Hukuman Menanti Kapten Timnas Piala Dunia 2022 Jika Nekat Gunakan Logo Pelangi

"Kena azab atau gimana hukumannya?"

Analisis | 23 September 2022, 20:18
Hukuman Menanti Kapten Timnas Piala Dunia 2022 Jika Nekat Gunakan Logo Pelangi

Libero.id - Harry Kane selaku kapten tim nasional Inggris dan kapten-kapten tim nasional lainnya bisa saja dilarang mengenakan ban kapten bertuliskan OneLove di Piala Dunia 2022 di Qatar.

Ban lengan, yang merupakan simbol dukungan untuk anti-diskriminasi dan membantu mempromosikan keragaman dan inklusi, belum diberikan persetujuan yang diperlukan oleh FIFA menjelang turnamen di Qatar, negara di mana hubungan sesama jenis atau lebih jauh LGBT dikriminalisasi.

Meskipun izin diberikan oleh UEFA untuk putaran terakhir pertandingan UEFA Nations League, lampu hijau masih belum diberikan untuk ban lengan yang akan dikenakan di setiap kompetisi FIFA. 

Inggris telah menulis surat permintaan kepada badan sepak bola dunia, sementara sembilan negara lain, termasuk Jerman, Prancis, dan Wales berencana untuk mendukung kampanye OneLove, yang dimulai oleh Belanda sebelum Euro 2020. 

Namun, Qatar dengan tegas mengatakan kalau mereka “sangat tidak terkesan” karena tidak diberitahu mengenai ban kapten itu. Padahal, pada 2018, FA menandatangani nota kesepahaman dengan Asosiasi Sepak Bola Qatar. 

Jika izin akhirnya ditolak, itu bisa berarti bahwa kapten tim dilarang mengenakan ban lengan selama turnamen tersebut. Mereka bahkan bisa dilarang dari turnamen, meskipun hal ini dianggap "sangat tidak mungkin". 

Kapten Inggris, Harry Kane, yang akan mengenakan ban kapten OneLove ketika Inggris menghadapi Italia di Milan pada Jumat (23/9/2022), tetap teguh mendukung inisiatif tersebut.

“Saya merasa terhormat untuk bergabung dengan rekan-rekan kapten tim nasional saya dalam mendukung kampanye OneLove yang penting ini,” katanya. 

“Sebagai kapten, kami semua mungkin bersaing satu sama lain di lapangan, tetapi kami berdiri bersama melawan segala bentuk diskriminasi. Ini bahkan lebih relevan pada saat perpecahan biasa terjadi di masyarakat.” 

Dengan Piala Dunia kurang dari dua bulan lagi, Qatar diyakini akan berkonsultasi dengan FIFA mengenai bagaimana sebaiknya jalan tengah alias langkah terbaik untuk selanjutnya. 

(mochamad rahmatul haq/yul)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Analisis

Artikel Pilihan


Daun Media Network