Selamat Ulang Tahun!

Starting XI Terakhir Barcelona Sebelum Debut Lionel Messi

"Ini terjadi beberapa hari sebelum Messi bermain pertama kalinya membela Barcelona."

Biografi | 19 October 2021, 20:25
Starting XI Terakhir Barcelona Sebelum Debut Lionel Messi

Libero.id - Lionel Messi memiliki banyak kenangan dengan Barcelona. Dia besar dan tumbuh di La Masia hingga menjadi pemain terbaik dengan mendapat enam Ballon d'Or bersama klub raksasa Spanyol tersebut. Sampai saat ini belum ada pemain lain yang mampu melewati rekor La Pulga di Camp Nou.

Namun, siapa sangka pemain terbaik itu pindah ke Paris Saint-Germain. Dia pindah dengan segudang kejengkelan kepada para pengurus klub sepakbola Katalunya tersebut.

Tanpa Messi, Barcelona harus membiasakan diri. Mereka harus kembali ke era sebelum 16 Oktober 2004, yaitu ketika La Pulga menjalani debut untuk El Barca. Beberapa hari sebelumnya, Barcelona menjalani pertandingan tanpa Messi saat mengalahkan Numancia 1-0 di La Liga. Itu menjadi laga terakhir Barcelona sebelum era Messi.

Lalu, siapa saja pemain yang tampil ketika itu. Berikut ini starting line-up Barcelona di pertandingan terakhir sebelum debut bersejarah Messi:


GK: Victor Valdes

Setelah melalui La Masia, ​​Valdes berhasil mengokohkan posisinya sebagai kiper pilihan utama klub sebelum debut Messi. Dan, terus berlanjut saat Messi menjadi bintang. Dia membuat 43 penampilan di semua kompetisi pada 2004/2005 dan memenangkan Trofi Zamora pertamanya.


RB: Juliano Belletti

Belletti bergabung dengan Barcelona dari Villarreal pada 2004 dan langsung terkesan ketika melihat Messi muda selama sesi latihan. "Ketika Messi keluar dari tim B, Frank Rijkaard memasukkannya bersama kami dalam (latihan) 11 lawan 11 di lapangan kecil," kata Belletti kepada ESPN pada April 2020.

10 WAGs Terkaya, Ada Georgina Rodriguez Istri Cristiano Ronaldo

10 WAGs Terkaya, Ada Georgina Rodriguez Istri Cristiano Ronaldo

"Dia berada di tim pengganti dan saya dengan tim utama. Messi menarik perhatian saya dan bertanya apakah saya mengenalnya. Saya bilang tidak dan dia memperingatkan saya: 'Hati-hati, ya.' Ketika dia pertama kali menguasai bola, saya berpikir: 'Sial! Anak ini nakal.' Kemudian, ketika saya bersiap untuk mendekatinya dan mengambil bola darinya, dia sudah melewati saya dan mencetak gol. Dia berlari menembus saya," tambah pemain Brasil itu.

Bek kanan ini terkenal setelah mencetak gol kemenangan di final Liga Champions 2005/2006. Tapi, dijual ke Chelsea 12 bulan setelah menjuarai kompetisi Eropa itu.


CB: Rafael Marquez

Marquez telah menandatangani kontrak dengan Barcelona pada musim sebelumnya. Bek tengah itu segera menyadari kehebatan Messi. "Kami sudah mendengar tentang Leo di ruang ganti," kata Marquez kepada Fox Sports pada 2019.

"Kami mendengar bahwa dia menghancurkan semua lawan Barcelona B. Ada yang bilang dia adalah (Diego) Maradona yang baru. Sungguh spektakuler melihatnya tumbuh dari jarak yang sangat dekat dan bersamanya setiap hari di tempat latihan," tambah legenda Meksiko itu.

Marquez beruntung karena bisa bermain bersama Messi selama enam musim. Kemudian, dia dibebaskan dari kontraknya pada 2010 dan kembali ke Negeri Sombrero.


CB: Carles Puyol

Puyol diangkat menjadi kapten klub menjelang musim 2004/2005 dan membuat 45 penampilan di semua kompetisi, membawa Barcelona meraih gelar La Liga. Pemain Spanyol itu tetap hadir di jantung pertahanan El Barca sampai pensiun dari sepakbola pada 2014.


LB: Giovanni van Bronckhorst

Van Bronckhorst menjadi bek kiri selama empat tahun di Barcelona dan secara teratur menghadapi Messi dalam latihan. Dan, sama seperti pemain-pemain lainnya, legenda Belanda keturunan Maluku tersebut juga kagum.

"Dia adalah pemain muda yang datang ke tim utama Barcelona dan saya berpikir: 'Saya belum pernah melihat ini'. Sangat istimewa melihat bakat seperti itu di usia yang masih sangat muda," kata Van Bronckhorst dalam sebuah wawancara dengan Sky Sports pada 2017.

"Ketika dia masuk ke tim utama, dia akan mengolok-olok semua orang dengan sepakbolanya. Dia bisa melakukan apa saja. Salah satu pemain terbaik yang pernah memainkan game ini," tambah Van Bronckhorst.


CM: Xavi Hernandez

Tidak ada yang perku dikatakan tentang Xavi. Dia membuktikan diri sebagai salah satu gelandang terbaik di generasinya. Dia memenangkan empat gelar Liga Champions bersama Messi sebelum bergabung dengan Al Sadd di Qatar pada 2015. Sekarang, dia masih menjadi pelatih di sana.


CM: Deco

Deco baru membuat penampilan kedelapannya untuk Barcelona setelah bergabung dari Porto beberapa minggu sebelumnya. Pemain Portugal kelahiran Brasil itu kemudian menjadi andalan di lini tengah selama empat tahun ke depan. Dia memenangkan dua gelar La Liga dan Liga Champions.


AM: Ronaldinho

Ronaldinho secara luas dianggap sebagai pemain terbaik di dunia pada 2004/2005. Dia memutuskan untuk mempersiapkan Messi untuk menjadi pengganti dirinya di kemudian hari.

Namun, Pep Guardiola yang kurang senang dengaan kelakuan Ronaldinho di luar lapangan memutuskan untuk melepaskan sang bintang ke AC Milan pada 2008. Messi kemudian mengambil kaus No.10 milik Ronaldinho. Selanjutnya, seperti yang tertulis dalam buku sejarah.


RW: Samuel Eto'o (Edmilson, 60; Oleguer, 65)

Eto'o adalah transfer termahal Barcelona pada jendela transfer 2004. Legenda Kamerun itu mencetak 29 gol dalam 45 penampilan di musim debutnya. Dia membentuk trio penyerang mematikan bersama Messi dan Thierry Henry pada 2008/2009. Tapi, kemudian digunakan sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran Zlatan Ibrahimovic.

Di laga itu, Eto'o digantikan Edmilson. Tapi, bek Brasil cedera setelah hanya bermain lima menit di lapangan. Masalah kesehatan itu membuat dirinya absen untuk sebagian besar musim 2004/2005.

Pengganti Edmilson di pertandingan itu adalah Oleguer Presas. Dia membuat 36 penampilan La Liga pada 2004/2005 dan terkenal karena keyakinannya yang pro kemerdekaan Katalunya. Oleguer tidak pernah bersedia membela Spanyol karena keyakinan politiknya itu.


LW: Ludovic Giuly (Andres Iniesta, 46)

Giuly berusia 28 tahun pada saat itu dan mulai jarang tampil menyusul kemunculan Messi ke tim utama. "Messi baru berusia 16 tahun. Tapi, dia menghancurkan kami semua dalam sesi latihan,” kata Giuly kepada Sport pada 2016.

"Mereka (pemain senior) berusaha menjatuhkannya (Messi) untuk menghindari diejek oleh anak ini. Tapi, dia tidak mengatakan apa-apa. Dia baru saja bangun dan terus bermain. Setiap permainan yang dia lakukan berbahaya. Itu luar biasa. Dia akan menggiring bola melewati empat pemain dan mencetak gol," tambah Giuly.

"Bahkan bek tengah tim kami gugup (saat latihan melawan Messi). Mereka akan menekelnya dengan keras. Tapi, dia (Messi) menerimanya. Dia adalah orang asing. Tapi, dia membunuh kita semua," lanjut Giuly.

Bermain di babak pertama, Giuly digantikan Iniesta pada babak kedua. Musim itu (2004/2005) adalah yang pertama bagi Iniesta sebagai pemain reguler di tim utama. Lalu, sang gelandang mempertahankan tempatnya di tim itu selama 10 tahun berikutnya.


FW: Henrik Larsson

Larsson mencetak gol kemenangan melawan Numancia. Tapi, dia diganggu cedera pada 2004/2005. Akibatnya, legenda Swedia itu hanya mampu membuat 12 penampilan La Liga di musim debutnya. Dalam penampilan terakhirnya untuk tim Spanyol, dia memberi assist untuk kedua gol di final Liga Champions 2005/2006. Setelah itu, dia kembali ke Helsingborg di Swedia.

(atmaja wijaya/anda)




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Komentar

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=uZiDnSmspvE

Artikel Pilihan