5 Pesepakbola Singapura Terbaik Abad ini

Feature | 11 August 2020, 19:40
5 Pesepakbola Singapura Terbaik Abad ini
Kredit: instagram.com/ikhsanfandi

Ikhsan saat ini bermain untuk klub Norwegia, Raufoss IL

Libero.id - Sejak didirikan 128 tahun yang lalu, persepakbolaan Singapura yang dinaungi oleh Football Association of Singapore (FAS) memiki rentetan sejarah yang cukup impresif terutama di wilayah Asia Tenggara, dimana The Lions memenangkan Piala AFF sebanyak 4 kali, kedua terbanyak setelah Thailand.

Adapun pemain yang paling ikonik, terbaik sekaligus legenda hidup Singapura, yakni Fandi Ahmad tentunya. Pemain Asia Tenggara pertama yang bermain di Eropa bersama FC Groningen. Meskipun hanya bertahan dua tahun di Belanda, Fandi telah meninggalkan jejak buat anak cucunya bahwa ada pemain Asia Tenggara, khususnya Singapura, yang pernah bermain di benua Biru.

Fandi Ahmad yang saat ini telah ‘usang’ dan tak aktif lagi sebagai aktor lapangan hijau, kini menikmati karirnya sebagai pelatih timnas Singapura U-22. Lalu siapa saja pemain Singapura yang kini mengharumkan nama Negeri Singa, khusunya Asia? Berikut ulasan 5 pesepakbola Singapura terbaik saat ini:

5.Ikhsan Fandi

Kredit: instagram.com/ikhsanfandi

Putra tertua kedua Fandi Ahmad, Ihksan Fandi benar-benar menunjukkan bakat alaminya sebagai seorang striker dalam beberapa tahun terakhir. Pemain berusia 21 tahun itu kini bermain untuk klub divisi satu Norwegia, Raufoss IL, menjadikannya pemain Singapura pertama yang bermain di Eropa dalam 31 tahun terakhir.

Dengan ketenangannya di depan gawang, akselerasinya yang fantastis serta duel udara yang cukup mumpuni, Ikhsan adalah orang yang tepat untuk memimpin barisan depan Singapura dalam 10 tahun mendatang. Sejauh ini bersama timnas Singapura, Ikhsan telah mencetak  8 gol dari 18 penampilan yang suda ia buat, 3 diantaranya ia cetak dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2022 Qatar.

4. Gabriel Quak Jun Yi

Pemain jebolan National Football Academy itu mulai naik namanya dengan insiden yang cukup memalukan, dimana Gabriel berkelahi dengan pemain muda Beijing Guoan Talent kala ia bermain untuk Young Lions. Namun karena berbakat dalam memberikan umpan silang yang sempurna, bahkan yang terbaik di Singapura, Gabriel juga tak jarang mendapat banyak pujian. Gabiel kini bermain untuk Lion City Sailors yang dahulu bernama Home United.

Di tahun 2019, ketika ia masih bermain untuk Warriors FC, Gabriel sebenarnya memiliki kesempatan untuk bermain di Liga Thailand namun tawaran itu ia tolak karena alasan keluarga. Di timnas Singapura, Gabriel adalah orang Tionghoa Singapura pertama yang tampil secara reguler dalam beberapa tahun terakhir untuk The Lions. Di usianya yang ke-29, Gabriel telah mengemas 35 caps dan 5 gol sejauh ini.

3. Hassan Sunny

Semua masyarakat Singapura tahu bahwa Hassan Sunny sangat layak menyandang sebagai kiper terbaik untuk The Lions dalam 2 dekade terakhir. Singapura mempunyai nama-nama beken seperti David Lee di tahun 80-an, Lionel Lewis pada awal 2000-an, namun nama Hassan tetap yang terbaik.

Karir profesionalnya di level klub dimulai pada tahun 2003 bersama Geylang United yang kemudian membukakan jalannya untuk bergabung bersama  Tampines Rovers. Bersama klub berjuluk The Stags itu, Hassan menunjukkan penampilan terbaiknya di sana. Kini Hassan bermain untuk Lion City Sailors, dan di usianya yang sudah menginjak 36 tahun, Hassan tetap lah pilihan utama di bawah mistar dimanapun ia bermain.

Sementara untuk timnas Singapura, Hassan telah membukukan 85 caps bersama The Lions, dan Hassan menjadi bagian dari tim jawara Singapura ketika memenangkan Piala AFF ditahun 2004 dan ditahun 2007.

2. Safuwan Bahrudin

Kredit: instagram.com/safuwanbaharudin

Safuwan adalah pemain penting Singapura ketika memenangkan Piala AFF ke-4 mereka di tahun 2012. Duet pemain berusia 28 tahun itu dengan Baihakki Khaizan di lini tengah pertahanan The Lions benar-benar membuat para pemain Thailand frustrasi untuk mencetak gol, terutama ketika bermain di  Jalan Besar Stadium.

Selain bermain sebagai bek tengah untuk negaranya, Safuwan juga sering bermain sebagai gelandang bertahan untuk klubnya saat ini, Selangor FA. Safuwan memiliki teknik bermain yang bagus dan multifungsi di lapangan, mulai bermain sebagai bek tengah, bek kanan, gelandang tengah hingga striker - posisi yang ia mainkan saat dipinjamkan ke Melbourne City FC pada 2015 lalu.

Memulai karir seniornya di timnas Singapura pada tahun 2010, sejauh ini Safuwan telah mengemas 96 caps serta telah mencetak 6 gol untuk negaranya. Safuwan juga dikenal sebagai defender yang bagus dalam tekel serta timing-nya saat duel udara adalah salah satu yang terbaik di Asia Tenggara.

1. Hariss Harun

Kredit: instgram.com/hariss14

Dijuluki sebagai ‘Fantastic Kapten’, dan memang Hariss Harun adalah kapten dari timnas Singapura saat ini. Gelandang tengah energik itu sering kali menunjukan penampilan yang impresif ketika mengawal lini tengah tim yang ia bela, baik itu bersama Johor Darul Ta'zim ataupun dengan timnas Singapura.

Memulai karir profesionalnya di tahun 2007 bersama Young Lions, Hariss kemudian hijrah ke Lions XII di tahun 2012. 6 tahun di Kota Pelabuhan, Hariss kemudian dibeli oleh Johor Darul Ta'zim.

Bersama Southern Tigers, pemain bernomor punggung 14 itu meraih banyak kesuksesan mulai dari Malaysia Super League yang berhasil ia rengkuh sebanyak 5 kali, 3 diantaranya diraih secara beruntun yakni 2014, 2015 dan 2016. Selain itu, berkat kontribusinya,  JDT menjadi tim Asia Tenggara pertama yang mampu memenangkan AFC CUP, yakni di tahun 2015 ketika Safiq dan kawan-kawan mampu menumbangkan Istiklol di final.

Hariss sendiri adalah pemain Singapura termuda ketika membuat debut internasionalnya pada usia 16 tahun dan 217 hari dan hingga sekarang belum ada pemain Singapura manapun yang mampu memecahkan rekor tersebut.

Di usianya yang ke-29 tahun, Hariss telah membukukan 101 caps dan telah mencetak 10 gol.  Hariss dikenal sebagai salah gelandang box-to-box terbaik di Asia Tenggara saat ini dengan stamina kuda, kuat dalam tekel serta kemampuan passingnya yang bagus, tidak mengherankan jika ia sering kali ditempatkan sebagai  jenderal lapangan tengah ketimbang bek tengah, walaupun ia juga mampu melakukannya.

Hariss adalah bagian integral Singapura ketika menjuarai Piala AFF 2012 selain Safuwan Baharudin yang telah dijelaskan sebelumnya.






Artikel Terkait

Artikel Terpopuler