Lawan Spanyol di Laga Kedua, Jerman Harus Lakukan Hal Ini

"Jangan fokus 'warna-warni' saja wkwk..."

Analisis | 26 November 2022, 21:02
Lawan Spanyol di Laga Kedua, Jerman Harus Lakukan Hal Ini

Libero.id - Duel sengit pada partai kedua Grup E Piala Dunia 2022 akan terjadi dalam pertandingan Jerman vs Spanyol pada Senin (27/11/2022) pukul 02.00 WIB di Al Bayt Stadium. Pasalnya, tercatat kedua tim merupakan negara yang sama-sama sudah merasakan juara Piala Dunia.

Namun, kondisi kedua tim jelang laga nanti jauh berbeda. Di mana Jerman baru saja takluk 2-1 di bawah Jepang, sementara Spanyol besutan Luis Enrique sedang semangat-semangattnya setalah sukses meraih kemenangan telak 7-0 saat melawan Kosta Rika.

Lantas bagaimana persiapan Jerman jelang laga melawan Spanyol?

Pasca mendapat kekalahan dari tim samurai biru pada laga perdana grup E, Jerman sepertinya cukup terpukul sengan hasil itu. Karena itu untuk kedua kalinya sang juara Dunia 2014 itu kalah dari negara Asia, Jepang setelah kalah juga dari Korsel.

Namun jelang lawan Spanyol, Jerman berusaha mengembalikan gairah permainan dan mental juaranya. Bahkan penyerang Chelsea, Kai Havertz mengatakan Jerman harus menginjak pedal gas melawan Spanyol pada hari Minggu dan mengakui dia tidak melakukan "tugas berdarah" Itu ketika gagal mencetak gol dalam kekalahan mengejutkan 2-1 dari Jepang.

Pelatih Hansi Flick juga bertekad untuk mengalahkan Spanyol demi tetapi mengendalikan takdir Piala Dunia mereka, skuad Jerman kemudian mengadakan pertemuan tim yang jujur ​​​​setelah kekalahan hari Rabu.

“Kami telah menganalisis permainan dengan sangat baik dan melihat kekurangan kami dan area yang perlu kami perbaiki,” kata Havertz.

“Sekarang kami harus mendekati [Spanyol] sebagai tim sejati dan menginjak pedal gas dalam permainan yang sulit, tetapi kami akan bersiap.” tambahnya.

Penyerang Chelsea itu menyerukan persatuan melawan Spanyol, yang mengalahkan Kosta Rika 7-0 di pertandingan pertama mereka. 

“Kami memiliki pertukaran pandangan yang bermanfaat,” katanya. 

“Ketika kami pergi, perasaannya adalah bahwa kami memiliki tekad yang kuat untuk memutuskan permainan yang menguntungkan kami. Saya merasa kesal dengan penampilan kami. Cepat atau lambat hal itu memberi jalan pada pandangan yang lebih jelas atau objektif yang akan digantikan oleh antisipasi.

“Semua orang perlu menarik beban mereka dan kembali ke langkah positif. Kemenangan 7-0 adalah sinyal yang jelas dan kami sangat menghormati tim Spanyol, kami tahu mereka memiliki kualitas tetapi apakah kami akan bersembunyi? Sama sekali tidak.

“Kami hanya perlu menempatkannya di lapangan. Sekarang adalah waktunya untuk berbicara satu sama lain dan saling mengatakan kebenaran dan itulah yang membuat tim lebih kuat. Pada akhirnya kami memiliki kepribadian yang baik dan suka berbicara satu sama lain secara langsung. Sekarang kita berada dalam momen yang buruk tetapi itu bisa berubah dengan sangat cepat. Itu bisa menjadi titik balik bagi kita. Ini adalah pertandingan besar. Saya beruntung saya memainkan beberapa pertandingan besar di Chelsea.” pungkas penyerang muda Chelsea itu. 

Havertz tidak mempermasalahkan kritik yang dilontarkan oleh Manuel Neuer dan Ilkay Gündogan terhadap rekan setimnya. “Itu sangat konstruktif,” katanya. 

“Mereka tidak mencabik-cabik kami seperti yang diberitakan media. Kami pergi ke ruang ganti dengan kepala tertunduk dan bahu tertunduk. Saya bisa mengerti itu. Tentu saja kami berbicara tentang apa yang salah.

“Ilkay mengeluh bahwa orang-orang bersembunyi, dia mengatakan pemain ofensif kami gagal mencetak gol kedua atau ketiga. Apakah itu dibuat di depan umum atau secara internal tidak masalah. Kadang-kadang sedikit terdengar suara yang diambil orang dari wawancara yang lebih panjang." pungkas Havertz. 

Havertz yang bisa bermain melintasi lini serang atau sebagai No 10, jujur ​​menilai justru perannya sebagai No 9 melawan Jepang. 

"Saya suka bermain sebagai penyerang tengah, tetapi ketika ditempatkan di posisi itu, adalah kewajiban Anda untuk mencetak gol yang tidak saya lakukan saat melawan Jepang," katanya. 
“Saya menyadari itu. Letakkan di posisi yang sama pada hari Minggu, saya akan melakukan segalanya dengan kekuatan saya untuk membantu tim.” tambahnya. 

Sebelum kick-off melawanJepang, Jerman sempat membuat kontroversial dengan posenya yang menyindir. Para pemain mereka berbaris untuk berfoto dengan tangan menutupi mulut mereka sebelum pertandingan melawan Jepang sebagai protes terhadap FIFA yang memerintahkan agar tujuh kapten negara Eropa tidak dapat mengenakan ban lengan OneLove tetapi tidak ada rencana untuk tindakan lebih lanjut.

“Kami menyampaikan maksud kami dengan sangat jelas dalam beberapa hari terakhir dan sejujurnya sulit untuk membicarakannya lagi,” kata Havertz. 

“Semua orang tahu sudut pandang kami, jadi fokus kami sekarang adalah 100% pada sepak bola.”

Havertz tidak ingin lagi membahas soal pandangan dalam sejumlah kontroversial arisan Piala Dunia 2022, dia menyerukan rekan-rekannya untuk fokus pada permainan. 

(atmaja wijaya/muf)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0% Suka
  • 0% Lucu
  • 0% Sedih
  • 0% Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan


Daun Media Network