10 Faktor yang Mempengaruhi Harga Pemain di Bursa Transfer

Feature | 23 July 2020, 14:14
10 Faktor yang Mempengaruhi Harga Pemain di Bursa Transfer

Yuk, memahami secara dasar cara kerja di bursa transfer.

Libero.id - Setiap kompetisi yang dijalani pasti akan berlalu, yang menjadi juara juga akan berganti, manajer hingga pemain juga pasti berganti. Di balik pergantian itu, berkelindan mekanisme ekonomi yang melibatkan uang triliunan bernama bursa transfer.

Sering kali, di era sepak bola modern dengan permainan yang cepat, transfer pemain antar klub kerap mengejutkan kita sebagai penikmat.  Terutama jika transfer pemain itu terjadi dengan harga yang tidak masuk akal. Lalu muncul sebuah pertanyaan besar, bagaimana harga yang tak masuk akal itu bekerja? Apa saja faktornya? Dan yang paling penting apakah hal itu menguntungkan klub? Berikut sebuah rangkuman yang mungkin akan menambah wawasan pecinta sepakbola soal cara kerja penetapan haga pemain di pasar transfer/bursa transfer:

1.Bakat dan catatan statistik pemain

Bakat adalah sesuatu yang sangat subjektif jika dinilai, artinya seorang pemain di mata satu manajer dengan manajer lainnya bisa berbeda-beda, tergantung pada taktik/permainan yang akan diterapkan. Namun, jika disandingkan dengan catatan statistik, itu bisa menjadi sesuatu yang objektif dan ingat, angka tidak pernah berbohong.

Bakat seorang pemain dapat dinilai dengan  akurat melalui catatan statistiknya. Gol untuk penyerang, assist untuk gelandang, sapuan untuk bek dan clean sheet untuk kiper.

Statistik di masa lalu membantu menentukan apa yang diharapkan dari seorang pemain. Pemain dengan angka yang lebih baik sangat dihargai sementara pemain dengan statistik yang buruk umumnya dihargai lebih rendah. Contoh paling jelas adalah bagaimana harga seorang Zlatan Ibrahimovic yang bervariasi dengan rasio golnya di berbagai klub.

Zlatan Ibrahimovic. Kredit: nstagram.com/iamzlatanibrahimovic

2. Kinerja/peforma pemain pada musim sebelumnya

Salah satu faktor terpenting dalam sebuah tim adalah peforma. Tentu hal itu sangat berperan besar dalam menghargai pemain. Ketika semua pemain di dalam tim tampil impresif, mereka secara tidak langsung akan memikat hati para manajer dari tim lain.

Dan pemain yang telah bekerja dengan baik dalam musim sebelumnya, cenderung memiliki nilai yang lebih tinggi di bursa transfer.

Contoh yang bagus dalah bagaimana Ajax menjual Frenkie De Jong dan Matthijs DeLigt seharga 75 juta Euro berkat penampilan mereka membawa Ajax menjuarai Eredivisie dan membawa timnya ke semifinal Liga Champions musim 2018/19.

Frenkie De Jong. Kredit: english.ajax.nl

Contoh sempurna lain adalah skuat AS Monaco musim 2016/2017 dimana dengan Thomas Lemar, Kylian Mbappe, Bernardo Silva, Fabinho hingga Tiemoue Bakayoko berhasil dijual dengan harga yang fantastis.

3. Usia

Peforma atau kinerja dari pemain memang penting, namun usia pemain bisa menjadi nilai lebih, karena kebugaran fisik dan kesehatan berdampak langsung pada kinerja.

Usia pemain dan harganya di pasar transfer berhubungan terbalik - semakin besar usia, semakin rendah harganya.

Secara sederhana, tidak ada klub yang mau berinvestasi pada pemain yang telah melewati masa jayanya dan tidak dalam kondisi fisik terbaiknya. Pada saat yang sama, tidak ada klub yang mau membayar pemain berusia 15 tahun yang mampu tetapi kurang pengalaman dan belum bermain sesuai potensi sebenarnya.

4. Fanbase, kekayaan dan nilai komersial

Pemain dengan popularitas yang lebih tinggi akan dihargai lebih mahal . Alasannya karena para pemain ini memiliki jumlah fanbase yang besar dan secara tidak langsung dapat membantu meningkatkan pendapatan dan kedudukan sebuah tim dalam bursa transfer.

Contoh yang paling bagus adalah bagaimana Juventus membeli CR7 dari El Real pada 2018 lalu. Setelah mendaratkan bintang Portugal itu di kota Turin dengan mahar 100 juta Euro, Bianconeri mampu mengembalikan dana yang mereka gelontorkan dengan penjualan baju bernamakan Ronaldo di outlet toko resmi mereka, dan tentu saja itu berkat fanbase yang dimiliki oleh CR7.

Adapun jumlah fans dan nama besar seorang pemain juga mempengaruhi sebuah klub bahkan kompetisi, seperti yang dilakukan oleh LA Galaxy dengan King Zlatan-nya dan Dallas Cowboys dengan Wayne Rooney-nya.

5. Profil klub sebelumnya

Meskipun harga yang dibayarkan adalah untuk pemain, namun klub yang menaungi adalah pihak yang berperan besar dalam menegosiasikan kesepakatan. Karenanya profil klub seorang pemain juga berpengaruh terhadapa harga yang ditawarkan.

-Popularitas klub

Semakin terkenal sebuah klub maka semakin tinggi biaya transfer yang diminta. Alasannya sederhana, karena bermain untuk klub yang 'populer' cenderung memiliki dampak positif pada citra dan nilai pemain, contohnya adalah Philippe Coutinho yang bermain untuk Liverpool dan dibeli oleh Barca dengan mahar 145 juta Euro.

Philippe Coutinho. Kredit: fcbarcelona.com

-Lokasi Klub

Klub-klub yang berada dalam negara dengan tradisi sepak bola yang kuat cenderung meminta biaya yang lebih tinggi untuk pemain mereka. Contohnya adalah bagaimana Harry Maguire dihargai sebesar  USD 97 juta (Leicester City, Inggris) sedangkan Alphonso Davies hanya dihargai USD 15 juta (Vancouver Whitecaps FC, Kanada).

-Kompetisi/liga yang diikuti

Klub yang bermain di Liga yang lebih kompetitif dan berperingkat lebih tinggi menuntut lebih banyak uang untuk pemain mereka, sementara klub yang bermain di Liga bawah akan cenderung melepas pemain terbaiknya dengan harga yang relatif lebih rendah. Contohnya adalah bagaimana Liverpool menandatangani seorang Andrew Robertson dari Hull City dengan biaya 8 juta Poundsterling.

6.Klausul rilis dan durasi kontrak

Klausul rilis adalah elemen dalam kontrak pemain yang menentukan jumlah minimum yang diminta oleh klub untuk melepaskan seorang pemain. Pemain potensial yang ingin dipertahankan sebuah klub memiliki klausul rilis yang lebih tinggi. Semakin tinggi klausul rilis, akan semakin berpengaruh terhadap tingginya biaya transfer.

Selain itu, durasi kontrak juga penting, karena masa bakti seorang pemain yang tersisa dalam suatu kontrak akan membuat nilai klausul menjadi usang. Hal tersebut menjelaskan bahwa ketika kontrak pemain semakin mendekati kedaluwarsa, nilai pemain menjadi berkurang. Contoh terbaik adalah Bayern Muenchen yang mendapatkan Leroy Sane dari Manchester City dengan harga murah.

Leroy Sane. Kredit: fcbayern.com

7. Peforma pemain di timnas

Sangat sering klub membeli seorang pemain berdasarkan peforma mereka di panggung internasional. Ini adalah platform penting karena menunjukkan kemampuan pemain untuk tampil di bawah tekanan dan beradaptasi dengan tim yang jelas sangat berbeda dengan sebuah klub.

Contoh yang bagus adalah Benjamin Pavard bersama timnas Prancis di Piala Dunia 2018. Pemain berusia 24 tahun tersebut langsung dibeli oleh Tim Bavaria dengan harga 30 juta Euro berkat penampilan impresifnya selama di Rusia. Padahal, harganya waktu itu hanya menembus 800 ratus Euro dan klubnya, VFB Stuttgart terdegradasi dari Bundesliga.

8. Konsistensi dan kesehatan pemain

Klub top tentu sangat menghargai pemain berbakat, namun tidak konsisten dan rentan cedera adalah apa yang hindari kebanyakan manajemen klub.

Pemain yang tidak bisa bermain secara rutin mungkin tidak dinilai pada potensi mereka yang sebenarnya, karena satu-satunya alasan mereka kurang pengalaman di lapangan dan tidak konsisten, hal itu berdampak buruk pada harga transfer. Contohnya adalah masa peminjaman James Rodriguez ke Bayern usai jarang dimainkan di Real Madrid.

Sementara terkait dengan cedera, Owen Hargreaves adalah contoh sempurna. Mantan pemain Bayern itu pada awal dikagumi karena bakatnya dalam mengeksekusi bola mati dan bisa menjadi jendral di lini tengah, namun karena cedera yang kerap menimpanya, mau tidak mau dirinya harus dilepas oleh manajemen klub. Terakhir ia hanya membuat 1 penampilan bersama City dan harganya turun, dari 25 juta Euro menjadi 1 juta Euro.

9. Posisi bermain di lapangan

Meskipun semua pemain memiliki peran yang sama di lapangan, statistik menunjukkan bahwa penyerang dan gelandang lebih mahal daripada pemain bertahan. Biaya transfer termahal untuk seorang bek adalah USD 97 juta sedangkan untuk seorang penyerang adalah USD 267 juta, dua kali lipat pemain belakang.

Selanjutnya, di antara pemain yang menyerang, gelandang serang dihargai tertinggi karena alasan yang sederhana – versatilitas. CAM (Centre Attacking Midfield) yang baik dapat bermain sebagai CM (Centre Midfield), pemain sayap atau sebagai false 9. Contoh dari pemain seperti itu adalah Phillippe Coutinho atau Neymar Junior.

Neymar. Kredit: twitter.com/psg_espanol

10. Situasi tak terduga yang sulit dijelaskan teori

Salah satu contoh adalah transfer Indriyanto Nugroho dari Arseto Solo ke Pelita Jaya. Saat itu Indriyanto bergabung dengan timnas Primavera dari Arseto. Sepulangnya dari Primavera ada kebijakan bahwa pemainnya harus membela Pelita Jaya. Indriyanto dan Pelita Jaya bersikukuh tidak ada hitam di atas putih atas antara Indriyanto dengan Arseto sehingga Indriyanto bisa meneken kontrak baru dengan Pelita Jaya.

Namun Arseto berpandangan mereka yang membesarkan Indriyanto. Karena tidak ada titik temu akhirnya Arseto menghargai Indriyanto dengan nilai Rp 100.






Artikel Terkait

Artikel Terpopuler