"Konspirasi Skandinavia"! Jadi Lawan Rusia di Laga Terakhir Grup B?

"Jika tidak ingin menangis, Rusia harus mewaspadai koneksi Skandinavia. Itu pernah gagalkan Italia di Euro 2004."

Analisis | 21 June 2021, 20:31
"Konspirasi Skandinavia"! Jadi Lawan Rusia di Laga Terakhir Grup B?

Libero.id - Pertandingan terakhir Grup B, Selasa (22/6/2021) dini hari WIB, berpotensi memunculkan kontroversi terkait "Konspirasi Skandinavia". Itu pernah dituduhkan Italia saat gagal di fase grup Euro 2004. Masih ingat?

"Konspirasi Skandinavia" atau "Koneksi Skandinavia" adalah atribut yang diberikan para pemain maupun media Italia saat disingkirkan Denmark dan Swedia di Portugal pada 2004. Saat itu, Gli Azzurri masuk Grup C bersama Swedia, Denmak, dan Bulgaria.

Pasukan Giovanni Trapattoni menghadapi Denmark di laga pertama. Hasilnya, imbang 0-0. Di tempat lain, Swedia membantai Bulgaria 5-0. Lalu, pada pertandingan kedua, Italia bertemu Swedia . Skor akhirnya 1-1. Sementara di pertandingan lalin, Denmark memukul Bulgaria 2-0.

Dalam situasi seperti itu, Swedia ada di puncak klasemen dengan 4 poin, diikuti Denmark (4 poin) dan hanya kalah selisih gol. Sedangkan Italia berada di peringkat 3 dengan 2 poin. Artinya, Italia harus menang di pertandingan terakhir melawan Bulgaria dan Swedia atau Denmark kalah.

Jika Italia vs Bulgaria dan Denmark vs Swedia imbang, Gli Azzurri akan kandas. Jika Swedia dan Denmark imbang, Italia butuh kemenangan dengan skor besar atas Bulgaria. Bisa 3-0, 4-0, 5-0, atau lebih. Jika 2-0, tiket menjadi milik Denmark dan Swedia.

Laga penentuan akhirnya tiba pada 22 Juni 2004. Di Porto, Derby Skandinavia akhirnya terjadi. Swedia tertinggal 1-2 hingga menit 88. Tapi, semenit kemudian, The Yellow Vikings mencetak gol penyama skor 2-2. Hasil imbang 2-2 memastikan Swedia dan Denmark lolos ke perempat final.

Sebaliknya, di Guimaraes, Italia tersingkir setelah hanya mampu mengalahkan Bulgaria 2-1 setelah nyaris imbang 1-1. Gol penentu kemenangan Gli Azzurri baru lahir setelah Swedia memastikan skor imbang dengan Denmark. Gol itu lahir pada menit 94 lewat Antonio Cassano.

Kecurigaan Italia terjadi karena ada sejumlah hal janggal di lapangan. Meski para pelatih membantahnya sebelum pertandingan, saat duel berlangsung situasinya berbeda 180 derajat. Pada pemain kedua kubu terlibat berbicara tentang kemungkinan menciptakan skor 2-2.

Itu bukan hanya hipotesis, melainkan sudah diakui para pemain kedua pihak yang terlibat saat itu, Sebut saja Erik Edman, Daniel Jensen, Anders Andersson, Thomas Gravesen, Marcus Allback, hingga Thomas Sorensen.


Mungkinkah terjadi di Euro 2020?

Dalam situasi yang nyaris sama, kemungkinan terjadinya "Konspirasi Skandinavia" atau "Koneksi Skandinavia" bisa saja tercipta di laga terakhir Grup B. Tentu saja dengan beberapa perbedaan dan modifikasi.

Fakta menunjukkan, di laga penentuan ini Denmark tidak memiliki peluang lolos ke babak 16 besar. Mereka sudah kalah dua kali. Tapi, tim Dinamit masih memiliki kewajiban menjamu Rusia di Copenhagen. Itu artinya, tim Beruang Merah harus "tandang" untuk pertama kalinya setelah dua kali bermain di Saint Petersburg.

Laga Denmark versus Rusia akan berpengaruh pada hasil tim Skandinavia lain, Finlandia. Tim debutan itu akan bertemu Belgia di Saint Petersburg pada jam yang sama. Ini gampang-gampang susah karena Belgia sudah memastikan diri lolos ke babak 16 besar.

Skenarionya adalah, Denmark akan bertempur mati-matian untuk mengalahkan Rusia. Di tempat lain, Finlandia akan berusaha mengalahkan Belgia. Jika gagal, minimal skor imbang didapatkan.

Dengan kondisi seperti itu (Denmark menang dan Finlandia imbang atau menang), Rusia akan tersingkir. Sebab, dengan hanya mengoleksi 3 poin, pasukan Stanislav Cherchesov tidak akan mungkin lolos ke fase knock-out sebagai satu dari empat peringkat 3 terbaik. 

"Kami tidak menggunakan kata 'masalah' selama lima tahun terakhir. Hanya sebuah situasi, dan kita tahu bagaimana menghadapinya. Tugas kita adalah melakukan pekerjaan kita dengan baik dan mendapatkan hasilnya," ujar Cherchesov tentang kemungkinan timbul hal non teknis di Copenhagen, dilansir situs resmi UEFA.

Kubu Denmark juga tidak peduli dengan analisis pengamat tentang hal nonteknis di laga ini. "Apapun yang terjadi, kami akan pergi ke stadion dan mencoba memenangkan pertandingan. Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit melawan Rusia," kata Pelatih Denmark, Kasper Hjulmand.

"Mereka adalah tim yang bagus. Kami tidak boleh memaksakan apapun. Kami tahu betapa sulitnya memaksakan sesuatu, dan kami harus menjaga keseimbangan dan mencegah kesalahan. Ini akan menjadi pertandingan yang bagus dan panjang lagi," pungkas Hjulmand.

(andri ananto/anda)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0% Suka
  • 0% Lucu
  • 0% Sedih
  • 0% Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan


Daun Media Network