Selamat Ulang Tahun!

10 Gelandang Terbaik Sepanjang Masa, Xavi Nomor 3 Pirlo Nomor 5

"Selama ini orang-orang terkesan lebih loyal pujian kepada para penyerang. Padahal posisi gelandang tak kalah penting."

Feature | 27 March 2021, 00:25
10 Gelandang Terbaik Sepanjang Masa, Xavi Nomor 3 Pirlo Nomor 5

Libero.id - Selama ini orang-orang terkesan lebih loyal pujian kepada para penyerang. Mereka mencetak banyak gol, melakukan selebrasi unik, dan hal-hal lain yang menggembirakan, membuat para penggemar simpatik.

Dan pujian itu sepatutnya dibagi juga ke posisi yang tak kalah penting: gelandang. Sebab posisi ini berperan ganda, menjaga keseimbangan strategi. Mereka mendistribusikan bola ke depan, mencegat pemain lawan agar tak bisa macam-macam menerobos pertahanan.

Sebagai satu kesatuan dalam permainan, kita menyadari gelandang punya posisi penting. Pendeknya, gelandang berperan sangat krusial.

Namun tanpa mengesampingkan peran dan posisi satu sama lain. Di bawah ini terdapat daftar gelandang dengan reputasi paling baik sepanjang karier mereka. Baik dari capaian assist, gol, jumlah trofi, lamanya berkarier, loyalitas, dan variabel lainnya.

Mari kita ulas dari posisi 10-6 lebih dulu, ini dia nama-namanya :

10. Frank Lampard
9. Johan Neeskens
8. Luka Modric
7. Steven Gerrard
6. Paul Scholes

Tak ada yang berani meragukan kualitas, trio penghuni liga premier awal-awal tahun 2000- 2010 ke atas ini : Frank Lampard, Steven Gerrard, Paul Scholes.

Anda yang menyaksikan era mereka bermain pasti sangat beruntung. Ketiganya dikenal loyal dengan klub masing-masing. Lampard dengan Chelsea-nya, Steven Gerrard dengan Liverpool-nya dan Paul Scholes dengan Manchester United-nya. Mereka bertiga menghabiskan sebagian besar karier di raksasa Liga Premier.

Dengan gaya bermain yang khas, jumlah trofi yang mereka persembahkan, layak untuk menyebut ketiganya sebagai legenda.

Sementara itu dua nama lain, tak kalah hebat. Pertama Luka Modric, dalam capaian individu Modric melampaui semua nama dalam daftar 10 besar Ini. Dia sempat membela Tottenham lalu hijrah dan mempersembahkan banyak gelar bersama Real Madrid. Pada tahun 2018, dia mengganjar penghargaan FIFA Ballon d'Or. Perlu menjelaskan hal apa lagi?

Nama terakhir ada Johan Neeskens, banyak yang mungkin tidak tahu, tapi bagi generasi lama, dia fenomenal.

Setelah membela Ajax selama 4 musim, dari 1970 -1974 dan menyabet 10 gelar juara, 7 domestik dan 3 gelar Liga Champions, Neeskens kemudian pindah ke Barcelona menyusul rekan senegaranya Johan Cruyff dan Rinus Michels. Nama Johan Neeskens merupakan wajah awal yang membentuk filosofi Total Football ala Belanda.

Langsung saja, kita beralih ke peringkat 5 sampai ke yang terbaik 1 :

5. Andrea Pirlo
4. Weldyr Pereira (Didi)
3. Xavi Hernandez
2. Lothar Matthaus
1. Andres Iniesta

Ikon Barcelona Andres Iniesta dinobatkan sebagai gelandang terbaik sepanjang masa di depan legenda Jerman Lothar Matthaus dan sesama legenda klub Catalan yakni Xavi.

Gelandang Spanyol berusia 36 tahun itu menghabiskan sebagian besar karier bermainnya di Camp Nou dan menjalin kemitraan yang hebat dengan Xavi.

Iniesta, yang saat ini menjadi kapten tim Jepang Vissel Kobe, mengangkat sembilan gelar La Liga, empat Liga Champions, enam Copa del Reys, dan enam Piala Super Spanyol.

Mantan kapten Barcelona itu juga menikmati trofi di panggung internasional saat ia merebut dua .Piala Euro (2008 dan 2012) dan Piala Dunia 2010 bersama Spanyol.

Sportskeeda menyebut Iniesta sebagai salah satu pemain legendaris yang fenomenal, situs itu mengatakan persahabatannya dengan Xavi di Barcelona membuat mereka "tidak diragukan lagi adalah kemitraan lini tengah terbaik yang pernah ada."

Tak sampai disitu Sportskeeda juga punya sesuatu yang amat spesial, "visi luar biasa, keterampilan mengoper dan bakat luar biasa untuk tampil di saat yang paling penting."

Lalu nama lain ada Matthaeus yang finis di belakang Iniesta dalam peringkat, pemenang Ballon d'Or 1990 dinilai sebagai "pemain lini tengah box-to-box yang luar biasa yang sepertinya selalu berada di posisi yang tepat pada waktu yang tepat."

Dan Xavi menutup tiga besar dengan sempurna. Pria Spanyol berusia 41 tahun, yang saat ini melatih Al Sadd, sangat penting bagi keberhasilan Barcelona dan Spanyol dalam menerapkan sepak bola tiki-taka di akhir tahun 2000-an .

Menurut Sportskeeda, Xavi adalah "pengumpan dan playmaker terbaik" yang "mampu melakukan operan yang tepat pada waktu yang juga tepat."




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Komentar

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=HgyPUs_08U4

Artikel Pilihan