Ada Dampak Ekonomi, Klub-klub Ligue 1 Juga Sambut Kedatangan Lionel Messi

"Dengan pemain seperti Messi, sudah terbayang pemasukan yang akan didapat Ligue 1."

Feature | 11 August 2021, 00:39
Ada Dampak Ekonomi, Klub-klub Ligue 1 Juga Sambut Kedatangan Lionel Messi

Libero.id - Jika itu terjadi di Liga Premier, Serie A, atau Bundesliga, bergabungnya Lionel Messi ke klub rival akan ditanggapi sinis. Tapi, yang terjadi di Ligue 1 justru sebaliknya. Mayoritas klub rival Paris Saint-Germain (PSG) mengaku sangat senang dengan kepindahan La Pulga dari Barcelona. 

Messi sudah dipastikan menjadi pemain Les Parisiens untuk dua musim ke depan. Sambutan meriah datang dari para pendukung klub yang menyambut di bandara dan stadion. 

Tapi, kegembiraan ternyata bukan monopoli orang-orang Paris. Klub-klub rival utama PSG seperti Lyon, Marseille, AS Monaco, Bordeaux, hingga sang juara bertahan Lille juga ikut senang. Begitu pula klub-klub papan menengah dan bawah seperti Troyes, Reims, Strasbourg, Nantes, Metz, hingga Montpellier.

Alasan kegembiraan mereka adalah ekonomi! Dalam ilmu ekonomi dikenal sebagai "teori limpasan". Dengan merekrut Messi, PSG akan menyebabkan distribusi pendapatan mengalir ke semua klub di Ligue 1 (seperti air selokan yang meluap ke jalan saat hujan deras).

Meski tidak sesederhana yang dibayangkan, banyak klub sudah membayangkan akan mendapatkan dana segar dari tiket, iklan, dan tentu saja hak siar televisi yang akan naik berkali-kali lipat. "Emas di Liga Petani (Farmers League)," ucap Ekonom olahraga Prancis, Jean-Pascal Gayant, dilansir 20 Minutes.

"Ya, ini adalah teori limpasan yang terkenal. Secara pribadi, saya tidak percaya untuk sesaat. Jika kita melihat apa yang telah terjadi sejak 2011 dan kedatangan Qatar di PSG, jelas bahwa teori trickle-down efect tidak berfungsi. Begitu pula saat Neymar datang dan Mbappe muncul. Mungkin karena Covid-19," tambah Gayant.

"Memang benar dan orang juga bisa bertanya-tanya apakah kedatangan Messi di Paris akan menghasilkan minat tambahan yang cukup besar di negara lain untuk Ligue 1, baik di Asia atau Amerika. Sebenarnya, saya tidak yakin karena sebuah liga juga diminati penonton asing dari level kompetisinya. Tapi, saya juga harus realistis bahwa ini Messi. Pemain terbaik dunia," ungkap Gayant.

Pendapat lain datang dari Presiden Lyon, Jean-Michel Aulas. Berbicara dengan L'Equipe, pria kontroversial itu menjelaskan bagaimana kedatangan Messi dapat menyebabkan peningkatan pendapatan dari kesepakatan hak siar televisi di luar negeri.

"Jika ini (kedatangan Messi) dikonfirmasi (deal), itu akan menjadi luar biasa bagi kita semua. Untuk hak siar TV dan nilai pemasaran umum Ligue 1, tidak dapat disangkal akan menjadi nilai tambah. Dengan Messi, anda tidak dapat membayangkan bahwa dalam konteks transparansi, hak siar yang dijual oleh BeIN di luar negeri akan meledak," ujar Aulas.

"Saya sangat yakin. Jika transfer ini berhasil, dengan Neymar dan Mbappe di sana, kami berada dalam posisi yang menguntungkan. Jika Qatar mengambil inisiatif untuk membangun tim hebat di PSG, kami semua akan senang. Bahkan jika itu membuat kompetisi lebih sulit," tambah Aulas.

Tapi, Aulas juga menyebut bahwa Ligue 1 membutuhkan klub lain yang sama kompetitifnya. "Apakah kami (Ligue 1) akan menjadi liga nomor satu di Eropa? Agar itu terjadi, BeIN harus bersikap positif dengan hak-hak internasional untuk mengembangkannya lebih jauh," saran Aulas.

Selain Lyon, rival tradisional PSG, Marseille, juga sangat gembira dengan Messi. Meski hal itu berarti Le Classique akan bertambah berat, L'Oheme melihat banyak sisi positifnya. 

"Apa? Leo (Messi) pindah ke sana (PSG)? Super untuk Ligue 1!" ujar Jorge Sampaoli, pelatih Marseille asal Argentina yang menukangi Messi di Piala Dunia 2018, saat menjawab pertanyaan media ketika pertama kali mendengar rumor rencana transfer La Pulga ke PSG.

(andri ananto/anda)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan




Daun Media Network