Mengapa Italia vs Argentina Disebut Trofeo Artemio Franchi? Ini Kisahnya

"Jika anda penggemar Serie A, nama tokoh ini tidak akan asing."

Analisis | 01 June 2022, 20:35
Mengapa Italia vs Argentina Disebut Trofeo Artemio Franchi? Ini Kisahnya

Libero.id - Italia dan Argentina akan bertemu pada sebuah pertandingan persahabatan bertajuk Finalissima di Wembley, Kamis (2/6/2022) dini hari WIB. Pertandingan ini juga sempat dikenal sebagai Trofeo Artemio Franchi.

Meski hanya pertandingan persahabatan internsional dalam kalender FIFA, pertemuan Italia dengan Argentina selalu menarik perhatian banyak orang. Pasalnya, ini merupakan pertandingan antara juara Euro 2020 dengan Copa America 2021. Materi keduanya juga jempolan.

Yang lebih menarik, pertandingan semacam ini sebenarnya sudah sering digelar pada masa lalu. Sebelumnya, ini dikenal sebagai Trofeo Artemio Franchi. Ini meniru Piala Intercontinental, tapi dalam wujud tim nasional. Dan, pertama kali diadakan pada 1985. Itu dua tahun setelah kematian Artemio Franchi.

Siapa Franchi? Dan, mengapa namanya juga digunakan sebagai nama stadion kandang Fiorentina dan AC Siena? Itu karena Franchi berasal dari Firenze dan meninggal kecelakaan lalu-lintas di Siena.

Franchi adalah Presiden Asosiasi Sepakbola Italia (FIGC) pada 1967-1976 dan 1978-1980. Dia juga pernah menjadi Sekretaris jenderal (Sekjen) Fiorentina pada akhir 1940-an dan awal 1950-an. Dia juga pernah menjabat sebagai Presiden UEFA pada 1973 dan 1980. Kemudian, anggota Komite eksekutif FIFA pada 1974-1983.

Atas jasanya itulah Trofeo Artemio Franchi diselenggarakan pertama kali di Prancis mempertemukan juara Eropa dengan Amerika Selatan. Saat itu Les Bleus asuhan Michel Platini berhasil mengalahkan Uruguay 2-0 di Parc des Princes.

Sayangnya edisi kedua antara Belanda dengan Uruguay tidak dapat dimainkan. Ketika itu, kedua negara tidak dapat menyepakati tanggal pertandingan. Kemudian, pertandingan ketiga dan terakhir akhirnya terjadi pada 1993 antara Argentina dengan Denmark. Argentina menang adu penalti, dan putra Franchi, Francesco, memberikan piala dan medali kepada para pemain.

"Saya masih muda dan ide untuk pergi ke Mar der Plata di Argentina atau Par des Princes di Paris, tempat ayah saya menetap beberapa kali, sangat menarik," kata Francesco, dilansir Football Italia.

Piala Franchi kemudian mengalami evolusi. Pada 1990-an, Kerajaan Arab Saudi mengambil turnamen ini, dibawa ke Riyadh, dan diberi nama Piala Raja Fahd. Kemudian, FIFA meliriknya, dan mengambil alih turnamen. Namanya berubah menjadi Piala Konfederasi, dan bertahan hingga 2017.

"FIFA tidak harus membenarkan keputusan mereka. Mereka mendapat tawaran besar dan kami sekeluarga senang karena Trofeo Artemio Franchi berhasil. Dunia sepakbola sudah berubah. Tapi, kita tidak boleh melupakan nilai-nilai dasar," kata Francesco.

Kini, dengan Piala Konfederasi tidak diselenggarakan lagi jelang Piala Dunia 2022, maka Asosiasi Sepakbola Argentina (AFA) dan FIGC sepakat menggelarnya kembali. Kebetulan, keduanya menjadi juara di konfederasi masing-masing. Dan, secara kebetulan pula kedua asosiasi sepakat dengan tanggal mainnya.

Awalnya, pertandingan ini akan diberi nama Copa Diego Armando Maradona. Tapi, tampaknya tradisi lama akan coba dihidupkan kembali.

(diaz alvioriki/anda)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan


Daun Media Network