda harus mendorongnya, dan itu pelanggaran," ungkap Suarez.

Masih belum diketahui apakah sudah memenuhi syarat untuk memiliki izin kerja di Inggris atau tidak. Pasalnya, syarat bermain di Liga Premier sangat berat. Tapi, sambil menunggu semuanya beres, tampaknya Watford akan memainkan Asprilla di tim junior terlebih dulu. 

Sebenarnya, sempat muncul skenario untuk meminjamkan sang pemain ke klub lain di luar Inggris. Tapi, dengan hari batas waktu transfer di Eropa yang telah berakhir, dia tetap menjadi bagian dari skuad Watford. Jadi, akan menarik untuk melihat dengan tepat di mana dia mendarat setelah bermain untuk Kolombia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Amerika Selatan.

"Saya pikir dia pemain bagus. Dia seharusnya tidak hanya memikirkan saya, melainkan harus lebih baik dari saya. Saya harap dia bisa menyalip kita semua karena itu bagus untuk sepakbola dan Kolombia" kata Asprilla senior kepada Blog Deportivo ketika ditanya tentang Asprilla yang muda. 

Baik Yaser maupun Tino memiliki nama sama. Tapi, apakah mereka bersaudara? Tampaknya tidak sebagai keluarga dekat. "Jika dia bermain bagus, dia pasti kerabat saya. Jika dia bermain buruk, dia tidak!" pungkas legenda Parma dan Newcastle United itu.

(diaz alvioriki/anda)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan


Daun Media Network