10 Duet Striker Terbaik Sepanjang Sejarah Sepak Bola

Feature | 28 February 2021, 19:10
10 Duet Striker Terbaik Sepanjang Sejarah Sepak Bola

"Siapa yang bisa menafikan kehebatan Ruud Gullit dan Marco van Basten di timnas Belanda dan AC Milan. Begitu pula Thierry Henry dan Dennis Bergkamp di Arsenal."

Libero.id - Memang dahulu formasi 4-4-2 adalah formasi favorit para manajer, namun kini perlahan tapi pasti, formasi tersebut sudah mulai ditinggalkan. Alasannya, karena permainan yang kian dinamis juga membutuhkan formasi yang dinamis, tidak bisa mengandalkan umpan silang serta kreativitas para penyerangnya.

Kendati begitu, harus diakui bahwa duet penyerang di depan adalah bentuk yang sempurna untuk membuat pertahanan lawan kewalahan, selain itu bentuk dua penyerang di depan seakan menuntut dua orang pemain untuk memamerkan skill, kualitas kontrol bola serta kemampuan mencetak gol ke gawang lawan, sehinga sangat wajar bila duet penyerang banyak dirindukan saat ini meski formasinya sudah usang karena tetap saja salah satu tujuan dari sepak bola adalah entertain.

Dilansir dari sportskeeda.com, ada setidaknya 10 duet penyerang terbaik sepanjang masa, siapa saja mereka? berikut ulasannya:


10.Andy Cole & Dwight Yorke (Manchester United)

Andy Cole dan Dwight Yorke adalah pasangan penyerang yang berperan penting dalam permainan Sir Alex Ferguson selama 25 tahun lebih menukangi United. Mereka secara luas dianggap sebagai salah satu kemitraan paling tangguh sepanjang masa di Liga Premier, Andy Cole dan Dwight Yorke memainkan peran penting dalam musim kemenangan treble Manchester United pada tahun 1999. Duo ini mencetak 53 gol yang mengesankan di semua kompetisi dan tampil luar biasa di Liga Premier.

Baik Yorke maupun Cole, saling memberikan yang terbaik dan mencetak gol krusial untuk Manchester United melawan beberapa tim terbaik dunia saat itu. Sinergi antara kedua penyerang tersebut membuat Manchester United menjadi kekuatan serangan balik yang paling mematikan dan menjadikan tim 1998/99 itu salah satu tim Liga Inggris terbaik dalam sejarah.


9. Marco van Basten & Ruud Gullit (AC Milan, Belanda)

Serie A telah banyak mencetak penyerang hebat, salah satunya Marco van Basten. Sang maestro Belanda mampu menampilkan momen-momen spektakuler di lapangan dan kemampuannya yang unik untuk menciptakan sejarah di lapangan membuatnya menjadi salah satu striker terhebat di masanya. Tentu saja Van Basten tidak melakukan semuanya sendirian, rekannya senegaranya, Ruud Gullit menompang Van Basten untuk tampil ‘meledak’.

Fleksibilitas dan keuletan Gullit di sepertiga akhir memberikan ancaman untuk pertahanan klub-klub Seria A dan Van Basten tinggal menyelesaikan tugasnya sebagai seorang goalscorer. Dengan Frank Rijkaard mendominasi lini tengah dan orang-orang seperti Franco Baresi dan Paolo Maldini membentuk tembok pertahanan yang sulit dijangkau, AC Milan asuhan Arrigo Sacchi memenangkan dua Piala Eropa dan dua Scudetto. Duo ini mencapai puncaknya pada tahun 1989, dengan AC Milan membanti Real Madrid dan Steaua Bucharest dalam perjalanan menjadi raja eropa.


8. Marcelo Salas & Ivan Zamorano (Chili)

Secara luas dianggap sebagai salah satu duet paling mematikan dalam sepak bola internasional. Secara generasi dan gaya bermain, sebenarnya Salas dan Zamorano adalah pemain yang berbeda, namun berkat itu pula mereka sukses menghasilkan serangkaian momen gemilang bagi tim nasional mereka.

Ivan Zamorano sudah menjadi anggota mapan tim nasional Chili ketika Marcelo Salas menerobos sistem pemuda negara itu pada tahun 1994. Duo Amerika Selatan ini memainkan peran penting dalam perjalanan Piala Dunia 1998, dimana dalam tahapan kualifikasi, Salas dan Zamorano membuat serangkaian momen yang tak terlupakan dan secara dramatis berangkat ke Prancis.


7. Ferenc Puskas & Sandor Kocsis (Hongaria)

Jelas Puskas adalah pencetak gol yang luar biasa bahkan namanya diabadikan oleh FIFA dalam‘Puskas Award’, lalu bagaimana dengan Sandar Kocis ?

Sandor Kocsis mungkin tidak memiliki skill yang heabr seperti rekan senegaranya yang ajaib, tetapi hasilnya tetap brutal. Tim Hongaria tahun 1950-an adalah salah satu tim nasional terbaik yang pernah dibentuk dan kemitraan antara Puskas dan Kocsis membuat beberapa bek terbaik dalam sejarah merinding.

Kedua legenda Hongaria itu mengamuk di Piala Dunia 1954 dengan kemenangan 9-0 dan 8-3 masing-masing melawan Korea Selatan dan Jerman Barat. Kedua striker tersebut kemudian bermain untuk Real Madrid dan Barcelona serta secara luas dianggap sebagai pemain terhebat dalam sejarah Hongaria.


6.Gerd Muller & Uli Hoeness (Bayern Munich, Jerman)

Saat masih aktif bermain, Uli Hoeness dikenal sebagai salah satu pemain sayap tercepat pada masanya dan kecepatannya bekerja selaras dengan naluri mencetak gol Gerd Muller.

Kedua pemain Jerman itu menghabiskan hampir sepuluh tahun bersma Die Roten dan memenangkan tiga gelar liga dan tiga Piala Eropa dalam prosesnya. Kurang dari 10 musim, keduanya sukses mencetak 359 gol untuk klub dan negara, Gerd Muller dan Uli Hoeness juga memanfaatkan hubungan mereka yang sangat baik dan mengukir warisan unik dalam sejarah Bayern Muenchen.


5.Thierry Henry & Dennis Bergkamp (Arsenal)

Era keemasan Arsenal di awal tahun 2000-an ditandai oleh beberapa pemain terbaik dalam sejarah Liga Inggris. Prestasi spektakuler The Gunners di bawah Arsene Wenger ditandai dengan pencapaian sekelompok penyerang yang tangguh dan Thierry Henry serta Dennis Bergkamp adalah yang terbaik.

Ketika Thierry Henry bergabung dengan Arsenal sebagai striker luar biasa berusia 20 tahun, Dennis Bergkamp sudah menjadi legenda hidup di klub. Kebijakan rotasi Arsene Wenger membuat dua favorit penggemar itu meluangkan waktu untuk membangun hubungan yang efektif di lapangan.

Dennis Bergkamp tetap menjadi salah satu pemain paling kreatif dalam sejarah Liga Premier dan visi legendarisnya adalah ramuan sempurna untuk membantu kecepatan eksplosif Thierry Henry di lapangan. Pada tahun 2004 ketika The Gunners sukses memenangkan Liga Premier dengan predikat 'Invincibles', pria Belanda dan Prancis sangat beperan penting, selain itu mereka juga sukses memenangkan satu lagi gelar Liga Premier dan dua Piala FA.


4. Ian Rush & Kenny Dalglish (Liverpool)

Ian Rush dan Kenny Dalglish menjalin hubungan yang istimewa di Anfield di era 1980-an dan kini keduanya menjadi dongeng yang nyata untuk masyarakat Merseyside, tentu saja sangat menginspirasi.

Kenny Dalglish adalah titik tumpu kreatif dari sisi Bob Paisley dan kemampuan bawaannya untuk menciptakan keajaiban di sepertiga akhir menghasilkan yang terbaik dari Ian Rush. Dua pendukung Anfield memenangkan empat gelar liga dan dua Piala Eropa bersama Liverpool dan menjadikan klub Merseyside kekuatan kontinental yang tangguh. Rush dan Dalglish adalah dua penyerang paling berbahaya di era mereka dan menandai salah satu era paling gemilang di Liverpool.


3. Lionel Messi & Luis Suarez (Barcelona)

Sebenarnya duet Messi dan Suarez diawali dari trio M-S-N (Messi-Suarez-Neymar), namun karena bintang Brasil itu pindah ke Paris Saint-Germain, maka terpaksa Messi dan Suarez untuk melanjutkan tugas mereka. Kedua superstar itu menjalin kemitraan yang luar biasa di lapangan dan mendatangkan malapetaka di La Liga.

Secara total, Lionel Messi dan Luis Suarez telah menghasilkan 420 gol yang menakjubkan dalam enam tahun untuk Barcelona dan berbagi hubungan yang sangat baik, entah itu di dalam maupun di luar lapangan. Kini kedua orang Amerika Selatan itu menjadi rival karena El Pistolero bergabung dengan Atletico Madrid.


2.Pele & Garrincha (Brasil)

Pele dan Garrincha adalah dua pemain terhebat yang pernah menghiasi dunia sepak bola dan kehadiran mereka di tim bertabur bintang Brasil membuat Selecao hampir tak terkalahkan.

Pele dan Garrincha memainkan 40 pertandingan bersama timnas Selecao, dan selama keduanya turun, Brasil tidak pernah kalah dalam pertandingan. Kemampuan Pele yang tak tertandingi untuk menemukan celah guna mencetak gol ke gawang sering membayangi kaki Garrincha yang memukau mata para penonton. Dengan 44 gol dan dua Piala Dunia di antara mereka untuk Brasil, Pele dan Garrincha menjalin kemitraan yang tetap tak tertandingi di panggung internasional.


1. Alfredo Di Stefano & Ferenc Puskas (Real Madrid)

Era kejayaan Real Madrid di tahun 1950-an memang memiliki akar kontroversial, tetapi kualitas serangan hebat mereka tetap tidak perlu dipertanyakan lagi. Alfredo Di Stefano dan Ferenc Puskas tetap menjadi dua pencetak gol paling produktif dalam sejarah dan kemitraan mereka memberi Real Madrid landasan yang mereka butuhkan untuk menjadi klub paling sukses di Eropa.

Kedua pemain legendaris ini bermain bersama selama enam tahun di Real Madrid serta mencetak 302 gol yang menakjubkan dalam prosesnya. Final Piala Eropa 1962 adalah saksi nyata saat Di Stefano dan Puskas menghancurkan Eintracht Frankfurt dengan skor  7-3. Di Stefano, khususnya, adalah maestro Real Madrid saat itu dan memenangkan lima Piala Eropa bersama Los Blancos. Kehadiran Ferenc Puskas di klub membawa yang terbaik dari legenda Argentina dan memberikan Real Madrid status elit yang mereka miliki saat ini.

  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Komentar

Libero Video

Klasemen

POIN
1
Manchester City FC
74
2
Manchester United FC
63
3
Leicester City FC
56
4
West Ham United FC
55
5
Chelsea FC
54
6
Liverpool FC
52
7
Tottenham Hotspur FC
50
8
Everton FC
49
9
Arsenal FC
45
10
Leeds United FC
45
11
Aston Villa FC
44
12
Wolverhampton Wanderers FC
38
13
Crystal Palace FC
38
14
Southampton FC
36
15
Brighton & Hove Albion FC
33
16
Burnley FC
33
17
Newcastle United FC
32
18
Fulham FC
26
19
West Bromwich Albion FC
24
20
Sheffield United FC
14
POIN
1
Club Atlético de Madrid
67
2
Real Madrid CF
66
3
FC Barcelona
65
4
Sevilla FC
61
5
Real Sociedad de Fútbol
47
6
Real Betis Balompié
47
7
Villarreal CF
46
8
Granada CF
39
9
Levante UD
38
10
RC Celta de Vigo
37
11
Athletic Club
37
12
Cádiz CF
35
13
Valencia CF
34
14
CA Osasuna
34
15
Getafe CF
30
16
SD Huesca
27
17
Real Valladolid CF
27
18
Elche CF
26
19
Deportivo Alavés
24
20
SD Eibar
23
POIN
1
FC Internazionale Milano
74
2
AC Milan
63
3
Juventus FC
62
4
Atalanta BC
61
5
SSC Napoli
59
6
SS Lazio
55
7
AS Roma
54
8
US Sassuolo Calcio
43
9
Hellas Verona FC
41
10
UC Sampdoria
36
11
Bologna FC 1909
34
12
Udinese Calcio
33
13
Genoa CFC
32
14
Spezia Calcio
32
15
ACF Fiorentina
30
16
Benevento Calcio
30
17
Torino FC
27
18
Cagliari Calcio
22
19
Parma Calcio 1913
20
20
FC Crotone
15
POIN
1
Sporting Clube de Portugal
69
2
FC Porto
60
3
Sport Lisboa e Benfica
57
4
Sporting Clube de Braga
54
5
FC Paços de Ferreira
44
6
Vitória SC
35
7
CD Santa Clara
35
8
Moreirense FC
34
9
Portimonense SC
29
10
Gil Vicente FC
28
11
CD Tondela
28
12
Rio Ave FC
28
13
Boavista FC
28
14
FC Famalicão
27
15
Os Belenenses Futebol
27
16
CS Marítimo
24
17
SC Farense
22
18
CD Nacional
21
POIN
1
FC Bayern München
65
2
RB Leipzig
61
3
VfL Wolfsburg
54
4
Eintracht Frankfurt
53
5
Borussia Dortmund
46
6
Bayer 04 Leverkusen
44
7
1. FC Union Berlin
40
8
Borussia Mönchengladbach
40
9
VfB Stuttgart
39
10
SC Freiburg
37
11
TSG 1899 Hoffenheim
32
12
FC Augsburg
32
13
SV Werder Bremen
30
14
1. FSV Mainz 05
28
15
Hertha BSC
26
16
Arminia Bielefeld
26
17
1. FC Köln
23
18
FC Schalke 04
13
POIN
1
AFC Ajax
72
2
PSV
61
3
AZ
61
4
SBV Vitesse
56
5
Feyenoord Rotterdam
54
6
FC Groningen
46
7
FC Utrecht
43
8
Heracles Almelo
39
9
FC Twente '65
37
10
SC Heerenveen
37
11
Sparta Rotterdam
34
12
Fortuna Sittard
34
13
PEC Zwolle
32
14
RKC Waalwijk
26
15
Willem II Tilburg
22
16
VVV Venlo
22
17
FC Emmen
21
18
ADO Den Haag
16
POIN
1
Lille OSC
70
2
Paris Saint-Germain FC
66
3
AS Monaco FC
65
4
Olympique Lyonnais
64
5
Racing Club de Lens
52
6
Olympique de Marseille
49
7
Stade Rennais FC 1901
48
8
Montpellier HSC
47
9
OGC Nice
43
10
FC Metz
42
11
Angers SCO
41
12
Stade de Reims
40
13
AS Saint-Étienne
39
14
RC Strasbourg Alsace
36
15
FC Girondins de Bordeaux
36
16
Stade Brestois 29
36
17
FC Lorient
32
18
Nîmes Olympique
30
19
FC Nantes
28
20
Dijon Football Côte d'Or
15