Kisah Penghargaan Tertinggi Diberikan kepada Arsene Wenger oleh Presiden Liberia

Feature | 16 February 2021, 02:17
Kisah Penghargaan Tertinggi Diberikan kepada Arsene Wenger oleh Presiden Liberia

"Pepatah kacang lupa pada kulitnya sepertinya tidak berlaku untuk George Weah, sekarang menjadi presiden Liberia."

Libero.id - Pepatah kacang lupa pada kulitnya sepertinya tidak berlaku untuk George Weah. Setelah menjadi Presiden Liberia, Legenda AC Milan itu memberi penghargaan kepada orang yang paling berjasa dalam kariernya. Dia adalah Arsene Wenger!

Weah lahir dan besar di distrik Clara Town di Monrovia. Dia adalah anggota dari kelompok etnis Kru, yang berasal dari Grand Kru di Liberia Tenggara, salah satu daerah termiskin di negara itu. Ayahnya, William T. Weah, adalah seorang mekanik. Sedangkan ibunya, Anna Quaye-Weah, adalah seorang penjual.

Mantan penyerang itu memiliki tiga saudara laki-laki, William, Moses, dan Wolo. Weah termasuk salah satu dari 13 anak yang sebagian besar hidupnya dididik oleh nenek dari pihak ayah, Emma Klonjlaleh Brown, setelah orang tuanya berpisah ketika George masih bayi.

Weah menjalani sekolah menengah pertama di Muslim Congress dan sekolah menengah atas di Wells Hairston High School. Tapi, dia putus sekolah di tahun terakhir studinya.

Kemiskinan mendorong Weah mulai bermain sepakbola untuk tim junior Young Survivors ada usia 15 tahun. Kemudian, dia pindah ke klub sepakbola lokal lainnya, Mighty Barrolle dan Invicible Eleven. Sambil bermain sepakbola semiprofesional, Weah sempat bekerja untuk Liberia Telecommunications Corporation sebagai teknisi switchboard.

Setelah bermain di kompetisi domestik Liberia, Weah pindah ke Kamerun untuk membela Tonnerre Yaounde. Di situlah bakatnya terpantau Pelatih tim nasional Kamerun, Claude Le Roy. Pria asal Prancis itu menghubungi Wenger, yang pada masa tersebut, merupakan pelatih AS Monaco.

Wenger tidak butuh menyaksikan langsung aksi Weah. Cukup mendengarkan cerita Le Roy, Weah langsung ditransfer ke Monaco pada 1988 dengan hanya mengeluarkan 12.000 pounds sebagai biaya transfer kepada Tonnerre.

Tanpa pernah diduga Weah, Wenger memperlakukan dirinya seperti seorang ayah. Di masa ketika seorang pemain muda merantau ke Eropa untuk mengembangkan karier, Wenger bertindak layaknya orang tua yang melindungi anak-anaknya dari gangguan orang lain. Pelatih legendaris Arsenal itu memperhatikan Weah di dalam maupun luar lapangan.

Berkat kepercayaan Wenger, Weah mendapat tempat di skuad utama Monaco. Dia sanggup memproduksi 47 gol dari 103 penampilan bersama klub yang bermarkas di Stade Louis II tersebut. Dia juga sempat membawa Monaco meraih Coupe de France 1990/1991.

Penampilan memuaskan  Weah bersama Monaco membuat Paris Saint-Germain (PSG) tertarik melakukan transfer. Dia pindah ke Parc des Princes sebelum memukau banyak klub kaya Eropa dan memilih bergabung dengan Milan pada 1995.

Karena penampilannya bersama PSG dan Milan, pada 1995 Weah menerima beberapa penghargaan individu. Dia memenangkan Ballon d'Or, Onze d'Or, dan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Dunia FIFA. Weah mendedikasikan kemenangan itu untuk Wenger.

"Dia sudah seperti ayah bagi saya. Dia juga menganggap saya seperti anaknya. Dia menjadi orang pertama yang membangkitkan karier sepakbola saya di Eropa," ujar Weah, dilansir The Guardian.

Menurut Weah, Wenger adalah sosok lelaki sejati. Ketika rasialisme sedang memuncak dan menjadi hantu paling menakutkan bagi para pemain Afrika, dia menunjukkan kecintaannya. Wenger menginginkan Weah terus berada di lapangan untuk menunjukkan semua kemampuan yang dimiliki. "Dia selalu memotivasi saya agar saya bisa memberikan performa terbaik," ucap Weah.

Sebagai bentuk rasa terima kasih kepada Wenger, pada 2018, Weah selaku Presiden Liberia memberikan penghargaan Humane Order of African Redemption. Itu adalah penghargaan yang pertama kali diberikan pada 13 Januari 1879 saat masa kepresidenan Anthony W. Gardiner.

Penghargaan tersebut diberikan untuk pekerjaan kemanusiaan di Liberia. Untuk tindakan yang mendukung dan membantu bangsa Liberia, serta kepada individu yang telah memainkan peran penting dalam emansipasi dalam persamaan hak melawan perbedaan rasial.

Di Liberia, tidak banyak orang mendapatkan Humane Order of African Redemption. Sedangkan di sepakbola, Wenger bukan orang pertama yang mendapatkannya. Pada 1999, mantan pemimpin FIFA, Sepp Blatter, mendapatkan penghargaan tersebut dari Presiden Charles Taylor.

"Saya ingat ketika saya melihatnya untuk pertama kalinya di Monaco. Datang dengan sedikit tersesat, tidak mengenal siapapun, tidak dinilai oleh siapa pun sebagai pemain dan setelahnya. Pada 1995, dia menjadi pemain terbaik di dunia," kata Wenger.

"Saya ingin mengatakan orang ini adalah contoh bagi semua orang yang bermain sepakbola hari ini, untuk semua pemain," pungkas mantan pelatih Nancy dan Nagoya Grampus Eight itu.

  • 100%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Tag Terkait

Komentar

(500 Karakter Tersisa)

Libero Video

Foto

10 Foto Kim Yeon-koung, Pevoli cantik Korea Hero Saat Singkirkan Turki

Klasemen

POIN
1
Arsenal FC
0
2
Aston Villa FC
0
3
Brentford FC
0
4
Brighton & Hove Albion FC
0
5
Burnley FC
0
6
Chelsea FC
0
7
Crystal Palace FC
0
8
Everton FC
0
9
Leeds United FC
0
10
Leicester City FC
0
11
Liverpool FC
0
12
Manchester City FC
0
13
Manchester United FC
0
14
Newcastle United FC
0
15
Norwich City FC
0
16
Southampton FC
0
17
Tottenham Hotspur FC
0
18
Watford FC
0
18
Fulham FC
28
19
West Ham United FC
0
19
West Bromwich Albion FC
26
20
Sheffield United FC
23
20
Wolverhampton Wanderers FC
0
POIN
1
Athletic Club
0
2
Club Atlético de Madrid
0
3
FC Barcelona
0
4
Cádiz CF
0
5
RC Celta de Vigo
0
6
Deportivo Alavés
0
7
Elche CF
0
8
RCD Espanyol de Barcelona
0
9
Getafe CF
0
10
Granada CF
0
11
Levante UD
0
12
RCD Mallorca
0
13
CA Osasuna
0
14
Rayo Vallecano de Madrid
0
15
Real Betis Balompié
0
16
Real Madrid CF
0
17
Real Sociedad de Fútbol
0
18
SD Huesca
34
18
Sevilla FC
0
19
Real Valladolid CF
31
19
Valencia CF
0
20
SD Eibar
30
20
Villarreal CF
0
POIN
1
AC Milan
0
2
Atalanta BC
0
3
Bologna FC 1909
0
4
Cagliari Calcio
0
5
Empoli FC
0
6
ACF Fiorentina
0
7
Genoa CFC
0
8
Hellas Verona FC
0
9
FC Internazionale Milano
0
10
Juventus FC
0
11
SS Lazio
0
12
AS Roma
0
13
SSC Napoli
0
14
US Salernitana 1919
0
15
UC Sampdoria
0
16
US Sassuolo Calcio
0
17
Spezia Calcio
0
18
Torino FC
0
18
Benevento Calcio
33
19
Udinese Calcio
0
19
FC Crotone
23
20
Parma Calcio 1913
20
20
Venezia FC
0
POIN
1
FC Arouca
0
2
Os Belenenses Futebol
0
3
Sport Lisboa e Benfica
0
4
Boavista FC
0
5
Sporting Clube de Braga
0
6
GD Estoril Praia
0
7
FC Porto
0
8
FC Famalicão
0
9
Gil Vicente FC
0
10
CS Marítimo
0
11
Moreirense FC
0
12
FC Paços de Ferreira
0
13
Portimonense SC
0
14
CD Santa Clara
0
15
Sporting Clube de Portugal
0
16
CD Tondela
0
16
Rio Ave FC
34
17
Vitória SC
0
17
SC Farense
31
18
CD Nacional
25
18
FC Vizela
0
POIN
1
Arminia Bielefeld
0
2
FC Augsburg
0
3
Bayer 04 Leverkusen
0
4
FC Bayern München
0
5
VfL Bochum 1848
0
6
Borussia Dortmund
0
7
Borussia Mönchengladbach
0
8
Eintracht Frankfurt
0
9
1. FC Köln
0
10
SC Freiburg
0
11
SpVgg Greuther Fürth 1903
0
12
Hertha BSC
0
13
TSG 1899 Hoffenheim
0
14
1. FSV Mainz 05
0
15
RB Leipzig
0
16
1. FC Union Berlin
0
17
SV Werder Bremen
31
17
VfB Stuttgart
0
18
VfL Wolfsburg
0
18
FC Schalke 04
16
POIN
1
AZ
0
2
AFC Ajax
0
3
SC Cambuur-Leeuwarden
0
4
FC Groningen
0
5
FC Twente '65
0
6
FC Utrecht
0
7
Feyenoord Rotterdam
0
8
Fortuna Sittard
0
9
Go Ahead Eagles
0
10
Heracles Almelo
0
11
NEC
0
12
PEC Zwolle
0
13
PSV
0
14
RKC Waalwijk
0
15
SC Heerenveen
0
16
FC Emmen
24
16
Sparta Rotterdam
0
17
VVV Venlo
22
17
SBV Vitesse
0
18
ADO Den Haag
16
18
Willem II Tilburg
0
POIN
1
Angers SCO
0
2
FC Girondins de Bordeaux
0
3
Stade Brestois 29
0
4
Clermont Foot 63
0
5
Racing Club de Lens
0
6
Lille OSC
0
7
FC Lorient
0
8
Olympique Lyonnais
0
9
Olympique de Marseille
0
10
FC Metz
0
11
AS Monaco FC
0
12
Montpellier HSC
0
13
FC Nantes
0
14
OGC Nice
0
15
Paris Saint-Germain FC
0
16
Stade de Reims
0
17
Stade Rennais FC 1901
0
18
AS Saint-Étienne
0
19
Nîmes Olympique
35
19
RC Strasbourg Alsace
0
20
Dijon Football Côte d'Or
21
20
ES Troyes AC
0