3 Negara ini Pernah Batal Gelar Piala Dunia U-20, yang 2 Soal Politik

"Semoga tidak terjadi dengan Indonesia."

Feature | 30 March 2023, 01:51
3 Negara ini Pernah Batal Gelar Piala Dunia U-20, yang 2 Soal Politik

Libero.id - PSSI masih memperjuangkan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 setelah acara drawing pembagian grup yang sedianya digelar di Bali, Jumat (31/3/2023), dibatalkan. Melalui Erick Thohir, PSSI langsung menghadap Gianni Infantino untuk berkonsultasi.

Merespons gonjang-ganjing masa depan Piala Dunia U-20 2023, Presiden Jokowi telah mengeluarkan pernyataan resmi yang menjamin keikutsertaan timnas Israel U-20. Itu adalah langkah yang dilakukan agar FIFA tidak mencoret Indonesia.

Potensi pembatalan besar karena FIFA merupakan otoritas tertinggi sepakbola internasional yang tidak bisa diatur olah negara manapun. Lembaga ini juga sudah memiliki pengalaman dan sejarah mencoret tuan rumah turnamen sepakbola internasional di level junior.

Nah, berikut ini 3 negara tuan rumah yang pernah batal menyelenggarakan Piala Dunia U-20:

1. Nigeria (Piala Dunia U-20 1991, Piala Dunia U-20 1995)

Nigeria adalah negara Afrika yang spesial untuk FIFA. Buktinya, mereka diberi kepercayaan dua kali menyelenggarakan Piala Dunia U-20. Sialnya, keduanya batal diselenggarakan, meski Pemerintah Nigeria sudah menyiapkan dana besar untuk membangun stadion dan fasilitas penunjang.

Kegagalan pertama terjadi pada Piala Dunia U-20 1991. Saat itu, status tuan rumah dibatalkan karena Asosiasi Sepakbola Nigeria (NFF) melakukan kesalahan fatal. Mereka menggunakan pemain yang usianya tidak sesuai alias pemalsuan umur. Akibatnya, Piala Dunia U-20 2023 dipindah ke Portugal.

Empat tahun kemudian, FIFA kembali menunjuk Nigeria. Seperti Piala Dunia U-20 1991, Pemerintah Nigeria serius menyiapkan diri. Tapi, saat turnamen akan berlangsung, wabah meningitis menyerang. Akibatnya, FIFA memindahkan hajatan ke Qatar.

2. Yugoslavia (Piala Dunia U-20 1993)

Pada sebua era, Yugoslavia adalah negara yang damai dan sejahtera. Sepakbola mereka juga berada di level dunia. Untuk menghormati kehebatan sepakbola Yugoslavia, FIFA memberikan kehormatan menjadi penyelenggara Piala Dunia U-20 1993.

Namun, seperti yang telah menjadi sejarah, konflik politik dalam negeri dan runtuhnya Uni Soviet membuat tensi di Balkan memanas. Yugoslavia pecah, dan perang besar terjadi.

FIFA memutuskan mencabut hak Yugoslavia dan memindahkannya ke Australia. FIFA juga menghukum Yugoslavia dari semua aktivitas sepakbola internasional. Hukuman itu baru dicabut setelah perang berakhir.

3. Irak (Piala Dunia 2003)

Dengan penuh risiko, FIFA memutuskan menunjuk Irak sebagai penyelenggara Piala Dunia U-20 2003. FIFA merasa Irak memiliki semua syarat dan kemampuan menyelenggarakan hajatan besar sepakbola di level junior. Apalagi, tim junior Irak punya prestasi yang bagus di level Asia.

Tapi, perjudian FIFA akhirnya terbayar sebagai kesalahan. FIFA terpaksa membatalkan turnamen karena Amerika Serikat (AS) melakukan invasi ke Irak. Jadi, FIFA terpaksa memindahkan Piala Dunia U-20 2003 ke Uni Emirat Arab (UEA).

(mochamad rahmatul haq/anda)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0% Suka
  • 0% Lucu
  • 0% Sedih
  • 0% Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan


Daun Media Network