Bertahan di Zenit dan Tidak Kecam Rusia, Ukraina Hukum Anatoliy Tymoshchuk

"Pepatah mengatakan: akibat nila setitik, rusak susu sebelanga."

Biografi | 10 March 2022, 16:16
Bertahan di Zenit dan Tidak Kecam Rusia, Ukraina Hukum Anatoliy Tymoshchuk

Libero.id - Dalam kondisi sensitif seperti perang di Ukraina, postingan di media sosial bisa berdampak buruk. Contohnya, Anatoliy Tymoshchuk. Akibat tidak mengecam invasi Rusia, mantan gelandang bertahan itu dianggap berkhianat dan terancam hukuman. Apalagi, dia masih bertahan sebagai asisten pelatih Zenit Saint Petersburg.

Pada masa kejayaan, Tymoshchuk adalah pemain yang berpengaruh di sektor pertahanan Ukraina. Berkolaborasi dengan Andriy Shevchenko, mantan pemain Bayern Muenchen itu memberikan banyak aksi membanggakan. 

Bahkan, menurut sebuah polling online, Tymoshchuk mengalahkan Shevchenko sebagai pemain terbaik Ukraina. Itu karena dia telah bermain untuk Ukraina lebih banyak dari siapa pun. Dia memiliki 144 caps. Itu berarti  33 kali lebih banyak dari Shevchenko. Tymoshchuk juga menjadi kapten selama empat tahun.

Namun, pria yang kini berusia 42 tahun tersebut akan segera kehilangan status legenda di negaranya sendiri. Itu akibat konflik Ukraina dengan Rusia. 

Fakta menunjukkan, Tymoshchuk saat ini bekerja untuk klub raksasa Rusia, Zenit, sebagai asisten pelatih. Ketika orang-orang asal Ukraina lain di klub maupun di Liga Premier Rusia memilih pergi sebagai bentuk protes terhadap Presiden Vladimir Putin, Tymoshchuk tidak mau bergeming.

Tymoshchuk semakin membuat marah banyak orang  karena tidak pernah mengecam invasi Rusia secara terbuka. Dia hanya memposting pesan perdamaian layaknya bukan orang Ukraina. 

Mengetahui masalah itu, Asosiasi Sepakbola Ukraina (UAF) mengelar sidang dan memutuskan Tymoshchuk telah melanggar Kode Etik serta Peraturan Fair Play. UAF juga menyebut Tymoshchuk merusak citra sepakbola Ukraina. Dengan sikapnya itu, Tymoshchuk dianggap  telah melucuti semua penghargaan yang didapatkan di Ukraina.

"Sejak awal agresi militer Rusia terhadap Ukraina, Anatoliy Tymoshchuk, mantan kapten tim nasional Ukraina, tidak pernah membuat pernyataan publik (yang keras) terkait hal ini. Dia juga tidak menghentikan kerja sama dengan klubnya di Rusia," bunyi pernyataan resmi UAF, dikutip The Sun.

"Pada saat mantan klubnya, Bayern Muenchen, menerbitkan pernyataan dan mengadakan aksi unjuk rasa untuk mendukung Ukraina, Tymoschuk terus diam dan bekerja untuk klub agresor. Dia melanggar Klausul 1.4. Bagian 1 Seni. 4 Kode Etik dan Fair Play UAF," lanjut pernyataan tersebut.

Mantan bintang Shakhtar Donetsk itu pernah memenangkan tiga gelar Liga Premier Ukraina, tiga Piala Ukraina dan Piala Super Ukraina. Semuanya saat bermain pada 1998-2007.

Selain dilucuti gelarnya, UAF  juga mencopot 144 caps milik Tymoshchuk. Mereka juga meminta gelar kehormatan dan penghargaan negara yang telah diberikan kepada Tymoshchuk agar dicabut. Lisensi kepelatihan UEFA Pro milik Tymoshchuk juga diperoleh di Ukraina. Jadi, UAF ingin mencabutnya agar Tymoshchuk tidak bisa bekerja untuk Zenit lagi.

"Saya tidak tahu tentang Tymoshchuk, anda harus bertanya padanya. Sulit untuk berkomentar, tapi aneh (mengapa dia tidak tahu). Saya pikir itu tidak benar," kritik bintang Ukraina yang bermain di Atalanta Bergamo, Ruslan Malinovskyi, kepada Tymoshchuk.

"Ini 100% kasus bahwa dia tidak lagi (atau tidak akan pernah) menjadi legenda sepakbola Ukraina. Prestasi yang dia dapat sebelumnya (bersama Ukraina) telah dilupakan. Tidak hanya dilupakan. Benar-benar harus dihapus," tambah Malinovskyi dengan nada kemarahan.

(mochamad rahmatul haq/anda)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan




Daun Media Network