Ringkasan Berita
-
Manajer Liga Premier mendapatkan gaji fantastis meski menghadapi tekanan besar untuk mencapai hasil.
-
Gaji manajer bervariasi, dari yang terendah di Brentford hingga tertinggi di Nottingham Forest.
-
Permintaan tinggi untuk sepak bola Inggris mendorong investasi besar dan gaji manajerial yang dramatis.
Mengungkap gaji fantastis para manajer Liga Premier, dari Keith Andrews di Brentford hingga Marco Silva di Fulham.
Gaji Fantastis di Dunia Sepak Bola
Sepak bola bukan hanya tentang permainan di lapangan, tetapi juga tentang angka-angka besar di balik layar. Para manajer Liga Premier menghadapi tekanan besar untuk mencapai hasil, dengan jutaan pound sterling dipertaruhkan setiap musim. Meskipun sifat pemilik klub yang sering kali tidak sabar bisa kejam, para manajer tetap mendapatkan kompensasi besar untuk waktu mereka, bahkan bagi mereka yang berjuang untuk mempertahankan kredibilitasnya.
Kontrak awal mereka sangat menggiurkan, dengan beberapa manajer Liga Premier yang paling bergengsi mendapatkan gaji tertinggi di bidang mereka secara global. Liga Premier mendominasi banyak dari Deloitte's Football Money League, dan pertumbuhan permintaan untuk sepak bola papan atas Inggris ini diimbangi oleh investasi yang lebih tinggi. Oleh karena itu, tidak mengherankan melihat beberapa gaji manajerial yang dramatis.
Manajer dengan Gaji Terendah
Di Brentford, Keith Andrews mendapatkan £1,3 juta per tahun, meskipun tidak memiliki pengalaman manajerial sebelumnya. Setelah kepergian Thomas Frank ke Tottenham, Andrews diangkat dari posisi pelatih set-piece. Meski banyak yang meragukan kemampuannya, Brentford membuktikan bahwa mereka salah dengan sejumlah penampilan impresif.
Andoni Iraola di Bournemouth mendapatkan £1,5 juta per tahun. Setelah awal yang sulit, mantan bos Rayo Vallecano ini berhasil mengesankan di paruh kedua musim 2023/24. Bournemouth dikenal sebagai klub yang jarang mengeluarkan banyak uang, baik untuk pemain maupun manajer.
Rob Edwards di Wolverhampton Wanderers juga mendapatkan £1,5 juta per tahun. Meskipun awal musim yang buruk, Wolves berharap Edwards bisa membalikkan keadaan. Namun, hingga saat ini, hasilnya belum memuaskan.
Scott Parker di Burnley mendapatkan £1,6 juta per tahun. Meski baru memenangkan promosi otomatis dengan 100 poin, Parker masih termasuk dalam jajaran manajer dengan bayaran terendah di Liga Premier.
Manajer dengan Gaji Menengah
Daniel Farke di Leeds United mendapatkan £2 juta per tahun. Meski gaya manajemennya pernah dikritik, Leeds memberinya kesempatan untuk membuktikan diri. Regis Le Bris di Sunderland juga mendapatkan £2 juta per tahun, dan telah menikmati awal yang luar biasa di Liga Premier.
Fabian Hurzeler di Brighton & Hove Albion mendapatkan £2,5 juta per tahun. Sebagai pelatih kepala termuda di Liga Premier, ada banyak harapan pada dirinya untuk memenuhi janji tersebut.
Manajer dengan Gaji Tertinggi
Sean Dyche di Nottingham Forest mendapatkan £3,9 juta per tahun. Setelah awal musim yang buruk, Forest berharap Dyche bisa menstabilkan tim. Oliver Glasner di Crystal Palace mendapatkan £4 juta per tahun, dan telah membawa klub meraih Piala FA 2025.
Marco Silva di Fulham juga mendapatkan £4 juta per tahun. Setelah memenangkan Championship dan mendapatkan promosi, Silva terus membuktikan dirinya sebagai manajer yang handal di Craven Cottage.
Newsletter : 📩 Dapatkan update terkini seputar dunia sepak bola langsung ke email kamu — gratis!