Selamat Ulang Tahun!

Ada Orang Jepang Dibalik Sukses Serbia ke Piala Dunia 2022, Siapa Dia?

"Bagaimana mungkin orang Jepang bisa melatih di Serbia? Ini kisah uniknya."

Feature | 15 November 2021, 13:14
Ada Orang Jepang Dibalik Sukses Serbia ke Piala Dunia 2022, Siapa Dia?

Libero.id - Tim nasional Jepang sedang berjuang lolos ke Piala Dunia 2022 mewakili Asia. Tapi, di belahan bumi lain, orang Jepang berhasil membawa Serbia tampil di Qatar tahun depan. Dia adalah Katsuhito Kinoshi. Dia asisten Dragan Stojkovic, yang bertugas menangani fisik The White Eagles.

Untuk edisi kedua secara beruntun setelah 2018, Serbia akan tampil di Piala Dunia. Mereka lolos setelah secara dramatis dan mengejutkan, mengalahkan Portugal 2-1 di Estadio da Luz, Lisbon, Senin (14/11/2021) dini hari WIB.

Pertanyaannya, apa kuci sukses Serbia? Pertama, materi pemain kelas dunia dalam diri orang-orang separti Aleksandar Mitrovic (Fulham), Luka Jovic (Real Madrid), Dusan Vlahovic (Fiorentina), Dusan Tadic (Ajax Amstrerdam), Sergej Milinkovic-Savic (Lazio), Filip Kostic (Eintracht Frankfurt), Marko Grujic (FC Porto), hingga Predrag Rajkovic (Reims).

Kedua, keberadaan Stojkovic sebagai pelatih sejak 3 Maret 2021. Jika anda ingat, Stojkovic adalah salah satu bintang era Yugoslavia. Dia sukses bersama Red Star Belgrade menjuarai kompetisi Yugoslavia. Kemudian, meraih trofi Liga Champions 1992/1993 bersama Marseille. 

Selain materi pemain dan pelatih jempolan, rahasia sukses Serbia adalah fisik yang jempolan. Di tengah jadwal padat para pemain di kompetisi papan atas Benua Biru, Serbia punya skuad yang bisa bermain konsisten selama 90 menit. Buktinya, gol kelolosan ke Qatar lahir di menit terakhir! 

Tentu saja kondisi fisik para pemain Serbia layak mendapatkan acungan dua jempol. Pasalnya, tidak mudah bagi pelatih timnas memiliki pemain bugar ketika liga-liga masih bergulir. Jadi, untuk urusan kebugaran, pelatih fisik The White Eagles layak dipuji. 

10 Foto Daniella Semaan, Istri Cesc Fabregas yang Dijuluki Queen of the WAGs

10 Foto Daniella Semaan, Istri Cesc Fabregas yang Dijuluki Queen of the WAGs

Uniknya, pelatih fisik Serbia bukan orang lokal. Bukan pula dari negara tetangga Eropa  dengan kultur sepakbola hebat seperti Inggris, Italia, Jerman, Prancis, atau Spanyol. Pelatih fisik Serbia justru berasal dari Jepang.  

Kinoshi bekerja untuk Asosiasi Sepakbola Serbia (FAS) bersamaan dengan Stojkovoc ditunjuk sebagai pelatih kepala. Pria berusia 54 tahun itu memperkenalkan beberapa inovasi. Motodenya sederhana, meski menggunakan teknologi, dengan hasil yang mampu membuat pemain tetap konsisten selama pertandingan.

Bagi banyak orang, keberadaan Kinoshi di Serbia mengejutkan. Pasalnya, ini tidak lazim, ada orang Asia bekerja di sepakbola Eropa. Umumnya, tim-tim dari Asia memiliki pelatih dari Eropa. 

Namun, bagi mereka yang mengikuti sepakbola sejak lama, tidak akan sulit mendapatkan hubungan Serbia dengan Kinoshi. "Saya bertemu Mr Stojkovic saat saat menjadi musuhnya. Tim kami mencoba mengalahkan dia dan timnya. Tapi, itu sulit," ujar Kinoshi dalam wawancara dengan media Serbia, Nova.rs.

"Di negara saya, tidak ada yang tidak mengenal Stojkovic. Sebagai pemain. Sebagai pelatih. Semua orang (penggemar sepakbola) pasti tahu. Dia sosok yang spesial. Sebagai pemain, pelatih, maupun individu. Hingga sekarang saya sudah bekerja dengannya 10 tahun," tambah Kinoshi.

Perkenalan Stojkovic dengan sepakbola Jepang terjadi pada 1994 pada masa-masa awal J.League digulirkan. Sebagai marquee player, dia bergabung dengan Nagoya Grampus Eight asuhan Arsene Wenger.

Bukan hanya setahun atau dua tahun. Stojkovic bermain untuk Nagoya hingga pensiun pada 2001. Bahkan, setelah gantung sepatu dan memiliki lisensi kepelatihan UEFA Pro, pria kelahiran 3 Maret 1965 tersebut kembali ke Nagoya untuk menjadi pelatih pada 2008. Dan, di sinilah Kinoshi mulai bekerja bersama Stojkovic. 

Saat itu, Kinoshi bekerja sebagai pelatih kebugaran Yokohama FC. Kemudian, Stojkovic kembali ke Jepang untuk melatih Nagoya dan membutuhkan asisten pelatih lokal. Klub kemudian menghubungi Kinoshi dan bertanya apakah bersedia membantu Stojkovic atau tidak.

"Mereka (Nagoya) menghubungi saya. Mereka mencari pelatih (lokal) yang bisa Bahasa Inggris dengan baik. Di Jepang, itu (pelatih mengerti Bahasa Inggris) bukan hal mudah. Mereka menawari saya dan memberi tahu saya tentang Stojkovic. Tentu saja saya tidak mungkin mengatakan tidak," ungkap Kinoshi.

"Saya tidak tahu mengapa dia (Stojkovic) memilih saya. Tapi, saya tidak mau tahu alasannya. Saya hanya ingin bekerja dengan main, membantunya, dan membuat dirinya bangga. Ternyata, itu bertahan hingga sekarang," ucap Kinoshi.

Di Nagoya, Kinoshi membantu Stojkovic menyelesaikan 278 pertandingan. Kemudian, saat Stojkovi digantikan Bosko Gjurovski dan Akira Nishino, Kinoshi tetap bertahan di klub milik Toyota itu.

Selanjutnya, pada 24 Agustus 2015, Stojkovic ditunjuk sebagai pelatih klub Liga Super China, Guangzhou R&F. Dua hari kemudian, Kinoshi diumumkan sebagai salah satu asisten Stojkovic. Setelah 141 pertandingan, Stojkovic digantikan Giovanni van Bronckhorst, lalu Dejan Govedarica. Tapi, Kinoshi tetap bertahan di sana.

Ketika Stojkovic ditunjuk menjadi pelatih Serbia pada Maret 2021, Kinoshi kembali dihubungi. Dia terkejut ketika Stojkovic menghubungi dirinya. Kinoshi semakin terkejut karena harus bekerja di negeri yang jauh dari Jepang.

"Dia menelepon saya dan bertanya apakah saya mau tinggal di Serbia? Saya bilang itu negara yang jauh dengan budaya yang berbeda dengan kami di Asia. Tapi, saya tidak butuh waktu lama untuk bilang setuju. Detik itu juga saya bilang saya menerika tantangan bekerja di Serbia," ujar Kinoshi.

"Awalnya, tidak muda tinggal di sini (Serbia). Orang-orang di sini lebih ekspresif. Mereka menggunakan kepala hingga kakinya untuk menunjukkan pendapatnya. Sangat bersemangat. Tentu saja itu beda dengan kami di Jepang atau China. Tapi, itu bukan masalah besar bagi saya sekarang," ungkap Kinoshi.

Berhasil mengatasi faktor non teknis, Kinoshi akhirnya sukses membantu Stojkovic menggapai tiket otomatis Piala Dunia. Ini bukan hal mudah karena di grup terdapat Portugal dengan Cristiano Ronaldo. Ada pula kuda hitam Irlandia, yang bermain mengandalkan fisik. 

Tapi, Serbia bisa melalui dengan baik. Mereka menahan imbang Portugal di Belgrade pada pertemuan pertama 27 Maret 2021 setelah sebelumnya mengalahkan Irlandia 3-2. Itu menjadi dua pertandingan pertama Stojkovic di kualifikasi. Kemudian, skor imbang 1-1 dengan Irlandia di laga kedua dan kemenangan 2-1 di Lisbon benar-benar membuat Serbia terbang ke langit ketujuh.

Dengan melihat perjuangan Jepang di kualifikasi zona Asia, bisa jadi Kinoshi akan menjadi satu-satunya wakil Negeri Sakura di Piala Dunia 2022. 
  

(andri ananto/anda)




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Foto


Komentar

(500 Karakter Tersisa)
Sumber : https://www.youtube.com/watch?v=LDyrEvcaNwM

Artikel Pilihan