Daftar 7 Permusuhan Ikonik Zlatan Ibrahimovic di Sepakbola

"Bahkan, di usia hampir 40 tahun, Ibra masih senang ribut dengan pemain yang lebih muda."

Biografi | 23 September 2021, 12:40
Daftar 7 Permusuhan Ikonik Zlatan Ibrahimovic di Sepakbola

Libero.id - Zlatan Ibrahimovic tidak pernah jauh dari pergumulan. Bahkan, saat dia mendekati usia 40 tahun. Dia membuktikannya setelah bertabrakan dengan Romelu Lukaku dalam Derby della Madonnina musim lalu.

"Tunjukan voodoo-mu (salah satu tradisi dari Afrika), seperti keledai kecil," Ibrahimovic terdengar berteriak pada Lukaku. Pemain Belgia itu kemudian menjawab, "S****n anda dan istri anda, anda b**i kecil". Atas kejadian itu kedua pemain diganjar kuning kartu kuning oleh wasit.

Lukaku mengejar Ibrahimovic di terowongan pada peluit jeda pertandingan. Dia mencoba menyindir bahwa pemain Swedia itu telah berkomentar tentang ibunya. Rekan satu tim mereka berusaha keras untuk memisahkan keduanya.

Bagi Lukaku, hal seperti itu sangat jarang dialami di lapangan. Tapi, bagi Ibrahimovic, indisen seperti itu sudah sering terjadi. Ibrahimovic percaya bahwa dia adalah pemain yang sempurna dan membandingkan dirinya dengan Ferrari. Bahkan, Tuhan.

Rekam jejaknya di lapangan menunjukkan dia tidak pernah mundur menghadapi orang-orang yang menghalangi jalannya atau mencoba untuk mengalahkannya selama lebih dari 20 tahun kariernya.

Kami telah merangkum beberapa kehebohan dan konflik Ibrahimovic dengan pemain lain selama berkarier di sepakbola. 


1. Berselisih dengan Marcos Rojo di MU

Ketika Ibrahimovic menginginkan bola, dia biasanya mendapatkannya. Jika tidak, masalah biasanya terjadi, seperti yang terjadi dengan Rojo saat sesi latihan Manchester United.

Ketika pemain Argentina itu memutuskan untuk memberikan operan kepada Paul Pogba, pemain Swedia itu tidak senang. Rojo menyesali kata-kata yang dia tujukan kepadanya, saat dia nyaris memicu keributan. "Zlatan memiliki karakter yang kuat, Ezequiel Lavezzi telah memperingatkan saya," kata Rojo kepada Cielo Sports.

"Saya tahu dia ingin kami memberinya semua bola. Dalam sesi latihan saya melihatnya meminta bola dan saya tidak memberikan kepadanya. Saya memberikannya kepada Pogba. Kemudian dia mulai meneriaki saya, mengangkat tangannya, dan mengatakan banyak hal dalam bahasa Spanyol dan Inggris," ungkap Rojo.

"Saya berkata kepadanya, Apa yang terjadi dengan hidung besar Anda? Diam! Saya tahu bahwa jika dia menangkap saya, dia akan membunuh saya. Jadi, satu-satunya hal yang harus saya lakukan adalah menghadapinya," tambah Rojo.

Ketika tim menyelesaikan sesi latihan dan kembali ke ruang ganti, keributan semakin meningkat saat kedua pemain saling berhadapan. Jose Mourinho dipaksa untuk campur tangan. "Ketika dia masuk ke ruang ganti, saya langsung menyuruhnya menutup mulut dan berhenti berteriak," ucap Rojo.

"Kami mulai saling menghina dan semua rekan satu tim kami memperhatikan kami. Dan, di tengah itu, Mourinho mencoba menenangkan kami," tambah Rojo.


2. Mengancam mematahkan kaki Van der Vaart

Beberapa pemain tidak menyukai satu sama lain. Rafael van der Vaart dan Ibrahimovic benar-benar tidak menyukai satu sama lain. Keduanya bermain di Ajax Amsterdam dan pada 2004 ketika mereka berhadapan dalam pertandingan persahabatan antara Swedia dan Belanda.

Setelah beberapa pemain Belanda berusaha untuk menggagalkan sang striker mendapatkan bola, Ibrahimovic mendorong mereka dan salah satu dari mereka sampai cedera pergelangan kaki. Dia adalah Van der Vaart. Gelandang itu terpaksa harus melewati beberapa pertandingan, dan mengatakan kepada sebuah surat kabar bahwa rekan setimnya melakukannya dengan sengaja.

Ibrahimovic kemudian mengatakan telah menelepon Van der Vaart dan mengatakan bahwa itu adalah kecelakaan. Keduanya kemudian dipanggil Ronald Koeman ketika ketegangan meningkat, tapi Van der Vaart menolak.

Dia menulis dalam autobiografinya: "Zlatan melakukannya dengan sengaja," kata Van der Vaart. Ibrahimovic kemudian merespons dengan mengatakan: "Aku tidak sengaja melukaimu, dan kau tahu itu. Jika anda menuduh saya lagi, saya akan mematahkan kedua kaki anda, dan kali itu dengan sengaja," ungkap Ibrahimovic.

Berbicara tentang insiden itu, Van der Vaart mengkonfirmasi bahwa pemain Swedia tersebut memang membuat ancaman terhadapnya, dan dia mengatakan itu kepada semua orang. "Memang benar bahwa waktu itu ada yang tidak beres diantara kami berdua," kata Van der Vaart pada 2019.

"Tapi, saya lebih suka berada di tim dengan orang-orang yang jujur, seperti dia, bahkan jika itu berarti ada beberapa argumen. Tidak ada momen khusus kami jatuh. Kami biasanya tidak akur," kata Van der Vaart.

Rivalitas mereka berlanjut tujuh tahun kemudian ketika mereka berhadapan saat Tottenham bertandang ke AC Milan di babak gugur Liga Champions. "Pertama-tama saya ingin menang. Kedua, saya ingin memainkan bola di antara kedua kaki Zlatan. Itu akan menjadi bonus yang sangat bagus," kata Van der Vaart kepada The Sun jelang pertandingan.

Dia mendapatkan keinginannya, saat Spurs menang 1-0 di San Siro sebelum membuang tim yang diperkuat Ibrahimovic itu dengan hasil imbang 0-0 pada leg kedua.


3. Mencekik Simon Kjaer

Ibrahimovic sangat bagus sehingga tidak ada yang bisa anda lakukan selain tetap menjaganya saat bertanding. Itulah yang dilakukan Simon Kjaer saat membela Fenerbahce dalam pertandingan Liga Europa melawan Manchester United pada 2016. Pemain asal Swedia itu tampak frustrasi dengan penjagaan yang ketat.

Saat dia berlari dengan bola, Kjaer menjaganya dengan ketat hingga hembusan napas Kjaer mengganggu Ibra. Tak nyaman dengan hal itu, Ibrahimovic mendorong Kjaer. Pemain Denmark itu segera menangkapnya ketika sang striker mencoba untuk mendapatkan bola setelah keluar dari permainan.

Ibrahimovic sangat marah setelah dia memeluknya dan dengan cepat mencengkram leher pemain itu, keduanya harus dipisahkan oleh rekan satu timnya dan Mourinho.

Berbicara setelah pertandingan, Kjaer menggambarkannya sebagai pemain sombong yang membusungkan dada dan menyayangkan perilakunya. "Saya sebenarnya tidak mendengar apa yang dia katakan. Tapi, saya tahu bahwa dia tidak senang," kata Kjaer kepada Channel 9.

"Tapi itulah cara saya mengenalnya di lapangan. Dia adalah tipe pemain yang membusungkan dada, yang arogan. Itu adalah cara dia bermain. Cara saya bermain adalah dengan menandainya sekencang mungkin dan memberinya ruang sesedikit mungkin, karena dia adalah pemain yang bagus," ungkap Kjaer.

"Ini adalah bagian dari sepakbola dan saya tidak menganggapnya terlalu serius. Ini bukan pertama kalinya saya bermain melawan dia dan saya tahu bagaimana dia bereaksi. Itu bukan masalah," tambah Kjaer.

Keduanya sekarang menjadi rekan satu tim di AC Milan. "Saya telah menghadapinya berkali-kali selama karier saya. Kami telah berjuang di lapangan, dan tidak ada masalah diantara kami. Kami memiliki tujuan yang sama, membantu Milan dan mengangkat mereka setinggi mungkin," ungkap Kjaer.


4. Mengancam Nedum Onouha

Dalam pertandingan melawan Real Salt Lake, Ibrahimovic mencetak gol kemenangan untuk LA Galaxy di menit akhir. Ibra kemudian merayakannya tepat di hadapan mantan bek Man City, Nedum Onouha. Ibrahimovic mengejek orang Inggris itu. Dia mengatakan akan "melakukannya" dan "menyakiti".

Setelah pertandingan, dia memasuki ruang ganti Salt Lake untuk meminta maaf kepada Onouha. "Dia datang untuk meminta maaf setelah pertandingan. Dari 60 menit, dia mengatakan dia akan melukai saya, dia akan menyakiti saya di permainan itu," kata Onuoha.

"Dia adalah pemain yang mengatakan dia adalah wajah MLS, seperti yang dia sebut sendiri, dan dia bermain seperti itu di lapangan. Saya tidak peduli, jika seseorang datang dan mengatakan itu kepada saya, anda tidak akan mengatakan itu di lapangan. Saya tidak peduli. Saya tidak akan menerima permintaan maafnya. Itu tidak bisa diterima," ungkap Onuoha.

Ibrahimovic menolak untuk menanggapi lebih banyak ketika ditanyai tentang konfrontasinya. Dia mengatakan suka dengan cara hidupnya di lapangan, dia merasa nyaman ketika marah.

"Apa yang terjadi di lapangan tetap di lapangan. Saya merasa hidup. Saya suka ketika terjadi duel, dan saya tidak merasa hidup jika mereka tidak memprovokasi saya. Mereka perlu memprovokasi saya. Aku tahu diriku. Ketika saya marah, saya merasa lebih baik," ungkap Ibrahimovic.


5. Menyebut Joey Barton p***y

Melihat Ibrahimovic dan Joey Barton seperti api dan api. Dua pemain ini tidak akan pernah berakhir dengan baik. Ibrahimovic bermain untuk PSG pada 2013 ketika menghadapi Barton sebagai pemain Marseille.

Keduanya terlibat dalam beberapa duel. Barton tidak senang setelah dilanggar beberapa kali oleh penyerang itu. Barton kemudian meluapkan amarahnya dengan mengatakan kepadanya bahwa dia memiliki hidung yang sangat besar melalui sebuah isyarat.

"Ibra tidak menyukainya karena segala sesuatunya tidak berjalan sesuai keinginannya dan dia mengatakan kepada saya secara tegas, dia memanggil saya p***y Inggris," kata Barton, kepada Dugout.

"Saya berkata kepadanya: Berhentilah melakukan pelanggaran kepada saya, jangan letakkan tangan anda di atas saya maka wasit tidak akan memberikan pelanggaran. Dan dia berkata: Ah, kamu ditakdirkan untuk menjadi pria yang kuat, tetap berdiri", lanjut Barton.

"Saya pikir dia memanggil saya dengan sesuatu yang menghina, saya rasa saya tidak bisa mengatakannya di depan kamera dan saya mulai tertawa. Dan, saya berkata, ya, ya, saya. Saya mungkin p***y tetapi Anda memiliki hidung yang sangat besar. Hidung yang sangat, sangat besar," beber Barton.

"Dia mengatakan sesuatu kembali, lalu saya membuat gerakan yang tertangkap kamera, dan ini adalah meme yang beredar setiap kali saya mengatakan sesuatu tentang Ibra," ujar Barton.


6. Mengatakan Pep Guardiola belum dewasa

Ibrahimovic mencetak gol di setiap tempat dia bermain, dan Barcelona adalah satu-satunya tempat dia berjuang untuk membuat dampak yang sama. Musim pertamanya (2009/2010) masih sangat bagus saat mencetak 21 gol. Tapi. dia dicadangkan pada sebagian besar pertandingan dan menuduh Guardiola mengorbankan dirinya demi Lionel Messi.

Dia mengatakan kariernya di Barcelona berjalan dengan baik selama enam bulan pertama sebelum pelatih Spanyol itu mengubah taktik agar sesuai dengan permainan Messi, tapi merugikan pemain lain.

"Kami mengubah sistem dan taktik, dan itu tidak baik untuk saya. Jadi, klub menyuruh saya untuk berbicara dengan Guardiola. Saya memberi tahu Guardiola bahwa dia telah mengorbankan pemain lain untuk Messi. Dia bilang dia mengerti aku," kata Ibrahimovic pada 2017.

"Setelah itu, dia menempatkan saya di bangku cadangan untuk pertandingan berikutnya, lagi dan lagi. Dan, saya pikir dia memecahkan masalah dengan sangat baik, saya mengerti! Setelah itu, dia tidak berbicara dengan saya atau bahkan melihat saya," tambah Guardiola.

"Saya masuk ke sebuah ruangan dan dia keluar. Saya pergi menemuinya dan dia pergi ke tempat lain. Saya mengerti bahwa ada sesuatu di luar sepakbola. Dia bukan pelatih terburuk yang pernah bekerja di bawahku. Tapi, dia jelas yang paling tidak dewasa karena dia tidak tahu bagaimana seorang pria memecahkan masalahnya," ungkap Ibrahimovic.


7. Meninju dan mematahkan tulang rusuk rekan setimnya

Pada awal kariernya, Ibrahimovic bergabung ke Juventus pada 2004. Tapi, dia bereaksi liar pada rekan setimnya, Jonathan Zebina, dalam latihan. Ibra meninju wajah pemain Prancis itu. Dan, ketika Lillian Thuram berusaha untuk campur tangan, dia hukum oleh pelatihnya saat itu, Fabio Capello. "Diam dan tinggalkan dia sendiri," teriak Capello.

Kedua pemain didenda karena pertengkaran itu. Itu bukan yang terakhir dilakukan Ibra di Italia. Setelah bergabung dengan AC Milan pada 2010, ada pemain lain yang tidak dia temui secara langsung yaitu bek Amerika Serikat, Oguchi Onyewu.

"Saya memberi tahu Onyewu bahwa saya tidak asal berbicara, tapi dia terus saja menyuruhku diam dengan jarinya. Kemudian, dia melakukannya lagi. Saya tidak mengatakan apa-apa, tidak sepatah kata pun. Si b*****t itu akan mencari tahu caraku bicara sampah!" tulis Ibrahimovic di buku autobiografinya.

"Lain kali dia mendapatkan bola dalam latihan, saya bergegas ke arahnya dan melompat dengan kaki saya di depan. Itu adalah tekel terburuk. Dia melihatku dan melompat menyingkir. Saat kami berdua jatuh ke tanah, pikiran pertama saya adalah: 'S**t! aku sudah ketinggalan!' Saat aku bangun dan berjalan pergi, aku merasakan pukulan di bahuku," kata Ibrahimovic.

"Saya menanduknya, dan kami bentrok. Kami ingin merobek satu sama lain anggota tubuh dari anggota badan. Itu brutal. Kami berguling-guling, meninju dan berlutut satu sama lain. Kami gila dan marah," lanjut Ibrahimovic.

"Saya dihentikan oleh rekan satu tim saya, dan saya kira itu adalah hal yang baik. Itu bisa berubah menjadi jahat. Sepanjang waktu, saya berpikir, 'S***, dada saya sakit'. Jadi, kami memeriksanya. Saya telah mematahkan tulang rusuk dalam pertarungan itu," ungkap Ibrahimovic.

(diaz alvioriki/anda)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0% Suka
  • 0% Lucu
  • 0% Sedih
  • 0% Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan


Daun Media Network