Lechia Gdansk Kontrak Witan Sulaiman 2 Tahun, Faktor Teknis atau Murni Bisnis?

"Dengan 270 juta penduduk, Indonesia adalah pasar besar klub sepakbola Eropa."

Analisis | 02 September 2021, 02:24
Lechia Gdansk Kontrak Witan Sulaiman 2 Tahun, Faktor Teknis atau Murni Bisnis?

Libero.id - Setelah membiarkan Egy Maulana Vikri pergi, Lechia Gdansk tampaknya tidak mau kehilangan potensi pasar Indonesia. Klub Polandia itu kini mengontrak Witan Sulaiman 2 tahun. Apakah ini benar-benar urusan sepakbola atau hanya bisnis demi followers media sosial?

Gelandang tim nasional Indonesia itu secara resmi bergabung dengan Lechia untuk musim 2021/2022 dan 2022/2023. Kepastian itu didapatkan setelah Witan berpamitan untuk meninggalkan Radnik Surdulica di Super Liga Serbia.

Tidak butuh waktu lama, pemuda asal Palu, Sulawesi Tengah, tersebut mendapatkan klub baru. Witan tetap berkarier di Eropa Timur. Kali ini di Polandia bersama Lechia, yang merupakan klub Egy musim lalu. Tidak tanggung-tanggung, gelandang serang merangkap winger itu langsung diberi kesempatan masuk skuad utama.

"Witan Sulaiman menandatangani kontrak dengan Lechia Gdansk. Di Lechia, Sulaiman akan bermain dengan nomor punggung 80. Kontraknya akan berlaku dua musim ke depan," tulis Lechia di Instagram resminya, @lechia_gdansk. 

Sontak, keputusan itu langsung mendapatkan tanggapa positif warganet Indonesia. Selain respons positif dan banji komentar dari pendukung Witan di Indonesia, akun Lechia juga mendapatkan penambahan pengikut yang signifikan. 

Situasi itu kontras dengan saat Egy diumumkan tidak melanjutkan kerjasama dengan Lechia pada 30 Juni 2021. Saat itu, pada pukul 18.30 WIB ketika pengumuman tentang Egy dibuat, followers Lechia sekitar 302 ribu. Hanya butuh beberapa menit, pengikut akun tersebut menjadi 300 ribu. Lalu, berlanjut terus sepanjang malam hingga keesokan harinya, 1 Juli 2021.

Catatan menunjukkan, pada pukul 12.00 WIB, followers Lechia tinggal 274 ribu. Artinya, hanya dalam waktu 18 jam, Lechia kehilangan 30.000 follower. Itu diprediksi akan terus bertambah. Terbukti, saat Witan diumumkan menjadi pemain baru Lechia, pengikut mereka mencapai 246 ribu.

Dengan mengontrak Witan, Lechia berharap mendapatkan kembali pasar Indonesia yang sempat beralih. Pasalnya, pengaruh Egy terhadap perkembangan akun Lechia tidak bisa dibantah. 

Statistik menunjukkan, 3 tahun lalu ketika Egy datang ke Polandia, Lechia hanya punya sekitar 32 ribu followers, yang mayoritas adalah warga lokal. Tapi, hanya dalam waktu seminggu, pengikut Lechia menjadi 205 ribu. Ada tambahan sekitar 173 ribu atau 662%, yang mayoritas akun Indonesia.

Kenaikan yang luar biasa itu sempat membuat Instagram resmi Lechia menjadi yang paling banyak di Polandia. Mereka mengalahkan klub elite di negara itu, Legia Warszawa. Saat itu. Legia memiliki 137 ribu pengikut. Dan, sekarang 234 ribu followers.

Dengan jumlah penduduk yang besar dan pengguna media sosial yang sangat banyak, potensi suporter Indonesia luar biasa. Selain Lechia, tim asing yang mendapatkan keuntungan dari pemain Indonesia adalah Ansan Greeners di K.League 2.

Berkat Asnawi Mangkualam Bahar, pengikut Ansan meningkat sangat signifikan. Sebelum kedatangan Asnawi, mereka hanya memiliki 4 ribu followers. Tapi, pada hari perekrutan Asnawi, pengikut melonjak menjadi 10 ribu dalam sehari. Lalu, naik menjadi 34 ribu, 50 ribu, dan sekarang hampir 70 ribuan. 

Itu menjadi jumlah terbanyak diantara klub-klub Korea. Bahkan, mengalahkan klub elite, Ulsan Hyundai, dengan hampir 55 ribu pengikut.

Kejadian lainnya pernah menimpa Doan Van Hau saat mencedarai Evan Dimas Darmono pada final SEA Games 2019. Hanya butuh hitungan menit, akun Instagram pemain Vietnam itu dibanjiri kecaman dari akun Indonesia. Sebelum laga berakhir terdapat setidaknya 100 ribu komentar negatif dan kecaman.

Beberapa klub Malaysia yang pernah atau sedang diperkuat pemain Indonesia seperti Selangor, Penang, Sabah, hingga Johor Darul Ta'zim juga mengalami keuntungan yang sama seperti Ansan dan Lechia. Begitu pula tim Thailand seperti Lampang FC, Thai Port, atau PT Prachuap.

(andri ananto/anda)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Analisis

Artikel Pilihan


Daun Media Network