Kisah Wiljan Pluim, Terlunta-lunta di Vietnam Sebelum Jadi Bintang PSM

Biografi | 30 November 2020, 13:42
Kisah Wiljan Pluim, Terlunta-lunta di Vietnam Sebelum Jadi Bintang PSM
Kredit: twitter.com/psmmakassar

"Juku Eja beruntung memiliki Pluim. Selain mempunyai kualitas, pesepakbola berpaspor Belanda tersebut tergolong setia"

Libero.id - Bisanya, pemain asing di Liga Indonesia bermain singkat di sebuah klub.Tapi, hal tersebut tidak berlaku untuk Willem Jan Pluim. Datang pada 2016, pemain asal Belanda itu tetap setia bersama PSM Makassar hingga musim ini.

Juku Eja cukup beruntung memiliki pemain asing seperti Pluim. Selain mempunyai kualitas permainan yang baik, pesepakbola berpaspor Belanda tersebut tergolong setia. Gelandang serang berusia 31 tahun itu tidak pernah berpikir untuk meninggalkan PSM. Bahkan, ketika pandemi Covid-19 menghentikan kemeriahan Liga 1.

Tapi, sebelum menjadi pemain idola suporter PSM, perjalanan Pluim cukup panjang dan berliku. Satu tahun sebelum bermain untuk Juku Eja, dia masih tercatat sebagai salah satu pemain yang berkompetisi di Eredivisie bersama Willem II Tilburg. 

Dari Negeri Kincir Angin, Pluim awalnya berencana bermain di Vietnam karena tawaran datang dari Becamex Binh Duong. Pluim sepakat bermain untuk Becamex karena pada musim tersebut menjadi wakil Vietnam di Liga Champions Asia.  Dengan penuh optimisme, dia terbang ke Hanoi dari Amsterdam.

Sayang, musibah tiba-tiba datang menghampiri. Tidak lama setelah Liga Vietnam berjalan, Pluim harus dirawat di rumah sakit akibat menderita infeksi usus. Entah apa penyebabnya, kemungkinan makanan yang dikonsumsi Pluim setiap hari yang kurang terjaga kebersihannya. Bisa juga karena alkohol yang berlebihan.

Melihat Pluim sakit keras, manajemen Becamex mengambil langkah pemutusan kontrak kerja. Mereka tidak peduli dengan kondisi Pluim yang sedang memerlukan bantuan moral maupun finansial. Becamex tidak ingin rugi mengontrak pemain yang yang tidak bisa bermain.

Beruntung, setelah menjalani perawatan beberapa hari, Pluim dinyatakan sembuh. Tapi, nasibnya terkatung-katung di negeri orang tanpa pekerjaan yang pasti dan uang yang mencukupi. Demi menjaga kebugaran tubuhnya, dia harus numpang latihan di FC Da Nang. Itu merupakan klub rival domestik Becamex. 

Melihat ada pemain asing sebatang kara di Vietnam, Robert Postma dari Top Sport Management, yaitu agen pemain tempat Pluim bernaung, membawa berita gembira. Dia ditawarkan ke Indonesia dan ada klub yang menyambut dengan suka cita. Bahkan, klub itu memberinya kesempatan trial.

Tiba di Jakarta, Pluim langsung diterbangkan ke Makassar untuk menjalani seleksi bersama PSM. Tidak butuh waktu lama bagi tim pelatih Juku Eja ketika itu, yang dipimpin Luciano Leandro, untuk mengontrak Pluim.

Awalnya, Pluim hanya dikontrak 1 tahun. Lalu, kedatangan Robert Alberts untuk menggantikan Luciano membuat karier Pluim semakin menanjak. Sebagai sesama orang Belanda, dia mendapatkan peran yang bagus di klub.

Bersama Alberts sebagai pelatih, Pluim nyaris membawa PSM menjuarai Liga 1 2017 dan 2018. Hanya karena faktor non sepakbola, gelar juara harus jatuh ke tangan klub lain. Pada 2017 menjadi milik Bhayangkara FC dan 2018 disegel Persija Jakarta. Rumor campur tangan pihak luar sempat mewarnai hasil kompetisi pada 2 musim tersebut. 

Meski gagal menjuarai Liga 1, bukan berarti Pluim tidak bisa menyumbangkan prestasi. Pluim baru bisa mengangkat trofi pada 2018/2019 saat PSM dilatih Darijo Kalezic. Mereka mengalahkan Macan Kemayoran dengan agregat 2-1 di final. Sama seperti dua edisi Liga 1 sebelumnya, kemenangan PSM juga memunculkan berbagai rumor tidak sedap terkait hal di luar sepakbola. 

Bagi Pluim, menjuarai Piala Indonesia menjadi pencapaian tertingginya di sepakbola. Meski punya pengalaman bermain di Eredivisie, dia belum pernah juara. Sebab, Pluim lebih banyak menghabiskan waktu di klub-klub menengah.

Lahir pada 4 Januari 1989, Pluim merupakan lulusan Akademi Sepakbola Vitesse Arnhem. Tapi, ketika masuk skuad utama, performa Pluim dianggap kurang bagus. Selama sekitar 3 musim, dia hanya bermain pada 36 pertandingan Eredivisie dan mencetak 5 gol.

Dari Vitesse, Pluim menerima tawaran Roda JC Kerkrade. Bersama Roda, dia bermain 4 musim tahun. Sama seperti saat berada di Vitesse, Pluim juga kurang bersinar bersama Roda. 

Kurang bersinar dengan Roda, Pluim akhirnya memilih hijrah ke PEC Zwolle sebelum merumput untuk Willem II Tilburg. Sayang, kontrak Pluim diputus di tengah jalan. Sempat menjalani seleksi di beberapa klub Denmark, Swedia, dan Norwegia, takdir Pluim ternyata ada di Asia Tenggara.

  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Tag Terkait

Komentar

(500 Karakter Tersisa)

Libero Video

Foto

10 Foto Kim Yeon-koung, Pevoli cantik Korea Hero Saat Singkirkan Turki

Klasemen

POIN
1
Arsenal FC
0
2
Aston Villa FC
0
3
Brentford FC
0
4
Brighton & Hove Albion FC
0
5
Burnley FC
0
6
Chelsea FC
0
7
Crystal Palace FC
0
8
Everton FC
0
9
Leeds United FC
0
10
Leicester City FC
0
11
Liverpool FC
0
12
Manchester City FC
0
13
Manchester United FC
0
14
Newcastle United FC
0
15
Norwich City FC
0
16
Southampton FC
0
17
Tottenham Hotspur FC
0
18
Watford FC
0
18
Fulham FC
28
19
West Ham United FC
0
19
West Bromwich Albion FC
26
20
Sheffield United FC
23
20
Wolverhampton Wanderers FC
0
POIN
1
Athletic Club
0
2
Club Atlético de Madrid
0
3
FC Barcelona
0
4
Cádiz CF
0
5
RC Celta de Vigo
0
6
Deportivo Alavés
0
7
Elche CF
0
8
RCD Espanyol de Barcelona
0
9
Getafe CF
0
10
Granada CF
0
11
Levante UD
0
12
RCD Mallorca
0
13
CA Osasuna
0
14
Rayo Vallecano de Madrid
0
15
Real Betis Balompié
0
16
Real Madrid CF
0
17
Real Sociedad de Fútbol
0
18
SD Huesca
34
18
Sevilla FC
0
19
Real Valladolid CF
31
19
Valencia CF
0
20
SD Eibar
30
20
Villarreal CF
0
POIN
1
AC Milan
0
2
Atalanta BC
0
3
Bologna FC 1909
0
4
Cagliari Calcio
0
5
Empoli FC
0
6
ACF Fiorentina
0
7
Genoa CFC
0
8
Hellas Verona FC
0
9
FC Internazionale Milano
0
10
Juventus FC
0
11
SS Lazio
0
12
AS Roma
0
13
SSC Napoli
0
14
US Salernitana 1919
0
15
UC Sampdoria
0
16
US Sassuolo Calcio
0
17
Spezia Calcio
0
18
Torino FC
0
18
Benevento Calcio
33
19
Udinese Calcio
0
19
FC Crotone
23
20
Parma Calcio 1913
20
20
Venezia FC
0
POIN
1
FC Arouca
0
2
Os Belenenses Futebol
0
3
Sport Lisboa e Benfica
0
4
Boavista FC
0
5
Sporting Clube de Braga
0
6
GD Estoril Praia
0
7
FC Porto
0
8
FC Famalicão
0
9
Gil Vicente FC
0
10
CS Marítimo
0
11
Moreirense FC
0
12
FC Paços de Ferreira
0
13
Portimonense SC
0
14
CD Santa Clara
0
15
Sporting Clube de Portugal
0
16
CD Tondela
0
16
Rio Ave FC
34
17
Vitória SC
0
17
SC Farense
31
18
CD Nacional
25
18
FC Vizela
0
POIN
1
Arminia Bielefeld
0
2
FC Augsburg
0
3
Bayer 04 Leverkusen
0
4
FC Bayern München
0
5
VfL Bochum 1848
0
6
Borussia Dortmund
0
7
Borussia Mönchengladbach
0
8
Eintracht Frankfurt
0
9
1. FC Köln
0
10
SC Freiburg
0
11
SpVgg Greuther Fürth 1903
0
12
Hertha BSC
0
13
TSG 1899 Hoffenheim
0
14
1. FSV Mainz 05
0
15
RB Leipzig
0
16
1. FC Union Berlin
0
17
SV Werder Bremen
31
17
VfB Stuttgart
0
18
VfL Wolfsburg
0
18
FC Schalke 04
16
POIN
1
AZ
0
2
AFC Ajax
0
3
SC Cambuur-Leeuwarden
0
4
FC Groningen
0
5
FC Twente '65
0
6
FC Utrecht
0
7
Feyenoord Rotterdam
0
8
Fortuna Sittard
0
9
Go Ahead Eagles
0
10
Heracles Almelo
0
11
NEC
0
12
PEC Zwolle
0
13
PSV
0
14
RKC Waalwijk
0
15
SC Heerenveen
0
16
FC Emmen
24
16
Sparta Rotterdam
0
17
VVV Venlo
22
17
SBV Vitesse
0
18
ADO Den Haag
16
18
Willem II Tilburg
0
POIN
1
Angers SCO
0
2
FC Girondins de Bordeaux
0
3
Stade Brestois 29
0
4
Clermont Foot 63
0
5
Racing Club de Lens
0
6
Lille OSC
0
7
FC Lorient
0
8
Olympique Lyonnais
0
9
Olympique de Marseille
0
10
FC Metz
0
11
AS Monaco FC
0
12
Montpellier HSC
0
13
FC Nantes
0
14
OGC Nice
0
15
Paris Saint-Germain FC
0
16
Stade de Reims
0
17
Stade Rennais FC 1901
0
18
AS Saint-Étienne
0
19
Nîmes Olympique
35
19
RC Strasbourg Alsace
0
20
Dijon Football Côte d'Or
21
20
ES Troyes AC
0