Selamat Ulang Tahun!

Kenalkan Giuliano Simeone, Klan Simeone Selanjutnya di Sepakbola

"Orang di balik keputusan Simeone melatih Atletico."

Biografi | 07 October 2021, 11:41
Kenalkan Giuliano Simeone, Klan Simeone Selanjutnya di Sepakbola

Libero.id - Bukan hal yang mengejutkan jika seorang pesepakbola menginginkan anaknya meneruskan jejak yang pernah dia buat sebagai pemain. Itulah yang dilakukan dua generasi berikutnya dari Cesare Maldini, di mana Paulo Maldini, dan kini Daniel Maldini adalah trah alias keturunan dari legenda AC Milan itu.

Banyak juga pesepakbola ayah-anak yang coba memantapkan diri mereka sebagai yang terbaik. Begitu juga yang sedang dilakukan oleh Giovanni Simeone, anak dari legenda sepakbola yang kini melatih Atletico Madrid, Diego Simeone.

Kembali pada 2018, saat itu kabarnya Atletico Madrid ingin mengontrak Giovanni Simeone dari Fiorentina. Tetapi, ayahnya sendiri yang tidak begitu tertarik dengan ide tersebut.

"Gio memiliki segalanya untuk dimainkan dengan saya, tetapi sayangnya itu tidak akan pernah terjadi," kata bos Atletico Diego Simeone tentang El Cholito saat itu. "Sangat sulit untuk memiliki anak di ruang ganti, baik untuknya maupun untuk hubungannya dengan pemain lain."

Namun, tiga tahun kemudian, tampaknya Diego perlu untuk meralat ucapannya, karena Giuliano kemungkinan besar akan melangkah menuju tim utama di Wanda Metropolitano. Giuliano sendiri saat ini telah bermain untuk tim junior Atletico Madrid.

Selain Giuliano, Simone juga punya dua anak lainnya yang juga merupakan pesepakbola. Giovanni dan Gianluca, yang masing-masing bermain untuk Club Deportivo Ibiza Islas Pitiusas di kasta keempat sepakbola Spanyol.

10 Pesepakbola yang Pernah Didakwa Kasus Pidana

10 Pesepakbola yang Pernah Didakwa Kasus Pidana

Giuliano bermain sebagai penyerang, alih-alih meniru peran lini tengah yang dimainkan ayahnya selama kariernya sebagai pemain.

Setelah tampil mengesankan selama pra-musim untuk Los Rojiblancos, pemain berusia 18 tahun itu menemukan dirinya berada di jalur di mana bermain di bawah pengawasan Diego dalam lingkungan yang kompetitif sepertinya tidak terlalu jauh.

Lahir di Italia saat Diego bermain untuk Lazio, Giuliano sebenarnya memulai pendidikan sepakbolanya di Argentina setelah keluarganya pindah kembali ke tanah air ketika dia baru berusia empat tahun.

Dia terdaftar di akademi River Plate, tetapi secara teratur melakukan perjalanan ke Madrid untuk menghabiskan waktu bersama ayahnya, terutama ketika dia terlihat merayakan di dekat bangku Atleti selama pertandingan melawan Getafe pada 2015, terutama ketika dia masih menjadi ball boy.

Giuliano akhirnya pindah ke Spanyol secara permanen pada 2019, meskipun River mempertahankan persentase haknya sebagai bagian dari kesepakatan, dan membuang sedikit waktu untuk membuat jejaknya di pelatih Atletico, mencetak lima gol dalam lima penampilan pertamanya bersama klub.

Dari sana dia menjadi bagian dari tim Juvenil A (U-19) yang memenangkan gelar liga pada 2020/2021, dengan 13 gol Giuliano cukup untuk memberinya promosi ke Atletico Madrid B di divisi ketiga Spanyol sebelum musim berakhir.

Setelah mencetak gol pada debutnya di level itu melawan Poblese, dia mencetak dua gol lagi, dengan manajer Nacho Fernandez menggambarkannya sebagai โ€˜seorang pemain muda, tetapi sudah menjadi pesepakbola dan yang menunjukkan semua yang Anda inginkan di lapanganโ€™.

"Dia adalah pemain dengan potensi luar biasa," ujar Fernandez.

Baru pada musim panas 2021 mayoritas penggemar Atletico menyadari bakat seperti apa yang Giuliano miliki.

Melakukan debut tidak resminya di tim utama melawan Numanica pada bulan Juli, remaja tersebut bermain dengan bagus, dan membuat assist untuk Mario Soriano.

Giuliano kemudian tampil di masing-masing dari empat pertandingan persahabatan Atletico Madrid berikutnya, bermain lebih banyak menit daripada pemain lain. Penampilan itu membuatnya mendapatkan tempat di skuad matchday senior pada empat kesempatan sejak dimulainya kampanye Liga 2021/2022.

Kini, Giuliano berada dalam skuad yang sama dengan Luis Suarez, Antoine Griezmann, Joao Felix, Angel Correa, dan Matheus Cunha.

"Giuliano bermain sebagai penyerang tengah, meskipun dia tampak lebih seperti nomor 7 bagi saya," kata Natalia Simeone, bibi dan agen Giuliano, tentang anak muda yang dulunya mengenakan nomor punggung 10 untuk Atletico B itu.

Di luar itu, Giuliano ternyata yang meyakinkan Diego untuk mengambil pekerjaan sebagai manajer Atletico Madrid satu dekade lalu.

"Telepon datang dari Atletico Madrid, mengatakan mereka ingin berbicara dengan saya," kata pria berusia 51 tahun itu kepada The Coaches' Voice. 

"Saat itu, saya berada di Mar del Plata - sebuah kota pantai di Argentina - untuk menghabiskan beberapa hari bersama Giuliano.โ€

"Dia baru berusia delapan tahun, dan kami sedang duduk di bar. Saya memesan kopi dan Guiliano susu, dan saya bicara padanya: 'Lihat, kesempatan telah datang untuk pergi ke Atletico Madrid dan saya bingung dengan keputusan yang akan saya buat.'

"Giuliano memikirkannya. Dia menjawab: 'Apakah Anda akan melatih (Radamel) Falcao? Apakah Anda akan bermain melawan (Lionel) Messi? Melawan (Cristiano) Ronaldo?'

"Anak itu mengatakan semua ini kepada saya. Dan, saya akhirnya mengatakan ya pada tawaran Atletico Madrid."

Dan, kita tahu, sisanya adalah sejarah, Diego Simeone dan Atletico Madrid jadi pengganggu yang konsisten untuk dominasi Real Madrid dan Barcelona di La Liga.

Sekarang Simone harusnya tahu cara untuk membalas budi kepada anaknya sendiri, terutama mengingat Guiliano kini bermain untuk Atletico Madrid, klub yang dimana Diego Simeone punya kuasa untuk memberi kesempatan kepada siapa saja untuk bermain.

(mochamad rahmatul haq/yul)




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Komentar

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=HgyPUs_08U4

Artikel Pilihan