Selamat Ulang Tahun!

Kisah Andoni Zubizarreta, Kiper Hebat Spanyol Sebelum Era Casillas dan de Gea

"Pada era modern, dia menjadi direktur olahraga Barcelona dan Marseille. Dulu kiper yang tak tergantikan."

Biografi | 09 October 2020, 03:02
Kisah Andoni Zubizarreta, Kiper Hebat Spanyol Sebelum Era Casillas dan de Gea

Libero.id - Spanyol masa kini punya banyak kiper hebat. David de Gea dan Kepa Arrizabalaga jadi dua nama terdepan yang membela dua klub elite Liga Premier, Menchester United dan Chelsea. Sebelumnya, ada Pepe Reina yang bersinar bersama Liverpool, Victor Valdes (Barcelona), Iker Casillas (Real Madrid), Andres Palop (Sevilla), hingga Santiago Canizares (Valencia).

Namun, jauh sebelum kiper-kiper tersebut memperkuat La Furia Roja di banyak ajang sepakbola internasional, mistar gawang Spanyol hanya dijaga satu orang selama bertahun-tahun. Dia adalah Andoni Zubizarreta.

Berasal dari Basque dan lahir di Vitoria, 23 Oktober 1961, Zubizarreta memulai karier bersama klub di kampung halamannya, Deportivo Alaves. Pada 1979 dia dicatat sebagai anggota lini pertahanan Alaves B setelah menimba ilmu di akademi selama beberapa tahun.

Sayangnya peruntungan Zubizarreta di Alaves tidak terlalu bagus. Akibat jarang mendapatkan kesempatan bermain di kompetisi resmi, dia memutuskan hijrah ke Athletic Bilbao. Lima musim di Estadio San Mames, Zubizarreta tampil stabil. Total, 239 penampilan pada semua kompetisi resmi domestik maupun internasional dijalani.

Bersama Los Leones, Zubizarreta juga berhasil mempersembahkan sederet trofi bergengsi. Sebut saja La Liga (1982/1983, 1983/1984), Copa del Rey (1983/1984), dan Supercopa de Espana (1984).

Keberhasilan bersama Bilbao membuat proposal transfer datang dari Barcelona pada 1986. Dengan transfer yang jika dinilai uang saat ini sekitar 1,7 juta euro, pemilik nama lengkap Andoni Zubizarreta Urreta tersebut langsung menjelma menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang.

Libero.id

Kredit: fcbarcelona.com

Pindah ke Camp Nou membuat karier Zubizarreta meroket. Dia mendapatkan puncak penampilannya di klub elite Katalunya tersebut. Selama delapan musim, Zubizarreta berada pada 410 pertandingan semua ajang. Dia menjadi saksi mata kehebatan Barcelona di banyak pertandingan domestik maupun internasional.

Zubizarreta adalah penjaga gawang ketika El Barca memasuki era kejayaan bersama Johan Cruyff sebagai nakhoda sekaligus founding father tiki-taka. Dia menghuni Barcelona ynang meraih banyak gelar prestisius. Contohnya, La Liga (1990/1991, 1991/1992, 1992/1993, 1993/1994), Copa del Rey (1987/1988, 1989/1990), serta Supercopa de Espana (1991, 1992). Ada lagi, Piala Champions (1991/1992), Piala Winners (1988/1989), serta Piala Super Eropa (1992).

Bersama Barcelona pulalah panggilan reguler timnas didapatkan penjaga gawang setinggi 187 cm tersebut. Dia menjalani debut internasional pada 23 Januari 1985 ketika beruji coba melawan Finlandia. Saat itu dia masih berseragam Bilbao. Tapi, setelah pindah ke Barcelona setahun kemudian, Zubizarreta semakin tak tergantikan di gawang tim Matador.

Memperkuat Spanyol, Zubizarreta tampil di empat Piala Dunia beruntun, yaitu 1986, 1990, 1994, dan 1998. Zubizarreta juga bermain pada Euro 1988 dan 1996. Dia pernah tercatat sebagai pesepak bola yang paling banyak bermain untuk Spanyol dengan 126 pertarungan sejak 1985 hingga 1998.

Rekor tersebut sekarang sudah patah. Pasalnya, ada empat pemain yang memiliki jumlah penampilan lebih banyak dari Zubizarreta. Mereka adalah Andres Iniesta dengan 131 pertandingan, Xavi Hernandez (133), Casillas (167), dan Sergio Ramos (173). Bahkan, tidak lama lagi catatan Zubizarreta akan disamai Sergio Busquets (118).

"Melewati prestasi Zubi adalah pencapaian yang membanggakan bagi karier saya. Dia adalah kiper terhebat yang pernah dimiliki Spanyol," kata Casillas saat mencatatkan 127 caps pada 2011, dilansir El Mundo Deportivo.

Zubizarreta mengakhiri karier di Barcelona setelah kekalahan 0-4 dari AC Milan pada final Liga Champions 1993/1994. Setelah itu, dia menerima pinangan Valencia untuk merumput hingga akhir musim 1997/1998. Dia pensiun pada usia 37 tahun setelah bermain 622 pertandingan La Liga dengan menderita 626 gol.

Setelah gantung sarung tangan, Zubizarreta mengeluti aktivitas baru dengan menjadi pengusaha anggur. Tapi, pada 2 Juli 2010, dia kembali ke sepakbola setelah Sandro Rosell menjadi presiden El Barca. Zubizarreta ditunjuk sebagai direktur olahraga menggantikan sabahatnya, Txiki Begiristain.

Pada 5 Januari 2015, Zubizarreta dipecat dari posisinya oleh presiden Barcelona yang baru, Josep Maria Bartomeu. Zubizarreta dibuang karena transfer Neymar da Silva Santos Junior dari Santos pada 2015 penuh dengan masalah sehingga Barcelona harus menanggung hukuman FIFA.

Hampir dua tahun menganggur, Zubizarreta mendapatkan tawaran Olympique Marseille untuk menjadi direktur sepakbola pada 27 Oktober 2016. Dia datang bersama presiden baru L'Oheme, Jacques-Henri Eyraud. Tapi, posisi itu tidak bertahan lama setelah Zubizarreta digantikan Pablo Longoria.




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Komentar

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=3HhTsB9sW4g

Artikel Pilihan