Selamat Ulang Tahun!

6 Pemain yang Pertegas Koneksi Tak Terduga Bayern Muenchen dengan Marseille

"Legenda tim Bavaria, Franz Beckenbauer pernah melatih Marseille dan Bayern Muenchen dalam kurun waktu yang tidak jauh."

Feature | 29 July 2020, 04:24
6 Pemain yang Pertegas Koneksi Tak Terduga Bayern Muenchen dengan Marseille

Libero.id - Koneksi adalah salah satu aspek yang penting untuk suatu klub jika ingin memperluas jangkauannya dalam pasar transfer.  Bayern Muenchen sudah memiliki modal koneksi dengan pemain Prancis sejak era 90-an dengan legenda tim Bavaria, Franz Beckenbauer mulai melatih Marseille dan Bayern Muenchen dalam kurun waktu yang tidak jauh. 

Jika ada yang masih penasaran kenapa dua jawara Piala Dunia 2018, Benjamin Pavard dan Lucas Hernandez mau menerima pinangan Muenchen sementara mereka memiliki pilihan lain,  jawabannya adalah karena koneksi yang mereka miliki dengan pemain Prancis, terutama Olympique Marseille, tentunya Bexente Lizarazu selaku ambassador klub juga memainkan perannya.

Lebih dari 5 dekade berdirinya klub, Die Bayern setidaknya mengantongi sejumlah nama pemain yang mempertegas hubungan romantis antara mereka dengan Marseille. Berikut 6 pemain yang pernah bermain untuk Bayern Muenchen dan Olympique Marseille:

1.Franck Ribery

Libero.id

Kredit: fcbayern.com

Bayern: 425 penampilan  (2007-19)
Marseille: 89 penampilan (2005-07)

"Ketika kami membelinya, seolah-olah kami telah memenangkan lotre,” ujar 'Der Kaiser' Beckenbauer ketika mendaratkan Ribery di Jerman pada tahun 2007.

Penampilannya bersama  Les Olympiens dan timnas Prancis, dimana ia bermain pada partai final Piala Dunia 2006, memikat hati manajemen Die Bayern untuk mendapatkannya. Terbukti, selama 12 musim berseragam Bavaria, Ribery berhasil menyumbangkan  9  gelar Bundesliga, 6 gelar DFB-Pokal dan 1 gelar Liga Champions.

Kontribusi serta gaya bermainnya benar-benar vital di dalam ruh permainan Die Bayern, hal itu pula yang pertama kali diucapkan oleh mitranya, Arjen Robben saat melihat Ribery,

"Ada gaya permainan yang sama sekali berbeda di Bayern sebelum kedatangannya (Ribery),” ujar Robben kepada Bundesliga.com.

Selama di Allianz Arena, Ribery dan Robben adalah dua pemain yang tak bisa dipisahkan, dimana kemampuan berlari dan skill mereka sangat diperlukan oleh tim.

"Ketika Arjen, saya dan lainnya tiba di klub, kami membawa lebih banyak kecepatan dan kedinamisan. Ketika saya pertama kali tiba, Bayern berada di urutan keempat atau kelima. Setelah 12 tahun, sungguh menakjubkan apa yang telah kami raih,” ujar Ribery saat memutuskan hengkang dari Jerman di tahun 2019.

2. Daniel Van Buyten

Libero.id

Kredit: bundesliga.com

Bayern: 239 penampilan (2006-14)
Marseille: 98 penampilan (2001-04)

Salah satu langkah terbesar yang dilakukan oleh Van Buyten adalah menerima pinangan  Marsielle di tahun 2001 setelah mengemas 57 penampilan untuk Standard Liege.

Tiga tahun bermain di Stade Velodrome, Van Buyten berhasil membuat publik sepak bola Prancis terkesan dan di tahun 2004, klub asal Inggris, Manchester city meminjam dirinya selama satu musim.

Manajer City saat itu, Kevin Keegan menyatakan klub kota Manchester itu tidak akan mampu mempertahankan pemain Belgia  tersebut setelah 6 bulan masa baktinya, dan Hamburg SV, mantan klub Keegan, tertarik serta merampungkan transfer Van Buyten.  Dua tahun di Jerman utara adalah awal baginya untuk melakukan perjalanan yang panjang berlanjut menandatangani kontrak bersama Die Bayern pada tahun 2006. Bersama FC Hollywood, Van Buyten berhasil mendapatkan 4 gelar Bundesliga dan 1 gelar Liga Champions.

3. Jean-Pierre Papin

Libero.id

Kredit: fifa.com

Bayern: 40 penampilan  (1994-96)
Marseille: 266 penampilan (1986-92)

Sebutkan saja nama Papin atau inisialnya, JPP - di kota Marseille, dan bersiaplah untuk sebuah pemujaan dari para pendukung di sana. Mantan pemain timnas Prancis itu adalah salah satu penyerang terbaik yang pernah dimiliki Eropa, memenangkan empat gelar Ligue 1 berturut-turut dan membentuk trisula mematikan bersama Chris Waddle dan Abedi Pele selama enam tahun di Stade Velodrome. Papin sangat layak disebut sebagai legenda di Ligue 1 Prancis.

Pemenang Ballon d'Or 1991 itu meninggalkan Marseille dan bergabung bersama Milan. Papin kemudian hengkang ke Bayern tahun 1994. Papin juga mengalahkan mantan penggawa Bayern Muenchen, Lothar Matthaeus di pemilihan FIFA Ballon d'Or tahun 1991.

4. Bixente Lizarazu

Libero.id

Kredit: fcbayern.com

Bayern: 273 penampilan (1997-2004, Januari 2005-06)
Marseille: 15 penampilan (2004)

Rekan senegaranya Papin, Bixente Lizarazu mungkin bernasib lebih baik dari Papin di panggung internasional. Bek kiri berdarah Basque itu berhasil memenangkan Piala Dunia 1998 serta Piala Eropa 2000 bersama Zinedine Zidane dkk.

Bergabung bersama Bayern dari Athletic Bilbao pada tahun 1997, Lizarazu kemudian memilih hengkang ke Marseille di tahun 2004 sebelum kembali lagi ke Jerman pada tahun 2005. Adapun kembalinya Lizarazu ke Jerman juga disebabkan masalah pribadinya dengan pelatih Marseille saat itu,  Philippe Troussier.

Bersama Die Bayern, Lizarazu setidaknya mencicipi 4 gelar bergengsi termasuk di antaranya adalah gelar Liga Champions musim 2000/01.

5. Luiz Gustavo

Libero.id

Kredit: bundesliga.com

Bayern: 100 penampilan (Jan 2011-13)
Marseille: 98 penampilan (2017-19)

Ketika Marseille mencari seorang pemain dengan "pengalaman dan karisma di lini tengah" - dalam kata-kata pelatih Rudi Garcia - pada 2017, Marseille dengan cepat untuk setuju dan segera mendatangkan Luiz Gustavo dengan mahar 8 juta Euro.

Setelah membantu Hoffenheim ke Bundesliga untuk pertama kalinya, ia bergabung dengan Bayern setelah tiga setengah musim di Sinsheim. Tidak pernah menjadi pemain reguler tim di Allianz Arena, pemain timnas Brasil itu tetaplah pemain kunci, terutama ketika FC Hollywood meraih Treble Winners di musim 2012/13 di bawah tangan dingin Jupp Heynckes.

6. Alou Diarra

Libero.id

Kredit transfermarkt.com

Bayern: 0 penampilan (2000/02)
Marseille:  50 penampilan (2011/12)

Didatangkan dari Louhans-Cuiseaux pada tahun 2000, Diarra tak pernah sekalipun membuat penampilan untuk tim utama Bayern Muenchen, ia justru ditransfer ke tim kedua Bayern yang bermain di Regionalliga. Disana, Diarra mengemas 42 penampilan dan mencetak 4 gol. Tapi situasi yang terus tak memihak Diarra akhirnya membuat manajemen Liverpool membelinya.

Memasuki musim 2011/12, Diarra memutuskan untuk bergabung dengan Marseille usai membuat penampilan yang impresif bersama Bordeaux selama 4 tahun. Bermain untuk Los Phoceens, Diarra berhasil mengemas 34 penampilan di Ligue 1 dan mencetak 2 gol. Sementara, karirnya bersama timnas Prancis cukup meyakinkan dengan dirinya menjadi pemain reguler tim Ayam Jantan dibawah asuhan Laurent Blanc, yakni 44 penampilan berhasil ia bukukan.




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Komentar

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=HgyPUs_08U4

Artikel Pilihan