Kabar Terbaru Byron Moreno, Wasit Piala Dunia 2002 yang Dihujat Italia

Biografi | 30 January 2021, 10:51
Kabar Terbaru Byron Moreno, Wasit Piala Dunia 2002 yang Dihujat Italia

"Dia dituduh merugikan Italia di Piala Dunia 2002 dan sempat dipenjara karena menyelundupkan kokain ke Amerika Serikat."

Libero.id - Byron Moreno pernah menjadi sosok kontroversial di sepakbola. Dituduh merugikan Italia di Piala Dunia 2002 dan sempat dipenjara karena menyelundupkan kokain ke Amerika Serikat, pria asal Ekuador itu kini menjadi penyiar radio dan podcast.

Piala Dunia pertama di Asia tidak akan mungkin dilupakan para pendukung Italia dalam waktu yang lama. Setelah susah payah lolos dari fase grup dengan status runner-up, Gli Azzurri harus berhadapan dengan tuan rumah. Dengan materi bertabur bintang yang dimiliki, Italia seharusnya menang mudah.

Dilatih Giovanni Trapattoni, Italia bisa mengatasi Korea Selatan pada menit-menit awal. Terbukti, Gli Azzurri bermain sangat bagus untuk mendominasi lapangan. Puncaknya ketika Christian Vieri mencetak gol pembuka pada menit 18.

Sayang, setelah gol tersebut, berbagai kejadian kontroversial terjadi di tengah pertandingan keras yang dijalani kedua tim. Sorotan tajam ditujukan kepada kepemimpinan pengadil bernama lengkap Byron Aldemar Moreno Rueles tersebut. Moreno terbukti menjadi headline dan pembicaraan banyak orang setelah pertandingan itu selama bertahun-tahun kemudian.

Aksi aneh Moreno dimulai dengan menganulir gol Damiano Tommasi karena dianggap offside. Padahal, tayangan ulang televisi membuktikan hal yang sebaliknya. Protes kubu Italia tidak ditanggapi.

Kemudian, momen ketika Francesco Totti yang diusir keluar lapangan karena dituduh melakukan diving. Protes muncul lantaran Moreno berjarak sangat jauh dari kotak penalti Korsel. Totti, Trapattoni, dan para pemain Italia lainnya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat keputusan Moreno.

Puncak kekesalan Italia terjadi saat Ahn Jung-hwan menceploskan gol kemenangan tuan rumah di perpanjangan waktu. Gol itu disambut meriah ribuan pendukung Korea yang memadati Daejeon World Cup Stadium. Sebaliknya, Italia marah dan segera mengejar Moreno setelah peluit akhir tanpa laga berakhir dibunyikan.

Seusai Piala Dunia, Moreno kembali ke Ekuador. Sang pengadil lapangan tetap menjalankan tugas di kompetisi internal Ekuador. Tapi, dia juga sempat mengalami sejumlah kejadian kontroversial.

Contohnya, pada September 2002. Moreno dihukum 20 laga karena membuat kesalahan dalam penghitungan waktu pertandingan ketika LDU Quito melawan Barcelona de Guayaquil di Primera Division. Dia memberi additional time 13 dari yang seharusnya 6 menit sehingga Quito menang 4-3 setelah mencetak dua gol di waktu tambahan yang ilegal tersebut.

Setelah terbebas dari skorsing, Moreno kembali mendapatkan hukuman. Dia dilarang memimpin pertandingan 3 kali setelah mengusir tiga pemain Deportivo Quito ketika imbang 1-1 dengan Deportivo Cuenca.

Lantaran sejumlah masa datang silih berganti dan hukuman selalu menanti, Moreno akhirnya mengibarkan bendera putih. Pria kelahiran Quito, 23 November 1969 itu memutuskan mengundurkan diri dari sepakbola. Akibatnya, FIFA tidak bisa mengambil sikap terkait laga kontroversial di Piala Dunia lantaran Moreno bukan lagi anggota komunitas sepakbola.

Uniknya, pensiun dini dari sepakbola ternyata tidak membuat Moreno berhenti membuat kontroversi. Pada 21 September 2010, dia ditangkap otoritas keamanan Amerika Serikat (AS) saat mendarat di John F. Kennedy International Airport, New York City. Tuduhannya, menyelundupkan kokain 6 kg. Barang haram itu disembunyikan di celana dalamnya.

Setelah menjalani sidang, Moreno dinyatakan bersalah menyelundupkan narkoba ke Negeri Paman Sam. Pada 23 September 2011, dia divonis 2,5 tahun penjara dan 26 bulan kemudian menghirup udara kebebasan dengan syarat dideportasi ke Ekuador serta dilarang masuk AS seumur hidup.

Setibanya kembali di Ekuador, Moreno tinggal di kota terbesar kedua di negara itu, Guayaquil. Dia meninggalkan Quito. Moreno kemudian membuat akun Twitter atas nama @ByronMorenoR pada Februari 2013. Tiga tahun berselang, dia memiliki akun Instagram resmi dengan tajuk @byronmore767.

Dalam kedua akun media sosialnya, Moreno menuliskan pekerjaannya sebagai komentator di Radio REDONDA Guayaquil 99.3 fm, presenter podcast El Pito de Byron di kanal Youtube TV Digital, dan direktur Akademi Wasit Byron Moreno.

Baik di Radio REDONDA maupun El Pito de Byron, tugas Moreno adalah membahas segala yang yang berkaitan dengan sepakbola. Dia berbicara tentang pertandingan-pertandingan Liga Ekuador, Copa Libertadores, Copa Sudamericana, hingga tim nasional Ekuador di berbagai ajang internasional.

Dalam siarannya, Moreno juga tidak lupa membahas kompetisi sepakbola di belahan bumi lain. Liga Premier, La Liga, Serie A, hingga Liga Champions juga dibahas. Bahkan, kejadian ketika Moreno membuat seluruh Italia marah selama pertandingan melawan Korea di Piala Dunia 2002 juga sempat dibicarakan.

Sebagai sosok yang populer, Moreno juga sering diundang ke berbagai acara radio, televisi, maupun Youtube untuk membicarakan berbagai hal. Dia juga tidak pernah marah atau keberatan saat ada yang menyinggung insiden di Korea Selatan. "Saya melakukannya dengan benar. Media terlalu membesar-besarkan," ucap Moreno di kanal Youtube, Futbol sin Cassette.

Uniknya, ketika seorang pembawa acara televisi di Ekuador, Efrain Ruales, meninggal ditembak oleh kelompok kriminal di kendaraannya pada 28 Januari 2021, rumor sempat mengaitkan dengan Moreno. Konon, Moreno juga ikut menjadi korban penembakan karena satu kendaraan dengan Ruales. Keduanya memang memiliki hubungan darah.

"Tolong TUNJUKKAN rasa hormat untuk Efrain Ruales dan keluarganya. JANGAN berikan RT ke foto atau video, dari peristiwa bencana yang terjadi hari ini, penghargaan terbaik untuk EFRAIN adalah untuk mengingatnya sebagai profesional dan manusia yang hebat, Tuhan menyimpannya dalam pikiran kemuliaan-Nya," tulis Moreno di @ByronMorenoR sebagai jawaban terhadap rumor kematian dirinya.

  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Tag Terkait

Komentar

(500 Karakter Tersisa)

Libero Video

Klasemen

POIN
1
Manchester City FC
83
2
Manchester United FC
70
3
Leicester City FC
66
4
Chelsea FC
64
5
Liverpool FC
60
6
West Ham United FC
59
7
Tottenham Hotspur FC
56
8
Everton FC
56
9
Arsenal FC
55
10
Leeds United FC
53
11
Aston Villa FC
52
12
Wolverhampton Wanderers FC
45
13
Southampton FC
43
14
Crystal Palace FC
41
15
Burnley FC
39
16
Newcastle United FC
39
17
Brighton & Hove Albion FC
38
18
Fulham FC
27
19
West Bromwich Albion FC
26
20
Sheffield United FC
17
POIN
1
Club Atlético de Madrid
80
2
Real Madrid CF
78
3
FC Barcelona
76
4
Sevilla FC
74
5
Real Sociedad de Fútbol
56
6
Villarreal CF
55
7
Real Betis Balompié
55
8
RC Celta de Vigo
50
9
Athletic Club
46
10
Granada CF
45
11
CA Osasuna
44
12
Cádiz CF
43
13
Levante UD
40
14
Valencia CF
39
15
Deportivo Alavés
35
16
Getafe CF
34
17
SD Huesca
33
18
Real Valladolid CF
31
19
SD Eibar
30
20
Elche CF
30
POIN
1
FC Internazionale Milano
88
2
Atalanta BC
78
3
Juventus FC
75
4
AC Milan
75
5
SSC Napoli
74
6
SS Lazio
67
7
AS Roma
61
8
US Sassuolo Calcio
56
9
UC Sampdoria
46
10
Hellas Verona FC
43
11
ACF Fiorentina
40
12
Bologna FC 1909
40
13
Udinese Calcio
40
14
Genoa CFC
39
15
Spezia Calcio
38
16
Cagliari Calcio
36
17
Torino FC
35
18
Benevento Calcio
31
19
FC Crotone
21
20
Parma Calcio 1913
20
POIN
1
Sporting Clube de Portugal
82
2
FC Porto
77
3
Sport Lisboa e Benfica
73
4
Sporting Clube de Braga
63
5
FC Paços de Ferreira
50
6
Vitória SC
42
7
CD Santa Clara
40
8
Os Belenenses Futebol
40
9
Moreirense FC
40
10
Gil Vicente FC
39
11
FC Famalicão
37
12
CD Tondela
36
13
Portimonense SC
34
14
CS Marítimo
34
15
Boavista FC
33
16
SC Farense
31
17
Rio Ave FC
31
18
CD Nacional
25
POIN
1
FC Bayern München
71
2
RB Leipzig
64
3
VfL Wolfsburg
57
4
Eintracht Frankfurt
56
5
Borussia Dortmund
55
6
Bayer 04 Leverkusen
50
7
Borussia Mönchengladbach
46
8
1. FC Union Berlin
46
9
SC Freiburg
41
10
VfB Stuttgart
39
11
TSG 1899 Hoffenheim
36
12
1. FSV Mainz 05
34
13
FC Augsburg
33
14
SV Werder Bremen
30
15
Arminia Bielefeld
30
16
1. FC Köln
29
17
Hertha BSC
26
18
FC Schalke 04
13
POIN
1
AFC Ajax
76
2
PSV
64
3
AZ
61
4
SBV Vitesse
57
5
Feyenoord Rotterdam
55
6
FC Utrecht
47
7
FC Groningen
46
8
Heracles Almelo
39
9
FC Twente '65
37
10
SC Heerenveen
37
11
Sparta Rotterdam
37
12
Fortuna Sittard
37
13
PEC Zwolle
35
14
RKC Waalwijk
26
15
Willem II Tilburg
25
16
FC Emmen
24
17
VVV Venlo
22
18
ADO Den Haag
16
POIN
1
Lille OSC
73
2
Paris Saint-Germain FC
72
3
AS Monaco FC
71
4
Olympique Lyonnais
67
5
Racing Club de Lens
56
6
Olympique de Marseille
55
7
Stade Rennais FC 1901
54
8
Montpellier HSC
47
9
OGC Nice
46
10
FC Metz
43
11
Stade de Reims
41
12
Angers SCO
41
13
Stade Brestois 29
40
14
AS Saint-Étienne
39
15
RC Strasbourg Alsace
37
16
FC Girondins de Bordeaux
36
17
FC Lorient
35
18
FC Nantes
31
19
Nîmes Olympique
31
20
Dijon Football Côte d'Or
18