Problem Liverpool: Cedera Pemain, Jadwal Padat, atau Peak-nya Sudah Lewat

Analisis | 16 February 2021, 08:00
Problem Liverpool: Cedera Pemain, Jadwal Padat, atau Peak-nya Sudah Lewat
Juergen Klopp dan Roberto Firmino. Kredit: instagram.com/liverpoolfc dan instagram.com/roberto_firmino

"Banyak yang bertanya-tanya, ada apa Liverpool musim ini sehingga tak cuma sulit juara tetapi terancam gagal masuk zona Liga Champions."

Libero.id - Banyak pertanyaan muncul melihat permainan inkonsisten Liverpool belakangan ini. Jika ditarik secara spesifik semua pertanyaan yang dialamatkan kepada tim asuhan Juergen Klopp, apakah The Reds sudah mengeluarkan potensi terbaiknya musim ini?

Beragam pertanyaan memang menerjang Liverpool, terutama setelah tim Merseyside itu dibantai Manchester City, 1-4, dalam lanjutan Liga Premier beberapa pekan lalu.

Pertanyaan lebih menyudutkan tentang keterpurukan Liverpool, seperti apakah hanya sedang terluka saja? Apakah hanya karena jadwalnya? Atau, lebih kepada fakta bahwa Liverpool sudah ditinggal tiga bek tengah pilihan pertama sejak awal musim?

Roy Keane selaku komentator Sky Sports menjabarkan alasan The Reds terpuruk saat ini. Mantan kapten Manchester United itu menjelaskan Liverpool tidak beruntung karena banyak pemain cedera. Situasi itu memaksa Klopp memainkan Fabinho hingga Jordan Henderson di jantung pertahanan.

Situasi itu jelas memiliki dampak karena perubahan di satu bagian mekanisme memiliki konsekuensi serius di tempat lain. Untuk sisi yang memainkan permainan menekan yang intens dan canggih, sifat terkompresi dari kalender akan memiliki dampak lebih besar daripada mereka yang memainkan gaya terintegrasi yang kurang dinamis, atau yang kurang bergantung pada persiapan khusus untuk setiap pertandingan.

Situasi itu membuat Klopp mulai menunjukkan rasa frustrasinya dan itu diperlihatkan pelatih berpaspor Jerman tersebut setelah bersitegang dengan pelatih Sheffield United, Chris Wilder, Jose Mourinho (Tottenham Hotspur), dan Sean Dyche (Burnley).

Klopp juga dituding melakukan pernyataan aneh tentang jadwal tidak akurat dengan membandingkannya dengan jadwal Manchester City. Imbasnya, The Reds hanya meraih lima kemenangan dari 14 pertandingan di Liga Premier musim ini.

Paling ironis ketika Liverpool menuai tiga kekalahan beruntun di Anfield. Catatan itu cukup memalukan setelah menuai 68 laga tak terkalahkan sebelumnya. Mereka juga gagal mencetak gol yang berujung sembilan poin dari sembilan pertandingan terakhir Henderson dkk.

Penurunan performa itu sebenarnya tak datang tanpa peringatan. Sejak mengalahkan Leicester City 4-0 pada Boxing Day musim lalu, jalan Liverpool sudah tertatih-tatih. Liverpool memang memenangkan sembilan pertandingan liga berikutnya. Sayang, mereka tidak bermain dengan semangat dan kefasihan yang sama seperti yang mereka lakukan menjelang akhir paruh pertama musim itu.

Mereka tergores setelah musim dimulai kembali. Masih hangat di ingatan ketika Liverpool dipermalukan 2-7 oleh Aston Villa. Kekalahan itu terjadi sebelum cedera Van Dijk. Tidak semua alasan kurang valid, termasuk apa pun yang dikatakan Keane, tapi Liverpool memang belum dalam kondisi terbaiknya selama lebih dari setahun sekarang.

Ini mungkin hanya kelelahan, baik mental maupun fisik. Bagaimanapun Liverpool adalah tim yang mendekati puncak selama tiga tahun. Mereka mencapai final Liga Champions, kemudian menggapai gelar juara Liga Champions, gelar liga pertama Liga Premier dalam 30 tahun.

Inti tim saat ini tidak banyak mengalami perubahan. Apakah situasi ini berlaku dengan pepatah dari Bela Guttmann yang mengatakan biasanya tahun ketiga akan fatal. Tak hanya berlaku untuk pelatih, tapi juga para pemain.

Entropi adalah kutukan semua tim sepak bola dan Klopp mungkin menyadari hal itu ketika dia menandatangani Thiago Alcantara. Ada kritik bahwa dia memperlambat permainan, tetapi itulah intinya: membantu Liverpool melindungi penguasaan bola dan memenangkan pertandingan tanpa bermain terus-menerus dengan kecepatan penuh. Namun, integrasinya dengan tim berjalan tak mulus. Hanya sekali musim ini dia bisa memulai bersama Henderson dan Fabinho di lini tengah. Itu adalah pertandingan menentukan di Everton di mana Van Dijk cedera.

Apakah ini menjadi kebosanan, termasuk formasi 4-3-3 yang hampir konstan. Pasalnya, Klopp telah menyesuaikan tekanannya jauh lebih sedikit daripada, katakanlah, Pep Guardiola. Ketika berhasil, seperti saat melawan Tottenham, hasilnya masih bisa mengesankan, tapi kelelahan menghampiri mereka setelah itu.

Sebuah studi di Athletic pekan lalu mencatat, terlepas dari semua cedera, tujuh pemain Liverpool masih bermain 80% atau lebih musim ini. Yang lebih memprihatinkan adalah fakta bahwa berdasarkan menit yang dimainkan, Liverpool menjadi skuad tertua dalam sejarah Liga Premier.

Roberto Firmino berusia 29 tahun di bulan Oktober. Sadio Mane akan berusia 29 tahun pada bulan April dan Mohamed Salah pada bulan Juni. Secara individu, tidak ada yang memprihatinkan, tetapi bersatu menjadi tua bersama-sama adalah kekhawatiran, terutama ketika ini adalah musim keempat bersama. Takumi Minamino adalah upaya untuk menyegarkannya, tapi dia belum berhasil. Sementara Diogo Jota, yang telah menambahkan kehidupan baru, telah terluka sejak awal Desember.

Yang jelas, Liverpool tidak beruntung dengan cedera. Kemalangan itu telah menyoroti masalah mendasar dengan skuad yang mungkin baru saja melewati puncaknya.

  • 0%Suka
  • 50%Lucu
  • 50%Sedih
  • 0%Kaget

Hasil Pertandingan Liverpool

Komentar

(500 Karakter Tersisa)

Libero Video

Foto

10 Foto Kim Yeon-koung, Pevoli cantik Korea Hero Saat Singkirkan Turki

Klasemen

POIN
1
Arsenal FC
0
2
Aston Villa FC
0
3
Brentford FC
0
4
Brighton & Hove Albion FC
0
5
Burnley FC
0
6
Chelsea FC
0
7
Crystal Palace FC
0
8
Everton FC
0
9
Leeds United FC
0
10
Leicester City FC
0
11
Liverpool FC
0
12
Manchester City FC
0
13
Manchester United FC
0
14
Newcastle United FC
0
15
Norwich City FC
0
16
Southampton FC
0
17
Tottenham Hotspur FC
0
18
Watford FC
0
18
Fulham FC
28
19
West Ham United FC
0
19
West Bromwich Albion FC
26
20
Sheffield United FC
23
20
Wolverhampton Wanderers FC
0
POIN
1
Athletic Club
0
2
Club Atlético de Madrid
0
3
FC Barcelona
0
4
Cádiz CF
0
5
RC Celta de Vigo
0
6
Deportivo Alavés
0
7
Elche CF
0
8
RCD Espanyol de Barcelona
0
9
Getafe CF
0
10
Granada CF
0
11
Levante UD
0
12
RCD Mallorca
0
13
CA Osasuna
0
14
Rayo Vallecano de Madrid
0
15
Real Betis Balompié
0
16
Real Madrid CF
0
17
Real Sociedad de Fútbol
0
18
SD Huesca
34
18
Sevilla FC
0
19
Real Valladolid CF
31
19
Valencia CF
0
20
SD Eibar
30
20
Villarreal CF
0
POIN
1
AC Milan
0
2
Atalanta BC
0
3
Bologna FC 1909
0
4
Cagliari Calcio
0
5
Empoli FC
0
6
ACF Fiorentina
0
7
Genoa CFC
0
8
Hellas Verona FC
0
9
FC Internazionale Milano
0
10
Juventus FC
0
11
SS Lazio
0
12
AS Roma
0
13
SSC Napoli
0
14
US Salernitana 1919
0
15
UC Sampdoria
0
16
US Sassuolo Calcio
0
17
Spezia Calcio
0
18
Torino FC
0
18
Benevento Calcio
33
19
Udinese Calcio
0
19
FC Crotone
23
20
Parma Calcio 1913
20
20
Venezia FC
0
POIN
1
FC Arouca
0
2
Os Belenenses Futebol
0
3
Sport Lisboa e Benfica
0
4
Boavista FC
0
5
Sporting Clube de Braga
0
6
GD Estoril Praia
0
7
FC Porto
0
8
FC Famalicão
0
9
Gil Vicente FC
0
10
CS Marítimo
0
11
Moreirense FC
0
12
FC Paços de Ferreira
0
13
Portimonense SC
0
14
CD Santa Clara
0
15
Sporting Clube de Portugal
0
16
CD Tondela
0
16
Rio Ave FC
34
17
Vitória SC
0
17
SC Farense
31
18
CD Nacional
25
18
FC Vizela
0
POIN
1
Arminia Bielefeld
0
2
FC Augsburg
0
3
Bayer 04 Leverkusen
0
4
FC Bayern München
0
5
VfL Bochum 1848
0
6
Borussia Dortmund
0
7
Borussia Mönchengladbach
0
8
Eintracht Frankfurt
0
9
1. FC Köln
0
10
SC Freiburg
0
11
SpVgg Greuther Fürth 1903
0
12
Hertha BSC
0
13
TSG 1899 Hoffenheim
0
14
1. FSV Mainz 05
0
15
RB Leipzig
0
16
1. FC Union Berlin
0
17
SV Werder Bremen
31
17
VfB Stuttgart
0
18
VfL Wolfsburg
0
18
FC Schalke 04
16
POIN
1
AZ
0
2
AFC Ajax
0
3
SC Cambuur-Leeuwarden
0
4
FC Groningen
0
5
FC Twente '65
0
6
FC Utrecht
0
7
Feyenoord Rotterdam
0
8
Fortuna Sittard
0
9
Go Ahead Eagles
0
10
Heracles Almelo
0
11
NEC
0
12
PEC Zwolle
0
13
PSV
0
14
RKC Waalwijk
0
15
SC Heerenveen
0
16
FC Emmen
24
16
Sparta Rotterdam
0
17
VVV Venlo
22
17
SBV Vitesse
0
18
ADO Den Haag
16
18
Willem II Tilburg
0
POIN
1
Angers SCO
0
2
FC Girondins de Bordeaux
0
3
Stade Brestois 29
0
4
Clermont Foot 63
0
5
Racing Club de Lens
0
6
Lille OSC
0
7
FC Lorient
0
8
Olympique Lyonnais
0
9
Olympique de Marseille
0
10
FC Metz
0
11
AS Monaco FC
0
12
Montpellier HSC
0
13
FC Nantes
0
14
OGC Nice
0
15
Paris Saint-Germain FC
0
16
Stade de Reims
0
17
Stade Rennais FC 1901
0
18
AS Saint-Étienne
0
19
Nîmes Olympique
35
19
RC Strasbourg Alsace
0
20
Dijon Football Côte d'Or
21
20
ES Troyes AC
0