Selamat Ulang Tahun!

Starting XI Santos Jika Tidak Menjual Pemain, Lini per Lini Dahsyat

"Bayangkan di lini tengah dan depan mereka memiliki Diego Ribas da Cunha dan Neymar."

Feature | 06 February 2021, 06:21
Starting XI Santos Jika Tidak Menjual Pemain, Lini per Lini Dahsyat

Libero.id - Dari memiliki Pele dalam kemegahannya hingga mendidik Neymar, Santos telah bertanggung jawab untuk membawa sejumlah talenta luar biasa dalam sejarah transfer sepakbola internasional. Bayangkan jika pemain-pemain itu tidak dijual

Santos adalah klub olahraga Brazil yang berbasis di Vila Belmiro. Itu sebuah distrik di Santos, Sao Paulo. Klub ini didirikan pada 1912 atas prakarsa tiga penggemar olahraga, yaitu Raimundo Marques, Mário Ferraz de Campos, dan Argemiro de Souza Júnior sebagai tanggapan atas kurangnya representasi kota dalam sepakbola.

Sejak itu, Santos telah menjadi salah satu klub paling sukses di Brasil. Mereka menjadi simbol Jogo Bonito dalam budaya sepakbola di Negeri Samba. Mereka memiliki moto "Técnica e Disciplina" (teknik dan disiplin).

Santos terkenal dengan akademinya yang melahirkan banyak pemain bagus. Sebut saja Gilmar, Mauro Ramos, Mengálvio, Coutinho, dan Pepe di masa lalu. Lalu, Robinho, Ganso, Neymar, hingga Rodrygo Goes di masa kini. Tentu saja, Pele dan Neymar yang paling terkenal.

Mereka juga dikenal sebagai salah satu klub paling sukses di Brasil. Mereka menjadi juara nasional dalam delapan kesempatan. Mereka memenangkan 22 kali Campeonato Paulista, 3 Copa Libertadores, 2 Piala Intercontinental, 1 Supercopa de Campeones Intercontinentales, 1 Copa CONMEBOL, 1 Copa do Brasil, dan 1 Recopa Sudamericana.

Sayangnya Santos sudah lama tidak juara. Kesempatan mengibarkan bendera di Copa Libertadores 2020 juga kandas setelah dikalahkan Palmeiras di final. Konon, faktor utama minimnya prestasi klub adalah penjualan para pemain muda berbakatnya.

Berikut ini starting line-up Santos dalam skema 4-2-3-1 jika dalam sejumlah transfer window terkini tidak menjual pemain-pemain bintangnya:


GK: Rafael Cabral (Reading)

Libero.id

Kredit: instagram.com/rafaelcabral90

Rafael bergabung dengan Akademi Santos ketika berusia 13 tahun. Lalu, setelah 7 tahun berkembang dengan baik, dia menandatangani kontrak permanen pada 2010. Rafael menghabiskan 3 tahun di klub dan memenangkan 5 trofi sebelum bergabung dengan Napoli pada 2013.

Saat ini, kiper yang telah membuat 3 penampilan untuk tim nasional Brasil tersebut memainkan sepakbola di Championship Division bersama Reading setelah bergabung dari Sampdoria pada 2019.


RB: Danilo (Juventus)

Danilo memulai di America Mineiro sebelum pindah ke Santos pada 2010. Dia hanya bermain 1 musim dengan tim sebelum serangkaian penampilan membanggakan sebagai full back. Dia membuatnya mencetak 10 gol selama 2010-2011 sehingga menarik perhatian raksasa Portugal, FC Porto.

Danilo pindah ke Porto pada 2012 dan menghabiskan 3 tahun yang sukses. Dia mencetak 12 gol dan 15 assist dalam 136 pertandingan. Pada musim panas 2015, Danilo pindah ke Real Madrid sebelum berlabuh ke Manchester City dan kembali ke Juventus. Danilo mengangkat gelar Serie A bersama La Vecchia Signora pada 2019/2020.


CB: Gustavo Henrique (Flamengo)

Libero.id

Kredit: instagram.com/ghenrique093

Sebagai produk Akademi Santos, Gustavo Henrique telah menunjukkan janji yang cukup besar selama kariernya sejauh ini, meski menderita dua cedera lutut yang serius. Henrique membantu timnya mengklaim gelar Campeonato Paulista 2015 dan 2016 sebelum pergi ke Flamengo tahun lalu dan memenangkan Recopa Sudamericana.


CB: Marcelo (Olympique Lyon)

Marcelo Antonio Guedes Filho berasal dari Akademi Santos lulusan 2007. Setelah 2 musim yang produktif di Vila Belmiro, termasuk memenangkan Campeonato Paulista, bek tersebut pindah ke Eropa dan bergabung dengan klub Polandia, Wisla Krakow.

Dari hiruk pikuk Liga Polandia, pemain Brasil itu telah berhasil memikat klub Eropa lain. Dia bermain untuk PSV Eindhoven, Hannover 96, hingga Besiktas, sebelum akhirnya menetap di Lyon. Dia menjadi kapten ketika timnya ke semifinal Liga Champions musim lalu setelah menyingkirkan Juventus dan Manchester City.


LB: Alex Sandro (Juventus)

Libero.id

Kredit: instagram.com/alxsndro12

Sebagai bek sayap menyerang yang ulung, Alex Sandro menghabiskan satu musim dengan status pinjaman di Santos dari Deportivo Maldonado setelah pindah dari Atletico Paranaense. Dia bermain 53 kali selama satu-satunya musim di klub dan kemudian ditransfer Porto pada 2011.

Setelah tampil mengesankan untuk raksasa Portugal selama 4  musim dan memenangkan 2 gelar liga, dia menandatangani kontrak dengan Juventus pada 2015. Sejak saat itu, Alex membuktikan dirinya sebagai salah satu dari bek kiri terbaik di Serie A.


DM: Thiago Maia (Lille, Flamengo)

Maia menjadi bintang muda lokal terbaru yang dihargai jauh dari Santos oleh klub kaya Eropa setelah Lille mendapatkan tanda tangannya pada 2017. Dia awalnya melakukan debut untuk Santos pada usia 17 dan dengan cepat menjadi pemain kunci di lini tengah.

Bersama Renato Augusto, Maia adalah kunci lini tengah Brasil saat memenangkan medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro seusai mengalahkan Jerman di final melalui adu penalti. Musim lalu, pemain tengah membantu Lille naik ke posisi kedua di klasemen Ligue 1. Tapi, sejak itu dia kembali ke Brasil dengan status pinjaman bersama Flamengo.


DM: Diego Ribas da Cunha (Flamengo)

Diego bergabung dengan klub pada 1996 untuk menimba ilmu di akademi. Dia berkembang menjadi pemain utama pada 2002. Setelah dua tahun, dia pindah ke Porto sebelum bergabung dengan Werder Bremen. Pemain Brasil itu luar biasa untuk klub Jerman dan mencetak 24 gol dalam 87 pertandingan. Itu membuatnya pindah ke Juventus pada 2009.

Sayangnya Diego  berselisih dengan bos Juventus saat itu, Ciro Ferrara, sehingga harus meninggalkan klub setelah hanya 1 musim. Dia menandatangani kontrak dengan Wolfsburg pada 2010. Dia menghabiskan 4 musim di klub, meski tidak memenangkan gelar apapun.

Diego dipinjamkan ke Atletico Madrid pada 2011 untuk memenangkan Liga Eropa. Lalu, selama musim 2013/2014, dia menjadi bagian dari tim yang memenangkan La Liga dan menjadi runner-up Liga Champions.

Dari Spanyol, Diego bermain untuk Fenerbahce di Liga Turki sebelum kembali ke Brasil bersama Flamengo dengan status bebas transfer pada 2016. Di Rio de Janeiro, Diego membantu klub tersebut meraih gelar Campeonato Carioca, Serie A, Copa Libertadores, dan Recopa Sudamericana.


RW: Felipe Anderson (FC Porto)

Perkembangan cepat Anderson ke tim utama Santos datang secara kebetulan. Tapi, dia menunjukkan semangat teknis dan keterampilannya di lapangan sehingga dengan cepat menjadi pemain reguler di starting line-up.

Pemain Brasil itu membantu klub meraih kemenangan terkenal di Copa Libertadores 2011. Setelah itu, pada 2013 Lazio mengambil alih jasanya. Di ibu kota Italia, Anderson terus memukau para pendukung dengan penampilannya yang memukau dalam banyak pertandingan Serie A.

Pada musim panas 2018, West Ham United mendapatkan tanda tangan pemenang medali emas Olimpiade 2016 itu. Tapi, setelah awal yang positif, segalanya berubah dan dia sekarang dipinjamkan ke Porto.


AM: Neymar (Paris Saint-Germain)

Libero.id

Kredit: twitter.com/santosfc

Neymar adalah anak emas Santos setelah Pele dan Robinho. Dia menghabiskan 10 tahun di klub setelah bergabung dengan akademi pada 2003. Diberkati dengan keterampilan menggiring bola yang cemerlang dan bakat yang luar biasa, pemain Brasil itu mencetak 136 gol dalam 223 pertandingan sebelum pindah ke Barcelona pada 2013.

Setelah memenangkan enam trofi bersama Santos, dia juga sukses di Spanyol. Neymar membentuk trisula maut bersama Luis Suarez dan Lionel Messi. Mereka meraih banyak gelar di Camp Nou, termasuk trofi Liga Champions.

Tapi, waktunya di Katalunya hanya berlangsung 4 tahun setelah PSG menjadikan Neymar pemain termahal dunia dengan transfer 198 juta pounds pada 2017. Satu-satunya tanggung jawab Neymar adalah membantu Les Parisiens mengangkat gelar Liga Champions pertama dalam sejarah, yang gagal diraih musim lalu.


LW: Rodrygo Goes (Real Madrid)

Libero.id

Kredit: instagram.com/rodrygogoes

Rodrygo Goes adalah bintang muda berbakat yang muncul dari pabrik pemain di Santos. Takut kalah dari rival abadinya, Barcelona, Real Madrid menggelontorkan 40 juta pounds untuk membawa Rodrygo ke Spanyol. Dia mencetak hattrick melawan Galatasaray di Liga Champions dan mencetak 7 gol dalam 26 penampilan di semua kompetisi selama musim debutnya.


FW: Gabriel Barbosa (Flamengo)

Gabigol memulai semuanya dari Santos di usia 8 tahun. Pada usia yang belum genap 16 tahun dia menandatangani kontrak profesional dengan buy-out clause 50 juta euro. Selanjutnya, Gabigol mencuri perhatian klub-klub kaya Eropa untuk dilakukan transfer.

Inter Milan beruntung setelah mendapatkan Gabigol dengan hanya perlu membayar 29,5 juta euro. Tapi, tidak ada mimpi indah yang didapatkan Gabigol di Eropa. Dia harus terbuang ke Benfica sebelum kembali membela Santos dan terdampar di Flamengo.

Bersama Flamengo, Gabigol mempersembahkan Copa Libertadores, Recopa Sudamericana, Brasileiro Série A, Supercopa do Brasil, serta Campeonato Carioca. "Saya benar-benar terpesona oleh para penggemar. Jadi, hanya trofi yang bisa membayar penghargaan mereka kepada saya," kata Gabigol.




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Komentar

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=3HhTsB9sW4g

Artikel Pilihan