Daftar 5 Juara Dunia MotoGP dari Suzuki, Joan Mir Selanjutnya?

Sport | 15 November 2020, 13:40
Daftar 5 Juara Dunia MotoGP dari Suzuki, Joan Mir Selanjutnya?
Kredit: instagram.com/joanmir36official dan instagram.com/kschwantz34

"Sejarah akan diciptakan Joan Mir jika mampu tampil bagus pada MotoGP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo."

Libero.id - Sejarah akan diciptakan Joan Mir jika mampu tampil bagus pada MotoGP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo, Minggu (15/11/2020). Rider asal Spanyol itu akan menjadi penunggang Suzuki pertama yang jadi juara dunia setelah puasa sejak 2000. 

Dalam kondisi pandemi Covid-19, para pembalap unggulan seperti Marc Marquez dan Valentino Rossi tidak bisa tampil maksimal. Akibatnya, para pembalap lapis kedua seperti Mir menyodok. Hingga hari ini, Mir masih kokoh di puncak klasemen sementara setelah menang di MotoGP Eropa, pekan lalu.

Mir saat ini memuncaki klasemen dengan 162 poin. Dia unggul 37 poin atas dua pesaing terdekatnya, Fabio Quartararo dan Alex Rins. Quartararo menempati peringkat 2 dengan 125 poin. Sementara Rins di posisi 3 dengan mengumpulkan poin sama, tapi kalah jumlah kemenangan.

Dengan dua seri tersisa, Quartararo dan Rins masih memiliki peluang untuk menjadi juara dunia. Begitu juga dengan Maverick Vinales yang sekarang menempati peringkat 4 dengan 121 poin.

Namun, peluang terbesar untuk menjadi juara musim ini tetap berada di tangan Mir. Keunggulan 37 angka atas Quartararo dan Rins, serta 41 poin atas Vinales menempatkan Mir di atas angin. Jika beruntung pada balapan di Valencia, akhir pekan ini, Mir bisa berpesta.

Mengutip dari laman resmi MotoGP, berikut adalah skenario bagi Mir untuk mengunci gelar juara dunia. Syarat pertama, naik podium. Kedua, finish di posisi 4, 5, atau 6 dengan catatan Quartararo atau Rins tidak menjadi pemenang. Ketiga, finish di peringkat 7, sedangkan Quartararo, Rins, atau Vinales gagal menang. Bisa juga finish di posisi 8, 9, 10, dan Vinales tidak menang, Quartararo serta Rins finish tidak lebih baik dari posisi 3.

Bahkan, Mir bisa menang jika finish posisi 11. Syaratnya, Vinales, Franco Morbidelli atau Andrea Dovizioso tidak menang; Quartararo dan Rins finish tidak lebih baik dari posisi 3. Bahkan, jika gagal meraih poin, Mir tetap bisa juara jika Morbidelli dan Dovizioso finish tidak lebih baik dari posisi 3, Vinales tidak naik podium, Quartararo, dan Rins finish tidak lebih baik dari posisi 5.

Jika sukses, Mir akan menjadi pembalap Suzuki keenam yang menjuarai MotoGP. Berikut ini 6 pembalap sebelumnya:


1. Barry Sheene (1976, 1977)

Pembalap asal Inggris itu menjadi penunggang motor Suzuki pertama yang berjaya, yaitu pada 1976 dan 1977. Sheene dikontrak Suzuki pertama kali pada 1972/1973 untuk memenangkan kejuaraan Formula 750 Eropa yang baru dibentuk pada 1973.

Lalu, pada 1974, Suzuki memperkenalkan RG500 yang dikendarai Sheene ke posisi 2, 3, 4 dengan skor 30 poin dan finish keenam di Kejuaraan Dunia. Sebuah kecelakaan spektakuler di Daytona 200 pada musim 1975, karier Sheene sempat terancam. Paha kiri, lengan kanan, tulang selangka, dan dua tulang rusuknya patah.

Namun, secara ajaib Sheene pulih dan membalap lagi tujuh minggu kemudian. Mengendarai RG500, dia mencetak kemenangan 500cc pertama yang mengesankan di Belanda. Lalu, pada 1976, dia memenangkan lima seri GP 500cc untuk menjadi juara dunia. Pada musim selanjutnya, Sheene kembali berjaya.


2. Marco Lucchinelli (1981)

Lucchinelli memulai karier balap jalanannya pada 1975 di Laverda dalam balapan ketahanan. Tunggangannya cukup mengesankan pabrik Yamaha untuk memberinya motor tangguh pada Kejuaraan Nasional Italia serta GP 350cc. Pada 1976, dia mengendarai Suzuki di Kejuaraan Dunia 500cc. Pada musim 1977, dia turun ke posisi 11 di Kejuaraan Dunia 500 dengan mengendarai Yamaha.

Lucchinelli menjalani tahun terbaiknya pada 1981. Dia memulai musim itu dengan kemenangan atas Kenny Roberts dalam perlombaan non-kejuaraan Imola 200 yang bergengsi di Italia. Dia kemudian meraih 5 kemenangan GP 500cc dan mengalahkan Randy Mamola untuk menjadi juara dunia.

Sayang, pada 1982 Lucchinelli menerima tawaran pekerjaan dari Honda untuk balapan NS500 3 silinder baru mereka bersama Freddie Spencer dan Takazumi Katayama. Dia akan mengalami musim yang kurang bersemangat. Pasalnya, Franco Uncini menjadi juara dunia dengan motor berlogo Suzuki.


3. Franco Uncini (1982)

Setelah beberapa tahun mengecewakan dengan Yamaha, pada 1979 Uncini membeli Suzuki dan meluncurkan tim pribadinya sendiri di kelas 500cc. Dia adalah privateer peringkat teratas, baik pada 1979 maupun 1980. Dia mampu finish di posisi 5 dan 4 pada dua musim tersebut.

Sayang, kecelakaan menghalangi Uncini untuk tampil bagus di musim 1981. Tapi, setelah Marco Lucchinelli bergabung dengan Honda, Suzuki menawarkan Uncini sepeda balap resmi yang disponsori oleh pabrik yang dijalankan oleh timnya Roberto Gallina.

Dengan kendaraan yang kompetitif, Uncini memenangkan Kejuaraan Dunia 1982. Dia mencetak lima kemenangan di Austria, Belanda, Yugoslavia, Inggris, dan AS. Dia adalah pebalap Italia terakhir yang memenangkan mahkota 500cc sampai Valentino Rossi menang pada 2001.


4. Kevin Schwantz (1993)

Libero.id

Kredit: instagram.com/kschwantz34

Akhir 1980-an hingga awal 1990-an dikenang sebagai salah satu era paling kompetitif di GP 500cc. Persaingan sangat sengit yang melibatkan Wayne Rainey, Wayne Gardner, Mick Doohan, Eddie Lawson, dan Randy Mamola. Situasi semakin menegangkan ketika Schwantz dipercaya menjadi penunggang Suzuki.

Sempat dipandang sebelah mata, rider AS itu mencapai puncak karier pada 1993. Dia menjuarai GP 500cc setelah menang 4 kali, naik podium 11 kali, dan mengoleksi total 248 poin.

Sayang, kecelakaan pada 1994 membuat Schwantz meninjau ulang kariernya. Pada awal musim 1995 dan setelah menjalani percakapan dengan Rainey, Schwantz memutuskan untuk pensiun dari kompetisi sepeda motor. Dia telah mengumpulkan 25 kemenangan GP selama kariernya. Jumlah itu lebih banyak dari Rainey, yang menjadi saingan terbesarnya.


5. Kenny Roberts Jr (2000)

Roberts adalah penunggang Suzuki terakhir yang mampu merasakan podium juara dunia MotoGP. Dia bergabung dengan Suzuki pada 1999 dan hanya butuh adaptasi satu musim untuk menjadi pembalap terbaik pada musim 2000.

Tapi, tanda-tanda Roberts akan sukses sudah terlihat di balapan debut bersama Suzuki. Di Malaysia, dia menghasilkan kemenangan mengejutkan dengan mengalahkan juara bertahan, Michael Doohan. Dia kemudian memenangkan balapan kedua di Jepang. Dia kembali mengalahkan Doohan. Kemenangan beruntun ini menempatkannya sebagai penantang kuat untuk Doohan.

Sayang, Doohan harus pensiun karena cedera yang dideritanya akibat kecelakaan pada seri 3 di Spanyol. Setelah itu, tantangan utama kejuaraan datang dari rekan setim Doohan, Alex Criville. Roberts gagal menemukan konsistensi selama sisa musim. Criville juara dan Roberts menjadi runner-up.

Beda dengan 1999, 2000 menjadi musimnya Roberts. Menghadapi "anak baru" Valentino Rossi, Roberts tidak lagi memikirkan Criville. Dia berhasil menemukan konsistensi dengan meraih 4 kemenangan dan 5 podium dalam 16 balapan. Roberts meraih gelar pertamanya pada dua balapan sebelum akhir musim, yaitu di GP Rio de Janeiro setelah  di posisi 6. Rossi menjadi pemenang seri itu.

Duel Roberts vs Rossi pada 2000 berlanjut ke 2001. Dengan Rossi mendominasi seri untuk memenangkan gelar, Roberts hanya berhasil naik podium tunggal dan menyelesaikan musim di posisi 11 yang mengecewakan. Ini juga menandai berakhirnya era 2-tak 500cc seiring perubahan regulasi untuk musim 2002.

Komentar

Klasemen

POIN
1
Manchester United FC
36
2
Liverpool FC
33
3
Manchester City FC
32
4
Leicester City FC
32
5
Everton FC
32
6
Tottenham Hotspur FC
30
7
Southampton FC
29
8
Aston Villa FC
26
9
Chelsea FC
26
10
West Ham United FC
26
11
Arsenal FC
24
12
Leeds United FC
23
13
Crystal Palace FC
23
14
Wolverhampton Wanderers FC
22
15
Newcastle United FC
19
16
Burnley FC
16
17
Brighton & Hove Albion FC
14
18
Fulham FC
12
19
West Bromwich Albion FC
8
20
Sheffield United FC
5
POIN
1
Club Atlético de Madrid
41
2
Real Madrid CF
37
3
FC Barcelona
34
4
Villarreal CF
32
5
Real Sociedad de Fútbol
30
6
Sevilla FC
30
7
Granada CF
27
8
RC Celta de Vigo
23
9
Cádiz CF
23
10
Real Betis Balompié
23
11
Levante UD
21
12
Athletic Club
21
13
Getafe CF
20
14
Valencia CF
19
15
SD Eibar
19
16
Deportivo Alavés
18
17
Real Valladolid CF
18
18
Elche CF
16
19
CA Osasuna
15
20
SD Huesca
12
POIN
1
AC Milan
40
2
FC Internazionale Milano
37
3
AS Roma
34
4
Juventus FC
33
5
SSC Napoli
31
6
Atalanta BC
31
7
US Sassuolo Calcio
29
8
SS Lazio
28
9
Hellas Verona FC
27
10
Benevento Calcio
21
11
UC Sampdoria
20
12
ACF Fiorentina
18
13
Bologna FC 1909
17
14
Spezia Calcio
17
15
Udinese Calcio
16
16
Cagliari Calcio
14
17
Genoa CFC
14
18
Torino FC
12
19
Parma Calcio 1913
12
20
FC Crotone
9
POIN
1
Sporting Clube de Portugal
35
2
FC Porto
31
3
Sport Lisboa e Benfica
31
4
Sporting Clube de Braga
27
5
FC Paços de Ferreira
22
6
Vitória SC
20
7
CD Santa Clara
15
8
CS Marítimo
14
9
Rio Ave FC
14
10
Moreirense FC
14
11
CD Nacional
13
12
Gil Vicente FC
13
13
SC Farense
12
14
Os Belenenses Futebol
12
15
CD Tondela
12
16
FC Famalicão
11
17
Boavista FC
11
18
Portimonense SC
11
POIN
1
FC Bayern München
33
2
RB Leipzig
31
3
Bayer 04 Leverkusen
29
4
Borussia Dortmund
28
5
1. FC Union Berlin
25
6
VfL Wolfsburg
25
7
Borussia Mönchengladbach
24
8
SC Freiburg
23
9
Eintracht Frankfurt
23
10
VfB Stuttgart
21
11
FC Augsburg
19
12
Hertha BSC
16
13
SV Werder Bremen
15
14
TSG 1899 Hoffenheim
15
15
DSC Arminia Bielefeld
13
16
1. FC Köln
11
17
FC Schalke 04
7
18
1. FSV Mainz 05
6
POIN
1
AFC Ajax
38
2
Feyenoord Rotterdam
35
3
SBV Vitesse
35
4
PSV
34
5
AZ
31
6
FC Groningen
30
7
FC Twente '65
27
8
Sparta Rotterdam
21
9
SC Heerenveen
21
10
FC Utrecht
18
11
Heracles Almelo
18
12
PEC Zwolle
17
13
Fortuna Sittard
16
14
VVV Venlo
15
15
RKC Waalwijk
13
16
ADO Den Haag
10
17
Willem II Tilburg
9
18
FC Emmen
5
POIN
1
Olympique Lyonnais
40
2
Paris Saint-Germain FC
39
3
Lille OSC
39
4
AS Monaco FC
33
5
Stade Rennais FC 1901
33
6
Olympique de Marseille
32
7
Angers SCO
30
8
Montpellier HSC
28
9
Racing Club de Lens
27
10
FC Girondins de Bordeaux
26
11
Stade Brestois 29
26
12
FC Metz
25
13
OGC Nice
23
14
Stade de Reims
21
15
RC Strasbourg Alsace
20
16
AS Saint-Étienne
19
17
FC Nantes
17
18
Dijon Football Côte d'Or
14
19
FC Lorient
12
20
Nîmes Olympique
12