Momen Lama Assist Terbaik Paul Scholes, Nyaris Mustahil

"Bukti kejeniusan seorang Scholes."

Analisis | 13 June 2022, 23:06
Momen Lama Assist Terbaik Paul Scholes, Nyaris Mustahil

Libero.id - Kita mungkin tidak pernah melihat aksi terbaik dari Paul Scholes di panggung internasional bersama tim nasional Inggris.
Sebagian alasannya adalah karena posisi legenda Manchester United itu digeser melebar untuk memungkinkan Steven Gerrard dan Frank Lampard beroperasi sebagai duo di lini tengah.

Itu jelas tidak menguntungkan bagi seorang gelandang seperti Scholes, dan itu sebabnya dia hanya menghasilkan 66 caps selama tujuh tahun secara keseluruhan bersama The Three Lions.

Meski kita hanya bisa melihat sedikit dari kariernya yang panjang sebagai seorang maestro, Scholes masih mampu menghasilkan beberapa momen ajaib saat dia dengan sepenuh hati bermain untuk tim nasional Inggris.

Scholes terkenal mencetak kedua gol Inggris dalam kemenangan 2-0 atas Skotlandia di leg pertama play-off Euro 2000.

Dia juga menghasilkan assist yang layak digantung di museum sepakbola pada debut pertamanya untuk tim senior saat melawan Italia pada 1997. Dan, bagian itulah yang akan kita bahas.

Itu terjadi di Le Tournoi, turnamen mini yang menampilkan Italia, Prancis, dan Brasil, tetapi dimenangkan oleh tim Inggris asuhan Glenn Hoddle.

The Three Lions mengalahkan Italia 2-0 di pertandingan pertama mereka. Legenda Arsenal, Ian Wright, membuka skor setelah pertandingan berjalan 26 menit.

Itu adalah gol yang semuanya menggambarkan kejeniusan Scholes sebagai seorang pengumpan.

Dia mengambil bola di tengah lapangan dan kemudian memainkan umpan sempurna dari jarak 50 yard (45,7 meter) yang membelah bek legendaris Italia, Fabio Cannavaro dan Alessandro Costacurta.

Apa yang membuat bola lambung itu menjadi lebih spesial adalah fakta bahwa bola tersebut mengarah tepat untuk posisi Wright yang sedang berlari, sehingga memudahkannya untuk melalukan tendangan voli rendah dan bola meluncur ke jaring tim nasional Italia.
Umpan jenius dari Scholes dikombinasikan dengan lari dan finishing dari Wright yang juga sangat bagus.

Andai saja Inggris menggunakan Scholes dengan benar saat dia berada di masa jayanya. Siapa tahu, 'Generasi Emas' yang ada dalam dongeng mungkin benar-benar memenangkan trofi utama, alih-alih jatuh di babak perempat final di setiap kesempatan turnamen internasional.

(mochamad rahmatul haq/yul)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0% Suka
  • 0% Lucu
  • 0% Sedih
  • 0% Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan


Daun Media Network