Profil Sarina Wiegman, Orang Belanda Jadi Pahlawan Sepakbola Inggris

"Seperti Johan Cruyff di sepakbola wanita, inilah kisah karier Sarina Wiegman.."

Biografi | 01 August 2022, 23:45
Profil Sarina Wiegman, Orang Belanda Jadi Pahlawan Sepakbola Inggris

Libero.id - Sarina Wiegman sedang jadi buah bibir di sepakbola Eropa. Setelah membawa tim nasional wanita Belanda menjuarai Euro Wanita 2017, pelatih berusia 52 tahun itu sukses mengantarkan Inggris merajai Euro Wanita 2022. Siapakah dia?

Sarina Wiegman datang ke London pada 2020. Dia bekerja untuk FA dengan ekspektasi tinggi. Statusnya sebagai pelatih Belanda saat menjuarai Euro Wanita 2017 dan runner-up Piala Dunia Wanita 2019 menjadi pertaruhan besar Inggris maupun Sarina Wiegman sendiri.

"Saya datang ke sini untuk membawa (Inggris) ke tingkat berikutnya," ujar Sarina Wiegman pada presentasi sebagai pelatih baru Inggris, dilansir Sky Sports.

Sarina Wiegman membuktikan ucapannya dalam dua tahun. Dia mengambil alih posisi yang ditinggalkan Phil Neville. Sarina Wiegman membangun tim dari nol. Dia membuang sebuah kebiasaan maupun cara bermain lama yang diwariskan pelatih yang sekarang bekerja di Inter Miami itu.

Inggris bersama Sarina Wiegman memulai permainan dari belakang, meski timnya juga bisa langsung menyerang pemain lawan saat dibutuhkan. Sarina Wiegman mematikan setiap pemainnya tahu peran mereka masing-masing, dan mengerti bagaimana menjalankan tugas dalam kelompakan tim.

Salah satu pemain yang mengalami perkembangan pesat sejak Sarina Wiegman mengambil alih skuad adalah Beth Mead. Sebelumnya, dia dikeluarkan dari skuad. Tapi, sejak Sarina Wiegman datang, Beth Mead telah mencetak enam gol di Euro Wanita 2022.

Namun, Sarina Wiegman tidak bekerja seorang diri. Wajah sepakbola wanita Inggris berubah total sejak sponsor berlomba-loma masuk ke dua liga kasta teratas Inggris, Liga Super Wanita dan Divisi Championship Wanita. Total dana yang disuntikkan untuk 2022-2025 adalah 30 juta pounds (Rp543 miliar). Itu masih ditambah 8 juta pounds (Rp144 miliar) per tahun dari BBC Sport dan Sky Sports untuk hak siar.

Meski tidak sebanding dengan Liga Premier, ini adalah investasi terbesar dalam sejarah sepakbola wanita di Inggris. Sebab, jumlah itu naik dua kali lipat dari 15 juta pounds (Rp271 miliar) dalam kesepakatan pada 2019-2022.

Pendapatan dari sponsor dan hak siar televisi telah didistribusikan ke seluruh klub peserta. Itu memberi klub lebih banyak uang untuk diinvestasikan kepada pemain dan pelatih, serta fasilitas.

Kombinasi antara liga yang kredibel dan pelatih jembolan telah membawa Inggris menjuarai Euro Wanita 2022 lewat kemenangan bersejarah atas salah satu musuh terbesarnya, Jerman.

Pertanyaannya, siapa Sarina Wiegman? Sarina Wiegman-Glotzbach memiliki nama lahir Sarina Petronella Wiegman. Lahir di Den Haag, 26 Oktober 1969, dia adalah mantan pemain bertahan (gelandang bertahan dan bek tengah).

Sarina Wiegman memulai karier junior dari GSC ESDO, HSV Celeritas, hingga KFC 71. Kemudian, mendapatkan kesempatan kuliah di Amerika Serikat (AS), dan bermain untuk North Carolina Tar Heels di NCAA. Setelah lulus, dia kembali ke Belanda dan menghabiskan seluruh kariernya di Ter Leede (1994-2003).

Penampilan bagus di klub membuat Sarina Wiegman menjadi penghuni tetap tim nasional wanita. Debutnya terjadi pada 23 Mei 1987 di usia 17 tahun saat melawan Norwegia. Ketika itu, Belanda dilatih Dick Advocaat.

Dari pemanggilan perdana itu, karier Sarina Wiegman semakin cemerlang. Dia bermain di turnamen cikal bakal Piala Dunia Wanita, yaitu FIFA Women's Invitation Tournament pada 1988. Dia tampil lagi pada 1989 dan 1991, serta di Kejuaraan Eropa Wanita 1993 (ajang sebelum Euro Wanita).

Jika ditotal, Sarina Wiegman memiliki 100 caps tidak resmi untuk Belanda atau 99 caps resmi. Selama 1987-2001, dirinya ikut menyumbang tiga gol.

Karier Sarina Wiegman berlanjut sebagai pelatih. Dia memulai pada 2006 dengan almamaternya, Ter Leede. Kemudian, pindah ke ADO Den Haag pada 2007. Selanjutnya, ditunjuk menjadi asisten pelatih Belanda pada 2014. Sempat menjadi asisten Jong Sparta Rotterdam pada 2016, Sarina Wiegman kembali ke timnas wanita Belanda.

Bersama negaranya, Sarina Wiegman menghadirkan kemenangan Euro Wanita 2017 setelah mengalahkan Denmark di final. Di tahun yang sama, dia dinobatkan sebagai Pelatih Sepakbola Wanita Terbaik Dunia FIFA dan memperoleh gelar Knight of the Order of Orange-Nassau dari Kerajaan Belanda.

Hanya saja usaha Sarina Wiegman mengawinkan Euro Wanita 2017 dengan Piala Dunia Wanita 2019 gagal. Vivianne Miedema dkk hanya bisa mengikuti jejak timnas pria sebagai spesalias runner-up Piala Dunia. Saat itu mereka dikalahkan Amerika Serikat (AS). Tapi, penghargaan tetap diberikan. Patung Sarina Wiegman terpampang di markas Asosiasi Sepakbola Belanda (KNVB).

Kini, setelah sukses dengan Euro Wanita 2022 bersama Inggris, target selanjutnya diusung tahun depan. Itu adalah Piala Dunia Wanita 2023. 

(mochamad rahmatul haq/anda)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0% Suka
  • 0% Lucu
  • 0% Sedih
  • 0% Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan


Daun Media Network