Selamat Ulang Tahun!

Fantastis! 15 Final Pep Guardiola sebagai Pelatih, 14 Diantaranya Juara

"Berikut ini 15 final yang melibatkan pelatih kelahiran Santpedor, 18 Januari 1971. Statistik yang dahsyat. Apa kuncinya?"

Feature | 07 May 2021, 06:50
Fantastis! 15 Final Pep Guardiola sebagai Pelatih, 14 Diantaranya Juara

Libero.id - Manchester City mencapai final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah. Di Istanbul, 29 Mei 2021, The Citizens akan bertemu Chelsea. Meski debutan fans Man city layak optimistis karena Pep Guardiola punya rekor bagus di pertandingan puncak.

Sebagai pelatih, Guardiola dikenal dengan strategi pressing ketat. Dia mengembangkan gagasan untuk melawan tekanan lawan dengan memastikan penjaga gawang dan bek merasa nyaman dengan bola dan mampu mempertahankan penguasaan bola untuk menangkal.

Di Man City, Guardiola mengembangkan ide ini selangkah lebih maju dengan memanfaatkan fakta bahwa para pemain tidak boleh offside dari tendangan gawang. Dia memastikan seorang penjaga gawang memiliki kekuatan tendangan untuk menendang di sepanjang lapangan untuk menghasilkan assist.

Jika lawan menekan di sepertiga lapangan sendiri, tidak jarang striker Man City akan berlari jauh ke sepertiga belakang lawan. Dengan melakukan ini, itu memaksa lawan kembali untuk menandai penyerang yang tidak bisa offside. Ini akan menciptakan ruang besar di tengah lapangan yang memudahkan kiper untuk memotong bola melewati tekanan tinggi agresif lawan.

Dengan taktik yang digunakan, tim-tim asuhan Guardiola tidak hanya menjuarai kompetisi domestik seperti La Liga (Barcelona), Bundesliga (Bayern Muenchen), atau Liga Premier (Man City), melainkan juga cup competitions.

Catatan menunjukkan Guardiola sangat sering mencapai pertandingan puncak seperti Copa del Rey, DFB-Pokal, Piala FA, Piala Liga, Piala Dunia Antarklub, hingga Liga Champions. Sejarah mencatat, Guardiola hanya pernah kalah satu kali dari 15 final yang dijalani sebagai pelatih.

Berikut ini 15 final yang melibatkan pelatih kelahiran Santpedor, 18 Januari 1971, tersebut:


1. Copa del Rey 2008/2009

Final pertama Guardiola dalam debut kepelatihan di tim utama Barcelona. Dengan skuad yang masih diperkuat Samuel Eto'o, Bojan Krkic, hingga Yaya Toure, Barcelona ke final setelah menyingkirkan Recreativo Huelva, Osasuna, Sporting Gijon, dan Sevilla. Di final, mereka mengalahkan Athletic Bilbao 4-1. Toure, Lionel Messi, Bojan, dan Xavi Hernandez menjadi pahlawan.

Itu musim yang membanggakan karena pada akhirnya Barcelona menyapu bersih semua gelar. Copa del Rey, La Liga, dan Liga Champions. Kemudian, disusul Supercopa de Espana, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.


2. Liga Champions 2008/2009

Barcelona mengalahkan Manchester United 2-0 di final Liga Champions 2008/2009. Eto'o membuka skor pada menit 10 dan Messi menambahkan 20 menit sebelum pertandingan berakhir.

Ini adalah kemenangan ketiga Barcelona dalam kompetisi tersebut atau 17 tahun setelah kemenangan pertama pada 1991/1992. Barcelona pantas bangga karena MU hadir di pertandingan tersebut sebagai juara bertahan. Mereka menjadi juara bertahan pertama yang mencapai final sejak Juventus pada 1996/1997. MU juga berusaha menjadi tim pertama yang mempertahankan trofi sejak AC Milan pada 1989/1990.

Sebagai pemenang Liga Champions, Barcelona kemudian bermain melawan pemenang Piala UEFA 2008/2009, Shakhtar Donetsk, di Piala Super 2009. Mereka juga mewakili UEFA di Piala Dunia Klub 2009.


3. Piala Dunia Antarklub 2009

Untuk menuntaskan 6 gelar dalam satu tahun kalender, Barcelona dan Guardiola harus menghadapi Estudiantes de La Plata pada final Piala Dunia Antarklub di Dubai. Barcelona nyaris kalah 0-1 sebelum Pedro Rodriguez menyamakan skor pada menit 89. Lalu, Messi menjadi pahlawan melalui gol di menit 110 (perpanjangan waktu).


4. Copa del Rey 2010/2011 (runner-up)

Kompetisi domestik di Spanyol pada 2010/20211 adalah musim yang panas bagi Barcelona dan Real Madrid. Kedua klub bertarung habis-habisan di semua ajang yang diikuti. Tensi panas dan ketegangan terjadi sebelum, sesaat, maupun setelah pertandingan.

Contohnya di final Copa del Rey. Diwarnai ketegangan, Guardiola akhirnya menelan kekalahan pertama di pertandingan final sebagai pelatih. Barcelona takluk 0-1 dari Los Blancos lewat gol semata wayang Cristiano Ronaldo pada menit 103 (perpanjangan waktu) di depan 55.000 pasang mata di Estadio Mestalla, Valencia, 20 April 2011.


5. Liga Champions 2010/2011

Barcelona kembali bertemu MU pada pertandingan puncak Liga Champions. Hasilnya, Pedro Rodriguez, Messi, dan David Villa membuat klub raksasa Katalunya tersebut unggul 3-1. Guardiola membuat Barcelona tampil dominan di semua sektor lapangan dengan membuat Sir Alex Ferguson pusing.

"Barcelona adalah tim terbaik yang pernah melawan tim kami. Mereka tim kelas dunia yang bermain di sekitar Lionel Messi yang sangat hebat. Saya tidak merasa iri terhadap sisi-sisi hebat itu. Menyesal ya, saat kita kalah dari mereka. Tapi, cemburu, tidak," kata Ferguson saat itu, dilansir Sport Mole.


6. Piala Dunia Antarklub 2011

Awal persahabatan Messi dan Neymar dimulai di Piala Dunia Antarklub 2011. Saat itu Barcelona menghadapi Santos di Jepang. Dengan segala keterampilan teknik yang dimiliki, kualitas Neymar ternyata masih tertinggal dari Messi. La Pulga memborong 2 gol untuk membantu klubnya mengalahkan timnya Neymar 4-0.

Beberapa bulan kemudian, Neymar memutuskan bergabung dengan Barcelona. Dia menolak proposal mahal dari banyak klub papan atas Benua Biru, termasuk Real Madrid, Inter Milan, Paris Saint-Germain (PSG), dan Man City.


7. Copa del Rey 2011/2012

Barcelona mencapai final Copa del Rey 2011/2012 setelah menyingkirkan Real Madrid di perempat final. Di laga puncak, mereka menghajar Athletic Bilbao 3-0. Sayangnya, ini menjadi gelar terakhir Guardiola untuk Barcelona. Dia pergi di akhir musim dan kembali pada 2013 untuk melatih Bayern Muenchen.


8. Piala Dunia Antarklub 2013

Guardiola datang ke Allianz Arena dengan mewariskan sejumlah gelar membanggakan, salah satunya Liga Champions. Artinya, dia harus memimpin Bayern menghadapi Piala Dunia Antarklub 2013. Setelah mulus di fase sebelumnya, FC Hollywood bertemu Raja Casablanca dari Maroko. Bayern akhirnya unggul 2-0.


9. DFB-Pokal 2013/2014

Guardiola melengkapi kesuksesan Bayern di Bundesliga 2013/2014 dengan menjuarai DFB-Pokal. Itu kemenangan yang membanggakan karena mereka mengalahkan musuh tradisionalnya, Borussia Dortmund.

Laga berjalan ketat sejak kick-off hingga waktu normal berakhir. Pertandingan di Olympiastadion, Berlin, 17 Mei 2014, harus dilanjutkan ke perpanjangan waktu. Mentalitas Bayern menjadi penentu setelah Arjen Robben dan Thomas Mueller menjadi penentu kemenangan 2-0.


10. DFB-Pokal 2015/2016

Seperti final DFB-Pokal 2013/2014, Bayern kembali berjumpa Dortmund. Laga juga berlangsung ketat dan berlanjut ke perpanjangan waktu. Bedanya, kemenangan FC Hollywood ditentukan melalui adu penalti. Bayern 4-3 setelah Sokratis Papastathopoulos dan Sven Bender gagal menembus gawang Manuel Neuer. Sementara Joshua Kimmich menjadi satu-satunya pemain Bayern yang tidak berhasil menjebol jala Roman Burki.


11. Piala Liga 2017/2018

Selain Liga Premier, Guardiola juga membantu Man City mendominasi cup competitions sekelas Piala Liga. Sejak mendapatkan gelar pertama pada 2017/2018, The Citizens selalu mampu mempertahankan gelarnya hingga 2020/2021.

Pada final Piala Liga pertama Guardiola, Man City berhasil membantai Arsenal 3 gol tanpa balas melalui Sergio Aguero, Vincent Kompany, dan David Silva. Dengan pemain-pemain yang sebagian besar masih akan bermain di final Liga Champions 2020/2021, The Citizens sangat dominan di depan The Gunners.

"Sebelum pertandingan saya pikir saya akan mencetak gol. Saya berlatih dengan baik, saya mendukung para pemain ketika saya tidak bermain, dan ketika saya bermain, saya memberikan semua yang saya miliki. Saya sangat bangga dengan tim ini. Kerja keras setiap menit untuk pulih dari cedera sangat berharga untuk hari-hari seperti ini," kata Kompany saat itu, dilansir The Guardian.


12. Piala Liga 2018/2019

Meski hanya kompetisi kelas ketiga di Inggris, final Piala Liga 2018/2019 benar-benar bergengsi. Itu menampilkan dua tim yang sedang berjuang untuk gelar Liga Premier, Chelsea dan Man City. Laga berlangsung ketat sejak kick-off hingga akhir. The Citizens akhirnya juara lewat kemenangan adu penalti 4-3 (0-0).


13. Piala FA 2018/2019

Menghasilkan 6 gol tanpa balas pada pertandingan final sebuah kompetisi sekelas Piala FA adalah hal luar biasa yang tidak terjadi setiap musim. Meski bertemu tim seperti Watford, bukan berarti usaha para pemain The Citizens bisa dipandang sebelah mata. Mereka layak dipuji karena soliditas yang ditunjukkan.

"Kami tahu sebelum pertandingan kami harus memainkan permainan yang sempurna. Kami memulai dengan baik dan kami menciptakan peluang terbaik setelah 10 menit. Tapi, setelah itu mereka mendominasi. Mereka lebih baik. Selamat kepada mereka dan kami akan mencoba lagi," ujar Pelatih Watford saat itu, Javi Gracia, kepada BBC Sport.


14. Piala Liga 2019/2020

Gelar Piala Liga ketiga secara beruntun didapatkan Man City setelah mengalahkan Aston Villa 2-1. The Villans hanya bisa bertahan total sambil mencari celah melakukan serangan balik. Sementara Man City benar-benar mendominasi semua sudut lapangan dengan sempurna. Mereka mendikte pertandingan.


15. Piala Liga 2020/2021

Dengan kehadiran penonton yang terbatas di Wembley, atmosfer final Piala Liga musim ini benar-benar berbeda. Dengan teriakan dan nyanyian dari suporter kedua yang tercatat berjumlah 7.773 orang, para pemain terlihat lebih bersemangat. Man City akhirnya unggul 1-0 lewat aksi Aymeric Laporte.




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Komentar

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=3HhTsB9sW4g

Artikel Pilihan