Selamat Ulang Tahun!

Layak Disimak, 4 Kuda Hitam Liga Premier 2022/2023

"Tak sabar melihat nasib klub Sultan."

Analisis | 05 August 2022, 18:13
Layak Disimak, 4 Kuda Hitam Liga Premier 2022/2023

Libero.id - Liga Premier selalu memiliki kejutan untuk penggemar setiap musim. Pada musim 2015/2016, Leicester City memenangkan Liga Premier setelah hampir terdegradasi pada musim sebelumnya.

Pada 2019/2020, Sheffield United yang baru dipromosikan finish di urutan kesembilan. Pada 2021, Leicester keluar dari empat besar pada hari terakhir.

Musim lalu, West Ham United adalah tim yang terus-menerus mengancam untuk menembus '6 Besar'. The Hammers mengalahkan Liverpool, Chelsea, Tottenham Hotspur, dan kalah tipis dari Manchester United. Performa ini membuat mereka finis ketujuh, terpaut dua poin dari Manchester United.

Dengan musim baru yang semakin dekat, ini adalah kesempatan lain bagi tim di luar enam besar untuk melampaui harapan dan mengungguli klub-klub lainnya.

Berikut adalah kemungkinan "Kuda Hitam" untuk musim Liga Premier yang baru.

#1 West Ham United

The Hammers telah bangkit di bawah David Moyes dalam beberapa musim terakhir. Dia membimbing tim London itu ke kualifikasi Liga Europa musim 2020-21 dan melihat mereka finis di tujuh besar untuk musim kedua berturut-turut musim lalu.

10 WAG Pesepakbola terkenal dengan Selera Mode dan Gaya yang Beragam

10 WAG Pesepakbola terkenal dengan Selera Mode dan Gaya yang Beragam

Klub London melakukan pekerjaan yang baik dengan mempertahankan pemain-pemain seperti Declan Rice dan Jarrod Bowen, yang penting bagi skuad mereka musim lalu.

Dengan para pemain ini dan beberapa tambahan, mereka dapat menghadapi tantangan yang lebih kuat untuk kualifikasi Liga Champions.

Moyes mengandalkan formasi 4-2-3-1, dengan pemain-pemain andalan seperti Bowen dan Michail Antonio. Duo lini tengah mereka, Rice dan Tomas Soucek, formasi itu berjalan dengan baik.

Mereka juga memanfaatkan peluang bola mati, dengan The Hammers mencetak 14 gol dari bola mati musim lalu.
Kedatangan Gianluca Scamacca dan Bayef Aguerd ke dalam tim membuat mereka lebih tangguh.

#2 Leicester City

Musim lalu, Leicester gagal mereproduksi performa berkualitas yang telah mereka tunjukkan di masa lalu. The Foxes finish di urutan kedelapan dan kalah di semifinal UEFA Conference League dari AS Roma.

Bagian dari apa yang menghambat Leicester musim lalu adalah tidak adanya pemain kunci dengan Wesley Fofana, Jamie Vardy, dan Wilfried Ndidi semuanya kehilangan sentuhan. Selain itu, James Maddison dan Youri Tielemans berjuang untuk menampilkan penampilan yang konsisten untuk The Foxes.

Tapi, mereka bisa membalikkan keadaan dan memberi tekanan pada klub-klub 'Big Six' Liga Premier musim ini.

Pelatih Brendan Rodgers adalah salah satu manajer terbaik di liga dan tahu bagaimana mengeluarkan yang terbaik dari timnya. Jika mereka terhindar dari cedera dan Maddison tampil secara konsisten, The Foxes bakal jadi ancaman yang nyata lagi untuk klub-klub lainnya.

#3 Newcastle United

The Magpies menikmati paruh kedua musim yang brilian, di mana mereka mengumpulkan poin terbanyak ketiga di belakang Manchester City dan Liverpool. Di bawah bimbingan Eddie Howe, mereka akan berharap untuk melanjutkan hal positif itu musim ini dan berjuang untuk mendapatkan tempat di enam besar Liga Premier.

Sejauh ini, mereka telah merekrut Nick Pope dari Burnley dan Sven Botman dari Lille untuk meningkatkan lini pertahanan mereka. The Magpies juga masih terus mencari tambahan pemain di posisi pemain sayap dan gelandang serang, dan itu akan jadi sesuatu yang sangat berguna di musim ini.

#4 Leeds United

Leeds lolos dari degradasi musim lalu dengan kemenangan di pekan terakhir mereka melawan Brentford cukup untuk menjaga mereka di liga untuk musim berikutnya. 

Untuk memperbaiki skuad, Leeds telah memboyong Brenden Aaronson, Marc Roca, dan Luis Sinisterra. Pemain-pemain itu didatangkan sebagai ganti setelah kehilangan pemain kunci, dengan Kalvin Phillips pergi ke Manchester City dan Raphinha pergi ke Barcelona.

Leeds berharap rekrutan baru mereka cukup baik untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh para pemain di atas.

Dengan Jesse Marsch di pucuk pimpinan klub, mereka memiliki manajer berpengalaman dengan pendekatan taktik yang tak perlu diragukan lagi. Marsch bisa memainkan peran untuk membawa Leeds setidaknya finish di posisi yang memungkinkan mereka untuk bermain di kompetisi Eropa.

(mochamad rahmatul haq/yul)




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Opini

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=S9ONOZzRnjU

Artikel Pilihan


Daun Media Network