Selamat Ulang Tahun!

Haruskah Arsenal Mengontrak Orkun Kokcu? Ini Analisisnya

"Cocok di Roma atau Arsenal?"

Analisis | 27 May 2022, 21:59
Haruskah Arsenal Mengontrak Orkun Kokcu? Ini Analisisnya

Libero.id - Jelang transfer musim panas dibuka, beberapa klub-klub hebat di Eropa mulai merancang terget perekrutannya demi memperkuat timnya musim depan. Tak terkecuali Arsenal, The Gunners tidak mau ketinggalan dalam bursa transfer meski gagal finis 4 besar Liga Premier.

Arsenal telah dikabarkan memasang target untuk mendapatkan salah satu pemain Feyenoord, Orkun Kokcu.

Pemain berusia 21 tahun itu telah muncul sebagai target potensial The Gunners, dan dirinya telah memainkan peran kunci dalam perjalanan tim Belanda ke final Liga Konferensi Eropa.

Dalam waktu kurang dari empat tahun, Kokcu telah berubah dari lulusan akademi Feyenoord menjadi salah satu pemain terbaik Eredivisie. Perjalanan Kokcu ke puncak permainan di Belanda menjadi bukti dirinya menjadi pahlawan di Rotterdam, meski sempat diremehkan di tim muda Groningen.

10 Foto Selebrasi Gelar Perdana Eropa bagi AS Roma

10 Foto Selebrasi Gelar Perdana Eropa bagi AS Roma

Pemain berusia 21 tahun itu telah membuat penampilan terakhirnya untuk tim Belanda saat kalah dari AS Roma di final Liga Konferensi Eropa.

Namun, bukan hanya Arsenal, tim yang mengalahkan mereka di final, AS Roma, juga mengincar kepindahan Kokcu. Beberapa laporan mengklaim bahwa pemain timnas Turki itu telah setuju untuk bergabung dengan I Giallorossi.

Tapi, bagaimanapun, Arsenal tidak mau berputus asa begitu saja. The Gunners telah memantaunya dalam waktu yang cukup lama. Bahkan, rumor untuk mendatangkannya sejak bertahun-tahun telah tersebar di London utara.

Pada 2020, Jaap Stam selaku mantan pelatih Feyenoord berpendapat bahwa gelandang ini memiliki kualitas untuk bersinar di Liga Premier.

“Dia perlu menyesuaikan karena langkah ke Arsenal dan Liga Premier benar-benar berbeda ketika Anda membandingkannya dengan Belanda,” kata mantan legenda Manchester United itu dilansir GOAL.

“Kecepatan permainan, kualitas, intensitasnya jauh lebih tinggi. Tapi, dia punya kemampuan. Dia adalah pemain yang memiliki kepribadian yang ingin berkembang, dan dia selalu ingin melakukan yang lebih baik. Dia tidak pernah senang dengan dirinya sendiri, dia kecewa jika dia tidak mencetak gol, atau umpannya tidak cukup bagus,” tambahnya.

Ini mungkin perjalanan yang panjang dan sulit bagi Kokcu untuk mencapai level ini. Tapi, pemain asli Haarlem ini memiliki bakat untuk menemukan ruang di pertahanan yang paling ketat, bahkan ketika di bawah tekanan langsung.

Sentuhan halus dan gerakannya yang cepat memungkinkan dia untuk menghindari pemain bertahan dan mengukir peluang dengan umpannya yang luar biasa.

Sebagai pemain Feyenoord yang paling kreatif, Kokcu memenangkan bola, mengontrol dengan baik, membuka peluang saat dia melaju ke depan dengan kepala menghadap ke atas untuk memindai rekan setimnya.

Dia menyelesaikan Eredivisie musim 2021/2022 dengan tujuh gol dan sembilan assist dalam 32 pertandingan, dan dirinya juga menonjol dalam kampanye Liga Konferensi Eropa yang luar biasa bersama Feyenoord.

Hanya sedikit yang berpendapat bahwa dia belum siap untuk pindah dari Feyenoord, meskipun baru berusia 21 tahun. Dan, mengingat kebutuhan Arsenal di lini tengah, dia mungkin menjadi solusi untuk tim asuhan Mikel Arteta.

Kokcu memiliki cukup senjata untuk beradaptasi dengan perubahan intensitas dan kecepatan Liga Premier, tetapi dia akan membutuhkan waktu untuk melakukannya.

Tantangan bagi Kokcu adalah memberikan kualitas pertunjukan yang konsisten. Dia memiliki beberapa penampilan yang ceroboh untuk Feyenoord, tetapi dia dalam bentuk yang bagus ketika fit. Dia bisa mempesona lawan.

“Untuk menjadi hebat dan tetap hebat, Anda harus dapat terus mempertahankan (tingkat kinerja itu),” kata pelatih Feyenoord, Arne Slot. “Pemain top melakukan itu sembilan dari 10 kali, dan pemain yang sedikit lebih rendah melakukannya tujuh dari 10 kali. Ini adalah tantangan baginya dan seluruh tim untuk mencapai level tinggi setiap minggu."

“Sudah lama, tetapi sekarang orang lain mulai memperhatikan (kualitasnya). Itu karena dia tidak hanya kehilangan bola, tetapi juga karena dia membuat umpan yang sangat bagus.”

“Jika dia mulai mencetak gol, itu akan lebih terlihat oleh publik. Terlepas dari gol-golnya, saya juga berpikir sangat bagus bahwa dia membuat pemain kehilangan bola. Itu perkembangan yang sangat bagus untuknya."

Mungkin selepas kekalahan tipis 1-0 dari Roma di final Liga Konferensi Eropa, itu bisa membuatnya pindah dan mencari pengalaman baru di usia yang masih muda. Jika dia pindah ke Arsenal, itu akan memberinya kesempatan sempurna untuk menunjukkan bahwa dia siap untuk melanjutkan kemajuannya di panggung yang lebih besar.

(atmaja wijaya/yul)




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Opini

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=q-xrN5SVU2s

Artikel Pilihan


Daun Media Network