Apa Kabar Ide Ganti Lemparan ke Dalam? Kalau Deal, Nasib Pratama Arhan Suram

"Akan diuji di Divisi II Belanda."

Feature | 21 May 2023, 02:12
Apa Kabar Ide Ganti Lemparan ke Dalam? Kalau Deal, Nasib Pratama Arhan Suram

Libero.id - Beberapa waktu lalu muncul ide dari Direktur Pengembangan Sepakbola Global FIFA, Arsene Wenger, tentang perubahan sejumlah aturan permainan sepakbola. Salah satu yang diusulkan mantan pelatih Arsenal itu adalah mengganti lemparan ke dalam (throw-in) dengan tendangan ke dalam (kick-in). Lalu, apa kabarnyan kini?

Wacana mengganti lemparan ala Pratama Arhan itu diusulkan Arsene Wenger pada 2020. Aturannya sangat mirip futsal.

Ketika itu, pelatih asal Prancis mengungkapkan beberapa alasannya terkait usul pergantian lemparan ke dalam dengan tendangan ke dalam. Pergantian aturan adalah upaya untuk membuat permainan "lebih spektakuler dan lebih cepat". Arsene Wenger percaya, permainan perlu dipercepat untuk menjaga perhatian generasi muda.

"Kami (FIFA) ingin mengubah aturan lemparan ke dalam. Lima menit sebelum akhir, lemparan ke dalam untuk sebuah tim seharusnya menjadi keuntungan. Tapi, dalam situasi ini pemain akan menghadapi 10 pemain lapangan dalam permainan. Sementara anda hanya memiliki sembilan pemain," ujar Arsene Wenger saat itu, dilansir L'Equipe.

"Sebab, delapan dari 10 situasi lemparan ke dalam, pemain kehilangan bola. Di separuh lapangan anda, anda seharusnya memiliki kemungkinan untuk melakukan tendangan," kata Arsene Wenger.

View this post on Instagram

A post shared by ARHAN (@pratamaarhan8)

Meski semoat ditolak, ide itu ternyata terus bergulir. Bahkan, tahun lalu IFAB sudah melakukan uji coba.

"Ide tendangan ke dalam akan segera diuji coba. Percobaan lain juga akan dilakukan seperti menjelaskan keputusan wasit tertentu selama pertandingan dan perhitungan waktu bermain yang berpotensi lebih adil. Setiap uji coba memerlukan izin dan akan diawasi oleh IFAB dan FIFA," bunyi pernyataan IFAB ketika itu di situs resminya.

Yang disebut "perhitungan waktu bermain yang lebih adil" dapat mencakup penerapan waktu murni dalam pertandingan. Jadi, ketika bola keluar atau wasit menghentikan permainan, waktu akan dimatikan. Ini sama persis dengan futsal dan bola basket.

Dalam pertemuan tersebut, IFAB juga memutuskan untuk menambah jumlah maksimal nama pemain yang ada di daftar susunan pemain dari sebelumnya 12 orang menjadi 15. Ada juga penambahan pergantian pemain dari tiga menjadi lima.

Uniknya, Wenger juga mengusulkan beberapa aturan lain, termasuk off side. "Untuk saat ini, anda berada dalam posisi off side jika bagian tubuh anda yang bisa anda gunakan untuk mencetak gol berada di depan tubuh bek lawan anda," ujar mantan pelatih AS Monaco itu.

"Saya ingin tidak ada off side selama bagian tubuh (tunggal) yang dapat digunakan pemain untuk mencetak gol sejajar dengan bek. Ini bisa menjadi keuntungan yang terlalu besar bagi penyerang, karena itu mengharuskan bek untuk bermain lebih tinggi," beber Arsene Wenger.

Menurut Arsenal Wenger, tendangan sudut dan tendangan bebas juga menjadi hal yang wajib dikaji ulang.

"Kami juga mempertimbangkan hal-hal lain. Tendangan sudut masuk yang keluar dari permainan dan masuk kembali dapat dibuat valid. Ini akan menciptakan peluang mencetak gol baru. Ada juga pilihan untuk memainkan tendangan bebas untuk diri sendiri," ungkap Wenger.

Menariknya, Asosiasi Sepakbola Belanda (KNVB) akan menjalankan beberapa ide Arsene Wenger di Eerste Divisie 2023/2024. Mereka mencoba aturan tersebut di kompetisi kasta kedua setelah musim lalu sempat dicoba di liga amatir, dan sukses.  

(andri ananto/anda)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0% Suka
  • 0% Lucu
  • 0% Sedih
  • 0% Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan


Daun Media Network