Selamat Ulang Tahun!

Inilah 7 Derby della Madonnina Terbaik dan Ikonik

"Terlepas dari peringkat di klasemen, pertemuan AC Milan dengan Inter Milan selalu menarik."

Analisis | 06 November 2021, 13:09
Inilah 7 Derby della Madonnina Terbaik dan Ikonik

Libero.id - Derby della Madonnina kembali bergulir Senin (8/11/2021) dini hari WIB. Ini adalah pertandingan sarat gengsi yang mempertemukan dua klub satu kota, AC Milan melawan Inter Milan. Di klasemen sementara, keduanya juga sedang menghuni posisi kedua-ketiga.

Di Italia dan Eropa, baik Milan maupun Inter, telah mendominasi lapangan di berbagai macam kesempatan. Kedua klub selalu bersaing ketat dengan Juventus untuk menjadi penguasa Serie A.

Dalam berbagai situasi maupun peruntungan klub di kompetisi, pertemuan Milan dengan Inter selalu menarik. Tensi tinggi, jual-beli serangan, hingga adu strategi sering mewarnai pertandingan ini. Begitu pula dengan keributan yang sering muncul diantara para pendukung.

Berikut ini 7 Derby della Madonnina terbaik dan ikonik yang pernah digelar di lapangan:


1. Musim 1949/1950 (Inter vs Milan 6-5)

Banyak pendukung masa kini tidak mengingat laga satu ini. Itu wajar karena pertandingan 11 gol berlangsung pada masa lalu, empat tahun setelah Perang Dunia II berakhir. Tapi, pertandingan ini masih tercatat dalam sejarah sebagai yang paling banyak terjadinya gol.

Awalnya, I Nerazzurri tertinggal 1-4. Tapi, seiring berjalannya waktu Inter bangkit untuk mengubah skor menjadi 4-4, sebelum akhirnya balik unggul 5-4. Milan menyamakan kedudukan sebelum Amadeo Amadei menyelesaikan hattrick di menit akhir untuk memastikan kemenangan 6-5 yang luar biasa bagi Inter.

10 Foto Olivia Buzaglo, Presenter TV Chelsea dan Penggemar Timo Werner

10 Foto Olivia Buzaglo, Presenter TV Chelsea dan Penggemar Timo Werner


2. Musim 1984/1985 (Milan vs Inter 2-1)

Sebagai klub besar Italia, bukan berarti Milan tidak pernah menghuni papan bawah Serie A. Pada musim 1984/1985, Milan berada di peringkat terbawah jelang menghadapi Inter pada pekan ketujuh.

I Rossoneri, yang sebelumnya terdegradasi karena kasus Totonero 1980,  belum pernah menang atas Inter sejak 1978. Tapi, entah apa yang terjadi, tanpa disangka-sangka, Milan justru menang lewat gol sundulan Mark Hateley. Kemenangan itu membuat Inter dalam tekanan pendukungnya,


3. Musim 2000/2001 (Inter vs Milan 0-6)

Terlepas dari kenyataan bahwa kedua belah pihak mengalami musim yang sangat mengecewakan, kemenangan 6-0 Milan atas Inter pada 2001 tetap menjadi margin kemenangan terbesar dalam sejarah derby. Hingga hari ini skor itu belum bisa diulangi lagi.

Dalam laga tersebut, Andriy Shevchenko mencetak dua gol saat I Rossoneri meraih kemenangan. Sementara Inter, sebaliknya, menderita salah satu kekalahan paling memalukan dalam sejarah.


4. Musim 2004/2005 (Inter vs Milan 0-3)

Ada beberapa kata untuk merangkum aspek klasik dari derby yang satu ini, yaitu ketegangan, toksisitas, dan persaingan yang indah. Ini adalah laga perempat final Liga Champions 2004/2005. Leg pertama berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan Milan. Inter, yang pada leg kedua berstatus sebagai tuan rumah, jika ingin lolos, mau tak mau harus memenangkan pertandingan dengan skor lebih tinggi.

Tapi, gol Shevchenko pada babak pertama membuat I Rossoneri semakin unggul dengan agregat 3-0. Harapan timbul lagi ketika Esteban Cambiasso mencetak gol beberapa menit setelah turun minum. Sayang, wasit menganulir gol tersebut karena Cambiasso dianggap off side.

Sulit untuk mengejar. Suporter Inter mulai melakukan aksi-aksi yang tidak terpuji. Bahkan, kiper Milan, Nelson Dida, mendapatkan lemparan flare yang tepat mengenai punggungnya. Laga terpaksa dihentikan dan Milan  dinyatakan menang 3-0 (WO).


5. Musim 2005/2006 (Inter vs Milan 3-2)

Dalam laga ini I Nerrazurri mampu mengalahkanI  Rossoneri lewat sebuah laga yang berjalan ketat dan seru. Inter unggul lebih dulu lewat penalti Adriano pada menit 23. Tapi, 15 menit kemudian, giliran Milan yang membalas lewat penalti. Juga dari Andriy Shevchenko.

Inter kembali unggul pada menit 63 lewat aksi Obafemi Martins. Kedudukan ini bertahan hingga waktu normal tersisa hanya lima menit. Kemudian, Jaap Stam kembali membuat kedudukan imbang.

Drama terjadi pada injury time. Lewat sebuah skema sepak pojok yang akhirnya bisa dimanfaatkan oleh Adriano dengan sundulan kepala yang merobek jala gawang Dida. Penyerang asal Brasil itu kemudian merayakan gol ini dengan sangat emosional sambil melepas jersey. Itu sebuah pertandingan yang sangat menghibur.


6. Musim 2009/2010 (Milan vs Inter 0-4)

Inter era Jose Mourinho adalah klub yang sangat menakutkan, terutama pada musim 2009/2010. Saat itu, mereka memenangkan tiga gelar sekaligus dalam satu musim. Dan, menghadapi Milan pada musim-musim itu adalah perkara yang gampang bagi I Nerrazurri.

Ketika itu Thiago Motta, Diego Milito, Maicon, dan Dejan Stankovic menjadi pencetak gol untuk kemenangan 4-0 Inter atas Milan.

Pada musim itu, Inter meraih gelar Serie A, mengamankan Coppa Italia, dan mengakhiri musim yang luar biasa dengan kemenangan 2-0 atas Bayern Muenchen di final Liga Champions. Mereka menjadi satu-satunya tim Italia yang mencapai prestasi membanggakan tersebut.


7. Musim 2011/2012 (Inter vs Milan 4-2)

Gara-gara laga ini, Inter memastikan Scudetto 2011/2012. Dalam laga itu, Milan memang wajib menang demi memaksa perburuan gelar berlanjut hingga pekan terakhir. Saat itu, mereka hanya tertinggal dua poin dari Juventus di puncak klasemen dengan dua laga tersisa yang belum dimainkan.

Namun, Inter menyerobot rencana tersebut. I Nerrazurri bahkan langsung mencuri gol cepat lewat Diego Milito ketika laga baru berjalan 14 menit. Milan sempat menunjukkan mental juaranya dengan membalikkan kedudukan lewat dua gol Zlatan Ibrahimovic.

Namun, kondisi tersebut tak bertahan lama. Inter mampu membalikkan kembali kedudukan melalui Milito (dua gol) dan Maicon.

(mochamad rahmatul haq/anda)




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Komentar

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=S9ONOZzRnjU

Artikel Pilihan