Selamat Ulang Tahun!

Kisah Pengalaman Buruk Gregory van der Wiel Main di PSG

"Main dengan klub bertabur bintang ternyata tidak membuat Van der Wiel bahagia. Apa alasannya?"

Biografi | 11 October 2021, 18:20
Kisah Pengalaman Buruk Gregory van der Wiel Main di PSG

Libero.id - Bermain bersama klub kaya bertabur bintang menjadi impian banyak pemain sepakbola. Tapi, kenyataannya tidak selalu memberi kenyamanan bagi pemain. Apalagi di klub yang memiliki persaingan ketat. Contohnya pengalaman Gregory van der Wiel dengan Paris Saint-Germain (PSG).

Pada sebuah era, Van der Wiel pernah dianggap sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di sepakbola. Dia adalah properti panas ketika meninggalkan Ajax Amsterdam ke Parc des Princes pada hari terakhir transfer window musim panas 2012.

Selama membela PSG, Van der Wiel membuat 134 penampilan, meraih empat kali gelar Ligue 1, dan menjadi bagian utama dari skuad bertabur bintang. Saat itu, dia bermain bersama Zlatan Ibrahoimovic, Edinson Cavani, hingga Marco Verratti.

Meski bermain bagus setiap kali diberi kesempatan tampil, Van der Wiel ternyata mengaku kurang mendapatkan kenyamanan bermain. Dia memutuskan tidak memperpanjang kontrak empat tahunnya. Dia memilih pergi, meski kemudian terbukti kariernya semakin tenggelam.

Ketika diwawancarai ke Kick't Net, Van der Wiel menceritakan kisah buruknya bersama PSG. "Anda mendarat di Prancis, dengan pemain yang berbeda, pelatih berbeda, taktik berbeda," ujar Van der Wiel.

"Saya tiba di tim yang penuh dengan bintang. Teman-teman saya adalah yang sering bermain dengan anda di PlayStation. Saya tiba sebagai seorang pemain muda, dengan mata terbuka lebar, berjabat tangan. Itu gila, benar-benar luar biasa," tambah full back kanan itu.

10 Pesepakbola yang Pernah Didakwa Kasus Pidana

10 Pesepakbola yang Pernah Didakwa Kasus Pidana

"Saya menerima tawaran untuk memperpanjang kontrak saya selama tiga tahun, itu benar. Tapi, saya memutuskan untuk tidak memperpanjangnya. Saya tidak terlalu senang di sana. Saya tidak selalu bermain. Saya tidak memiliki keamanan bermain secara teratur," beber Van der Wiel.

"Ada juga beberapa insiden di musim terakhir saya (2015/2016) yang membuat saya kesal. Video live Periscope Serge Aurier, misalnya. Dia berbicara tentang pelatih kami (Laurent Blanc) dan tentang saya khususnya, dua atau tiga hari sebelum pertandingan. Pertandingan penting Liga Champions melawan Chelsea. Dia dihukum karena itu," kata Van der Wiel.

"Semua orang mengirimi saya pesan 'bersiaplah, kamu akan bermain'. Tentu saja, itu adalah kesempatan bagi saya. Pada akhirnya, saya bahkan tidak bermain. Mereka menempatkan Marquinhos di posisi saya meski dia adalah bek tengah," ungkap pemuda kelahiran Amsterdam, 3 Februari 1988, itu.

"Itu adalah saat-saat sulit untuk dialami. Saat itu, saya merasa buruk. Saya berkata 'Teman-teman, apakah kalian pikir saya seburuk itu sehingga saya menjadi pilihan kedua di bek kanan dengan bek tengah di posisi saya?' Itu membuat saya tidak ingin tinggal di sana. Sejujurnya, saat itu saya muak dengan sepakbola," ungkap Van der Wiel.

Van der Wiel meninggalkan PSG dengan status free agent pada musim panas 2016. Dia akan berjuang di tempat lain dan hanya membuat 17 penampilan bersama Fenerbahce selama di Turki.

Gagal di Istanbul, Van der Wiel pindah ke Italia. Dia mendarat di Pulau Sardinia untuk membela Cagliari. Tapi, dia hanya menjalani enam pertandingan di Serie A 2017/2018. Dia gagal dan akhirnya mengambil tantangan baru di luar Eropa bersama Toronto FC.

Meski berposisi sebagai bek, dia diberi nomor punggung sembilan di MLS. Dia menjadi pemain reguler dengan membuat 34 penampilan di semua kompetisi. Tapi, lagi-lagi Van der Wiel justru memutuskan meninggalkan Amerika Utara.

Van der Wiel kemudian tanpa klub. Dia menghabiskan waktu dengan berlatih di RKC Waalwijk, di tanah kelahirannya Belanda setelah menyatakan keinginan untuk kembali ke sepakbola pada 2020. Tapi, tidak ada kesepakatan yang dilakukan dan dia tetap dalam status "tanpa klub" pada 2021/2022.

Sambil menanti kesempatan bermain lagi, Van der Wiel mempersiapkan diri pada aktivitas lain. Dia bersiap menjadi pengusaha dengan membuka sebuah brand bernama Blockparty. Tidak jelas merek apakah itu. Dia hanya menuliskan di media sosialnya "segera terbit".

(atmaja wijaya/anda)




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Komentar

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=HgyPUs_08U4

Artikel Pilihan