7 Pesepakbola Indonesia yang Mencoba Peruntungan Jadi Politikus

"Popularitas membuat mereka tergoda untuk terjun ke dunia politik. Berharap keuntungan pemilihan langsung."

Feature | 17 August 2020, 13:01
7 Pesepakbola Indonesia yang Mencoba Peruntungan Jadi Politikus

Libero.id - Kebebasan politik yang ada di Indonesia benar-benar dimanfaatkan oleh banyak orang untuk bermimpi menjadi pejabat publik. Selain artis dan musisi, para pesepakbola juga berlomba-lomba beralih profesi terjun ke panggung politik untuk mencoba peruntungan menjadi anggota dewan atau kepala daerah.

Pendapatan yang besar plus popularitas yang terus terjaga menjadi alasan para pesepakbola mencoba dunia baru. Dibungkus alasan "memperjuangan rakyat", mereka berusaha mencari celah agar terpilih menduduki jabatan seperti keinginan. Bergabung dengan partai politik menjadi salah satu caranya.

Berikut ini 7 pesepakbola terkenal di Indonesia yang memutuskan bertarung di kontestasi politik. Ada yang sukses, tidak sedikit yang gagal. Beberapa tidak menyerah dan terus berusaha hingga hari ini.


1. Jack Komboy

Komboy pernah dikenal sebagai salah satu pemain bertahan terbaik yang dimiliki Persipura Jayapura. Gaya mainnya yang lugas dan tak kenal kompromi membuat Mutiara Hitam sempat merajai kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia, baik di era Divisi Utama maupun Indonesia Super League. Komboy juga sempat mendapatkan panggilan timnas.

Popularitas yang tinggi membuat Komboy menjadi rebutan sejumlah partai politik untuk dijadikan calon anggota legislatif. Bak gayung bersambut, setelah pensiun sebagai pesepakbola, Komboy langsung banting kemudi. Pada Pemilu 2009 dan 2014,  Komboy diusung Partai Hanura untuk kursi DPRD Papua.

Komboy sukses menjadi anggota parlemen dan bertahan hingga hari ini. Bahkan, pemain Indonesia di Piala AFF 2004 tersebut sekarang menduduki jabatan sebagai Ketua Komisi V. Komboy sedang bertugas mengawal PON 2020 di Papua.


2. Aris Budi Prasetyo

Aris dikenal sebagai pemain yang malang melintang di sejumlah klub sepakbola Jawa Timur. Dia pernah membela Arema Malang, Petrokimia Putra, Persik Kediri, Persema Malang, hingga Persekabpas Pasuruan. Aries juga pernah mendapatkan kesempatan membela timnas Indonesia.

Salah satu momen Aris di sepakbola Indonesia terjadi pada Copa Dji Sam Soe 2006. Dia mencetak gol saat Arema mengalahkan Persipura. Singo Edan juara dan Aris terpilih menjadi pemain terbaik kompetisi yang sekarang bernama Piala Indonesia tersebut.

Setelah pensiun dari lapangan hijau, mantan bek tengah itu menapaki karier sebagai politisi. Bersama Partai Amanat Nasional, Aris menjadi Caleg DPRD Kabupaten Pasuruan pada Pemilu 2014 dan 2019. Aris menang. Dia menjadi anggota dewan pada dua periode, yaitu 2014-2019 dan 2019-2024.


3. Nil Maizar

Libero.id

Kredit: instagram.com/coach_nilmaizar

Nil dikenal sebagai pelatih yang sukses bersama Semen Padang ketika Indonesia Super League digelar. Sebagai nakhoda, kelebihan utama pria asal Sumatera Barat tersebut adalah kemampuan memotivasi para pemain. Layaknya Antonio Conte di Italia, Nil juga ekspresif ketika berada di ruang ganti maupun bench pemain.

Ketika PSSI dilanda dualisme, Nil sempat didaulat menjadi nakhoda timnas Indonesia. Dia memimpin skuad Garuda pada sejumlah pertandingan uji coba, turnamen tidak resmi, Piala AFF 2012, hingga Kualifikasi Piala Asia 2015. Dengan materi pemain yang terbatas akibat konflik, peruntungan Nil tidak sebagus saat menukangi Kabau Sirah.

Dengan popularitas yang dimiliki, pada 2014, Nil dipinang Partai Nasdem. Organisasi besutan Surya Paloh itu mendaftarkan Nil sebagai calon anggota DPR RI pada Pemilu 2014 dan 2019. Namun, pria yang kini melatih Persela Lamongan tersebut tidak lolos ke Senayan. 

Kini, Nil akan kembali terjun ke Pilkada Kabupaten Limapuluh Kota di Sumatera Barat. Dia dicalonkan Nasdem untuk menduduki kursi wakil bupati. Konon, Nil dan Nasdem sedang melakukan lobi-lobi politik.


4. Markus Horison

Libero.id

Markus Harison

Markus sempat dikenal sebagai kiper terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Dengan ciri khas kepala plonos, legenda PSMS Medan tersebut selalu tampil sigap di bawah mistar gawang. Selain memiliki reflek yang bagus, mantan suami Kiki Amalia itu juga sangat pandai membaca arah permainan.

Bukti kehebatan Markus masih terekam hingga saat ini. Salah satu siklus terbaik Markus di timnas Indonesia adalah Piala AFF 2008 dan 2010. Pada 2010, Indonesia hampir juara jika tidak dikalahkan Malaysia di final. Sementara pada 2008, Markus membantu Indonesia mencapai semifinal.

Setelah sempat menghilang lama, Markus mendadak muncul pada 2016 dengan status sebagai kader Perindo. Saat itu, dia bersama rombongan partai menyambangi KPUD Langkat untuk menjadi peserta Pilkada. Partai besutan Hary Tanoe itu juga menjadikan Markus salah satu calon anggota DPRD Langkat pada Pemilu 2019.

Sayang, Markus gagal. Kini, dia kembali ke sepak bola sebagai pelatih kiper timnas U-16. Markus bekerja bersama Bima Sakti.


5. Budi Sudarsono

Budi pernah menjadi salah satu pemain paling bahaya di kotak penalti lawan. Bersama sejumlah klub Liga Indonesia seperti Deltras Sidoarjo, Persik Kediri, hingga Persija Jakarta, Budi mendapatkan julukan Budigol karena ketajamannya. Dia juga dijuluki Si Piton karena kelincinannya di lapangan.

Bersama timnas Indonesia, Budi menampilkan permainan yang membanggakan ketika Piala Asia 2007 digelar di empat negara ASEAN. Budi meliuk-liuk  untuk menjebol jala Bahrain. Dia juga tampil sangat membanggakan pada sejumlah event tim Garuda. Sebut saja Piala Tiger 2002, Kualifikasi Piala Dunia 2006, Piala Asia 2004, Piala Asia 2007, Kualifikasi Piala Dunia 2010, hingga Piala AFF 2008.

Setelah pensiun, Budi mencoba peruntungan menjadi anggota dewan. Dia bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan. Budi dicalonkan untuk menduduki jabatan di DPRD Kabupaten Kediri pada 2019.

Namun, nama besar saja ternyata tidak cukup. Budi gagal mendulang suara sehingga gagal masuk parlemen. Kini, dia kembali ke panggung yang membesarkan namanya. Budi baru ditunjuk sebagai pelatih Macan Putih. Dia ditugaskan memimpin Persik di lanjutan Liga 1 setelah libur akibat pandemi Covid-19.


6. Rahmad Darmawan

RD punya curriculum vitae yang bagus sebagai pemain maupun pelatih sepakbola di Indonesia. Pria asal Lampung itu tercatat sebagai pemain timnas pada 1986-1994. Saat ganti profesi menjadi pelatih, pensiunan TNI-AL berpangkat Mayor itu adalah jaminan sukses sejumlah klub di Liga Indonesia. RD juga sempat melatih di Malaysia.

Bersama Persipura, RD menghadirkan gelar juara Divisi Utama 2005. Dengan Sriwijaya FC, dia sukses di Divisi Utama 2007/2008 serta tiga kali Copa Dji Sam Soe (2007/2008, 2008/2009, 2010).

Berkat performa yang bagus di klub, RD sempat dua kali dipercaya menjadi asisten pelatih timnas Indonesia. Dia juga pernah menjadi caretaker tim Garuda. Puncaknya ketika memimpin timnas U-23 di SEA Games 2011 dan 2013. Tapi, pada dua SEA Games tersebut, Indonesia harus puas dengan raihan medali perak.

Kini, RD masih aktif sebagai pelatih Madura United. Tapi, belum lama ini dia menjadi kader Partai Demokrat setelah mendapat Kartu Tanda Anggota, yang langsung diserahkan sang ketua umum, Agus Harimurti Yudoyono. Muncul kabar RD dicalonkan sebagai wakil bupati Lampung Tengah, meski kemungkinan batal juga besar.


7. Atep Rizal

Libero.id

Kredit: instagram.com/4tep

Atep selama ini identik dengan Persib Bandung. Sempat membela Persija Jakarta di awal karier, mantan pemain sayap itu meraih era kegemilangan saat menjadi personel Maung Bandung. Atep ikut membantu Persib menjuarai Indonesia Super League 2014. Dia juga berjaya di Piala Presiden 2015.

Berkat performa yang bagus pada eranya, Atep sempat dipercaya menjadi pemain timnas Indonesia di berbagai kelompok umur. Dia tercatat memperkuat skuad Garuda pada Piala AFF 2007 dan Piala Asia 2007.

Sempat bermain untuk Mitra Kukar dan PSKC Cimahi, Atep akhirnya pensiun. Dia langsung alih profesi menjadi politisi. Bergabung dengan Partai Amanat Nasional, Atep mendapatkan kesempatan bertarung di Pilkada Kabupaten Bandung 2020. Atep dicalonkan menjadi wakil bupati dan akan berpasangan dengan Yena Iskandar Ma'soem. Pasangan Yena-Atep juga diusulkan PDI Perjuangan.

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0% Suka
  • 0% Lucu
  • 0% Sedih
  • 0% Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan


Daun Media Network