Analisis Mengapa Man United Pilih Erik ten Hag Dibanding Pochettino

"Beberapa faktor yang menjadi keunggulan."

Analisis | 24 April 2022, 06:13
Analisis Mengapa Man United Pilih Erik ten Hag Dibanding Pochettino

Libero.id - Manchester United telah resmi mengangkat pelatih asal Belanda, Erik ten Hag, Kamis (21/4/2022), sebagai pelatih di Old Trafford. Dia dianggap tepat dibandingkan Mauricio Pochettino.

Setan Merah telah dikaitkan dengan beberapa pelatih untuk mengambil alih klub. Setidaknya ada empat kandidat yang dirumorkan untuk menggantikan pelatih sementara, Ralf Rangnick.

Mereka adalah bos Sevilla Julen Lopetegui dan pelatih tim nasional Spanyol, Luis Enrique, Pelatih Chelsea Thomas Tuchel, hingga Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti masuk dalam daftar.

Namun, semuanya dianggap tidak pernah sebagai opsi konkret karena berbagai kendala. Hingga akhirnya, muncul dua nama pilihan pelatih untuk Manchester United, yaitu Mauricio Pochettino dan Erik ten Hag.

Pada kenyataannya, Ten Hag kini menjadi pelatih Man United musim depan. Pelatih Ajax itu akan mengambil alih pemerintahan klub di musim panas ini setelah membuktikan dirinya sebagai kandidat 'luar biasa' untuk salah satu pekerjaan terberat di sepakbola.

Meski dia belum pernah menjadi pelatih di Liga Premier, tapi Ten Hag telah mengubah Ajax selama beberapa tahun terakhir. Dalam proses pemilihannya, Ten Hag hanya butuh satu putaran wawancara formal untuk meyakinkan pihak klub.

Saat wawancara dia membuat John Murtough dan Darren Fletcher terkesan dengan rencananya untuk menempatkan Man United kembali ke puncak permainan. Sementara Pochettino yang sempat menjadi kandidat terkuat seketika digeser ke posisi kedua.

Pada awal April 2022, beberapa kandidat telah dibulatkan menjadi satu, dengan hierarki Man United telah menetapkan Ten Hag sebagai pelatih kepala Man United pada Kamis (21/4/2022).

Dapat dipahami bahwa pria berusia 52 tahun itu membuat kesan yang cukup baik ketika Murtough dan Fletcher terbang ke Amsterdam untuk melakukan wawancara resmi.

Keduanya dikejutkan oleh semangat, energi, dan antusiasmenya untuk tantangan besar yang membuat Man United bersaing untuk mendapatkan penghargaan utama kembali. Pendekatannya yang tanpa basa-basi terhadap manajemen juga terlihat jelas saat dia menunjukkan departemen dan area lain di dalam klub yang perlu ditingkatkan.

Sementara pekan ini telah dikonfirmasi bahwa dua kepala sistem pemandu bakat Man United, Marcel Bout dan Jim Lawlor, akan meninggalkan klub pada akhir musim setelah masing-masing telah mengabdi selama 8 dan 16 tahun.

Pilihan para pemain sebenarnya lebih mengarah kepada Pochettino, dengan beberapa pemain senior percaya bahwa mereka akan berkembang di bawah bimbingan mantan pelatih Spurs itu.

Namun, sumber mengatakan Ten Hag adalah "pilihan bulat" dengan dewan setelah proses wawancara dan terlepas dari apa yang dipikirkan beberapa pemain. Mereka percaya dia memiliki kemampuan dan visi yang dibutuhkan untuk tahap pembangunan kembali klub di musim depan.

Richard Arnold, kepala eksekutif klub yang baru, bertemu dengan Ten Hag setelah wawancara resminya untuk memberikan stempel persetujuannya.

Sementara Rangnick menegaskan bahwa dia bukan bagian dari proses pengambilan keputusan. Pelatih asal Jerman itu dimintai pendapatnya dalam pertemuan perekrutan yang dia lakukan.

Sumber klub mengatakan Ten Hag adalah kandidat yang "paling selaras dengan identitas dan strategi klub" dan komitmennya untuk meningkatkan dan mengembangkan pemain muda juga dianggap sebagai nilai tambah utama.

Gaya bermain menyerangnya juga menarik

Pelatih asal Belanda itu telah berbicara secara terbuka tentang kekagumannya pada Pep Guardiola. Dia mengakui bahwa pelatih Manchester City itu telah mempengaruhi filosofi sepakbolanya. 

Sementara sumber membantah klaim bahwa faktor keuangan berperan dalam penunjukan Ten Hag. Itu menarik bagi Man United bahwa mereka hanya perlu membayar biaya kompensasi 1,6 juta pounds (Rp 29 miliar) kepada Ajax, mengingat Pochettino akan jauh lebih mahal untuk direkrut.

Sementara itu, waktu penunjukan menjadi kunci bagi mereka yang terlibat dalam proses perekrutan, dengan sumber mengungkapkan bahwa Man United bertekad untuk mencapai kesepakatan dengan pelatih baru mereka sebelum akhir musim.

Seorang gelandang tengah, striker, dan bek ada dalam daftar belanja. Ten Hag akan dapat membuat keputusan tentang target untuk pilihannya nanti.

Namun, ini adalah janji yang bisa membawa beberapa risiko, terlepas dari semua keributan dan kegembiraan seputar kedatangan Ten Hag yang akan segera terjadi. Pasalnya, dia belum pernah bekerja di Liga Premier, tidak seperti Pochettino yang sempat menjadi pelatih Spurs.

Sumber klub percaya bahwa atribut lainnya cukup kuat untuk memastikan bahwa kurangnya pengalamannya di Inggris tidak akan menjadi masalah.

“Dalam percakapan kami dengan Erik menjelang penunjukan ini, kami sangat terkesan dengan visi jangka panjangnya untuk mengembalikan Manchester United ke level yang kami inginkan untuk bersaing, dan dorongan serta tekadnya untuk mencapai itu,” pungkas Murtough.

Tapi, bagaimanapun, hanya waktu yang akan membuktikan apakah dia mampu membangun ulang skuad United untuk kembali menemukan performa terbaik mereka.

(atmaja wijaya/yul)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0% Suka
  • 0% Lucu
  • 0% Sedih
  • 0% Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan


Daun Media Network