Mykola Matviyenko, Bakat Besar Shakhtar Bidikan Klub-klub Kaya Eropa

Biografi | 08 August 2020, 12:48
Mykola Matviyenko, Bakat Besar Shakhtar Bidikan Klub-klub Kaya Eropa
Kredit: shakhtar.com

"Pada usia 24 tahun, dia sudah menjadi pemain penting timnas Ukraina dan Shakhtar Donetsk."

Libero.id - Kompetisi Eropa musim ini jadi ajang promosi Mykola Oleksandrovych Matviyenko menuju jenjang yang lebih tinggi. Di usia 24 tahun, pemilik 26 caps untuk tim nasional Ukraina tersebut sudah menjadi pemain penting di sisi kiri Shakhtar Donetsk.

Sebagai fullback, permainan stabil mampu ditunjukkan Matviyenko di Liga Ukraina maupun kompetisi Benua Biru. Contohnya, ketika Shakhtar menghajar VfL Wolfsburg tiga gol tanpa balas pada leg II babak 16 besar Liga Europa. "Kami mendapatkan hasil yang kami inginkan. Tujuan kami sekarang adalah mencapai final," ucap Matviyenko di situs resmi UEFA.

Di sepakbola Ukraina, Matviyenko punya karier yang cukup unik. Sebelum mampu menujukkan performa apik dalam dua musim terakhir, dia merangkak dari nol. Sebagai lulusan Shakhtar, Matviyenko menembus tim utama pada 2015/2016. Tapi, kesempatan bermain masih minim. Dia hanya bermain pada enam pertandingan Liga Ukraina.

Lantaran tidak banyak mendapat kepercayaan bermain dari sang nakhoda pada musim perdana bersama skuad senior, Matviyenko dipinjamkan ke sejumlah klub lokal. Dia "disekolahkan" ke ke Karpaty Lviv pada 2016/2017 dan Vorskla Poltava pada musim selanjutnya.

Bersama Karpaty, Matviyenko bermain 14 kali dan mencetak 1 gol. Sementara dengan Vorskla, dirinya merumput 16 pertandingan liga atau total 19 dengan kompetisi-kompetisi lain.

Setelah terbuang selama dua musim, Matviyenko akhirnya kembali ke Shakhtar pada 2018/2019. Dampaknya cukup bagus. Matviyenko membela Shakhtar 27 kali dan menciptakan 3 gol. Pelan dan pasti, pemilik postur 182 cm mampu meyakinkan nakhoda Shakhtar untuk dipilih menjadi anggota reguler starting line-up di banyak pertandingan resmi.

Untuk musim ini, Matviyenko sudah berlaga pada 37 laga pada semua ajang. Dirinya menjadi pemain Shakhtar kedua yang paling sering berada di lapangan setelah Junior Moraes (40 laga). Khusus ajang Benua Biru, Matviyenko sudah bermain 10 kali (6 kali di Liga Champions dan 4 kali di Liga Europa).

Akibatnya, banyak klub kaya dari Eropa yang dirumorkan mengajukan proposal transfer. Pada musim dingin lalu, Arsenal disebut sudah menjalin kontak dengan agen dan klub Matviyenko. Namun, hingga kompetisi dilanjutkan setelah sempat dihentikan terkait pandemi Virus Corona, kabar tersebut menguap.

Masalahnya, untuk mendapatkan jasa sang pemain, Shakhtar mematok hanga yang tidak murah. Pemuda kelahiran Saky, 2 Mei 1996, itu dibanderol 30 juta pounds. "Kita lihat saja nanti," ucap agen Matviyenko, Yuriy Danchenko, beberapa waktu lalu saat dimintai tanggapan tentang rumor transfer ke klub lain, dikutip Mirror.

Munculnya Matviyenko sebagai properti panas transfer window tahun ini bukan tiba-tiba. Sebetulnya, dia sudah terpantau sejak lama. Pemilik nomor punggung 22 itu adalah langganan timnas sejak junior. Matviyenko membela Ukraina U-18, U-19, U-20, hingga U-21 sebelum menembus timnas senior pada 2017. Hingga kini dirinya sudah mencatatkan 26 caps.

"Kami punya pemain-pemain yang berkualitas. Kami memiliki skuad yang sangat bersemangat untuk memberi suporter kami hadiah yang akan dikenang lama. Kini, kami ada di perempat final. Mencapai semifinal adalah misi kami selanjutnya. Setelah itu, kami ingin ke final dan juara," ungkap Luis Castro, pelatih Shakhtar asal Portugal.

Di kompetisi ini, Shakhtar punya catatan bagus. Saat bertajuk Piala UEFA, klub yang berbasis di Donbass Arena itu pernah juara, yaitu pada 2008/2009. Saat itu, perjuangan meraih tangga juara cukup berliku. Sama seperti musim ini, mereka juga memulai dari Liga Champions. Tapi, akibat kalah bersaing dengan Barcelona dan Sporting Lisbon di fase grup, Shakhtar harus menempati peringkat ketiga dan terlempar ke babak 32 besar Piala UEFA.

Pada babak 32 besar, Shakhtar harus berhadapan dengan Tottenham Hotspur. Setelah unggul agregat 3-1, pasukan Mircea Lucescu ketika itu melaju ke babak 16 besar melawan CSKA Moscow yang dilanjutkan Olympique Marseille di perempat final.

Langkah Shaktar berlanjut ke semifinal. Mereka menghadapi Derby Ukraina versus Dynamo Kiev. Setelah di pertemuan pertama imbang 1-1, pada laga kedua Shakhtar berhasil unggul 2-1.  

Puncak kesuksesan Shakhtar terjadi saat final digelar di Istanbul pada 20 Mei 2009. Mengusung skema 4-2-3-1, Lucescu menempatkan Luiz Adriano sebagai ujung tombak disokong trio Willian-Jadson-Ilsinho sebagai gelandang serang. Sementara Fernandinho dan Mariusz Lewandowski menjadi duet gelandang penyeimbang. Hasilnya, Shakhtar unggul 2-1. Gol penentu kemenangan mereka dihasilkan Jadson pada extra time.

Setelah era itu, Shakhtar tetap stabil di Ukraina. Meski tidak ada prestasi Benua Biru, Shakhtar mampu menjuarai Liga Ukraina 2009/2010, 2010/2011, 2011/2012, 2012/2013, 2013/2014, 2016/2017, 2017/2018, serta 2018/2019. Bahkan, ketika perang sipil terjadi di Ukraina Timur, Shakhtar eksis dengan mengungsi ke Kharkiv, Kyiv, dan Lviv untuk laga kandang.

  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Komentar

Libero Video


Klasemen

POIN
1
Manchester City FC
62
2
Manchester United FC
50
3
Leicester City FC
49
4
West Ham United FC
45
5
Chelsea FC
44
6
Liverpool FC
43
7
Everton FC
40
8
Tottenham Hotspur FC
39
9
Aston Villa FC
39
10
Arsenal FC
37
11
Leeds United FC
35
12
Wolverhampton Wanderers FC
34
13
Crystal Palace FC
33
14
Southampton FC
30
15
Burnley FC
28
16
Brighton & Hove Albion FC
26
17
Newcastle United FC
26
18
Fulham FC
23
19
West Bromwich Albion FC
17
20
Sheffield United FC
11
POIN
1
Club Atlético de Madrid
58
2
FC Barcelona
53
3
Real Madrid CF
52
4
Sevilla FC
48
5
Real Sociedad de Fútbol
41
6
Real Betis Balompié
39
7
Villarreal CF
37
8
Granada CF
33
9
Levante UD
32
10
Athletic Club
30
11
RC Celta de Vigo
30
12
CA Osasuna
28
13
Getafe CF
27
14
Valencia CF
27
15
Cádiz CF
25
16
SD Eibar
22
17
Real Valladolid CF
22
18
Deportivo Alavés
22
19
Elche CF
21
20
SD Huesca
20
POIN
1
FC Internazionale Milano
56
2
AC Milan
52
3
Juventus FC
46
4
Atalanta BC
46
5
AS Roma
44
6
SS Lazio
43
7
SSC Napoli
43
8
US Sassuolo Calcio
35
9
Hellas Verona FC
35
10
UC Sampdoria
30
11
Bologna FC 1909
28
12
Udinese Calcio
28
13
Genoa CFC
26
14
ACF Fiorentina
25
15
Spezia Calcio
25
16
Benevento Calcio
25
17
Torino FC
20
18
Cagliari Calcio
18
19
Parma Calcio 1913
15
20
FC Crotone
12
POIN
1
Sporting Clube de Portugal
55
2
Sporting Clube de Braga
46
3
FC Porto
45
4
Sport Lisboa e Benfica
39
5
FC Paços de Ferreira
38
6
Vitória SC
35
7
CD Santa Clara
28
8
Moreirense FC
25
9
CD Tondela
24
10
Rio Ave FC
22
11
Os Belenenses Futebol
21
12
CD Nacional
21
13
Portimonense SC
20
14
SC Farense
19
15
Gil Vicente FC
19
16
FC Famalicão
19
17
CS Marítimo
18
18
Boavista FC
18
POIN
1
FC Bayern München
52
2
RB Leipzig
50
3
VfL Wolfsburg
45
4
Eintracht Frankfurt
42
5
Borussia Dortmund
39
6
Bayer 04 Leverkusen
37
7
1. FC Union Berlin
34
8
SC Freiburg
34
9
Borussia Mönchengladbach
33
10
VfB Stuttgart
32
11
TSG 1899 Hoffenheim
27
12
SV Werder Bremen
26
13
FC Augsburg
26
14
1. FC Köln
21
15
Hertha BSC
18
16
Arminia Bielefeld
18
17
1. FSV Mainz 05
17
18
FC Schalke 04
9
POIN
1
AFC Ajax
57
2
PSV
51
3
AZ
49
4
SBV Vitesse
45
5
Feyenoord Rotterdam
43
6
FC Groningen
42
7
FC Twente '65
35
8
FC Utrecht
34
9
Fortuna Sittard
31
10
SC Heerenveen
30
11
Heracles Almelo
29
12
PEC Zwolle
26
13
Sparta Rotterdam
23
14
RKC Waalwijk
23
15
VVV Venlo
22
16
Willem II Tilburg
17
17
ADO Den Haag
15
18
FC Emmen
12
POIN
1
Lille OSC
59
2
Paris Saint-Germain FC
57
3
Olympique Lyonnais
56
4
AS Monaco FC
55
5
FC Metz
41
6
Racing Club de Lens
41
7
Olympique de Marseille
39
8
Montpellier HSC
39
9
Stade Rennais FC 1901
38
10
Angers SCO
36
11
FC Girondins de Bordeaux
33
12
OGC Nice
32
13
Stade de Reims
31
14
Stade Brestois 29
31
15
RC Strasbourg Alsace
30
16
AS Saint-Étienne
30
17
FC Lorient
26
18
Nîmes Olympique
25
19
FC Nantes
24
20
Dijon Football Côte d'Or
15