4 Kepindahan Sensasional di Awal Musim yang Terbukti Buruk Saat ini

"Awalnya dianggap transfer cerdas. Sekarang, mereka kebanjiran kritik."

Analisis | 24 November 2021, 04:00
4 Kepindahan Sensasional di Awal Musim yang Terbukti Buruk Saat ini

Libero.id - Kini sudah lebih dari tiga bulan sejak dimulainya musim 2021/2022. Dan, memasuki pertengahan kompetisi, beberapa klub seperti Liverpool, Chelsea, atau Real Madrid telah menemukan kualitas permainan terbaiknya.

Tapi, tidak semuanya seperti itu. Klub seperti Manchester United, Barcelona, ​​​​Leicester City, atau Juventus gagal mempertahankan kualitas permainan terbaik. Beberapa pemain baru mereka juga tampak belum tampil maksimal seperti yang diharapkan di awal kedatangan.

Fakta menunjukkan bahwa tidak semua pemain yang pindah klub di musim panas lalu bisa tampil cemerlang dengan cepat bersama klub baru. Bahkan beberapa diantaranya sangat mengecewakan. Nilai kepindahannya tidak setara dengan kualitas dan kontribusi yang diberikan. Bahkan, beberapa sangat buruk.

Itu terjadi karena terkadang pemain membutuhkan adaptasi lama dengan lingkungan baru. Tentu saja mereka harus bekerja lebih keras agar bisa sukses bersama klub baru sesuai dengan harga yang dikeluarkan.

Nah, berikut ini 4 kepindahan sensasional di awal musim 2021/2022, yang terbukti buruk pada pertengahan kompetisi:


1. Sergio Ramos ke Paris Saint-Germain

Musim ini, PSG mencoba beberapa cara untuk memperbaiki kesalahan musim lalu. Salah satunya dengan merekrut banyak pemain. Mereka mendatangkan Gianluigi Donnarumma, Achraf Hakimi, Lionel Messi, dan Sergio Ramos. Mereka akan berusaha kembali ke puncak Ligue 1 setelah kalah dari Lille musim lalu. Mereka juga ingin memenangkan Liga Champions.

Sayang, salah satu perekrutan PSG tidak berjalan sesuai rencana. Itu terkait kedatangan Ramos dari Real Madrid. Meski pindah dengan status bebas transfer, pesepakbola berusia 35 tahun tersebut belum melakukan debut untuk klub.

Cedera Ramos tidak didapatkan di Parc des Princes. Itu merupakan warisan masa lalu saat di Estadio Santiago Bernabeu. Sejak pergantian tahun dari 2020 ke 2021, dia hanya membuat satu penampilan La Liga untuk Los Blancos sebelum diizinkan pergi ke Prancis.

Kabar baiknya adalah Ramos sekarang sudah kembali berlatih. Semoga saja dia bisa mendapatkan beberapa menit bermain sebelum pergantian tahun agar tidak dianggap makan gaji buta.


2. Saul Niguez ke Chelsea

Meski menjadi ikon Atletico Madrid dan mencatatkan 340 penampilan, Saul Niguez tidak masuk rencana Diego Simeone untuk musim 2021/2022. Jadi, dia diizinkan meninggalkan Estadio Wanda Metropolitano setelah 13 tahun. Dan, Chelsea akhirnya mengalahkan Manchester United untuk mendatangkan gelandang dengan kesepakatan pinjaman selama satu musim pada hari batas waktu.

Tapi, tiga bulan kemudian, pemain berusia 27 tahun itu hanya bermain 47 menit di Liga Premier. Selain itu, sebagian besar dari 238 menit bermainnya di Inggris terjadi di Piala Liga. Itu karena Saul kalah bersaing dengan Ross Barkley dan Ruben Loftus-Cheek.


3. Jadon Sancho ke Manchester United

Perekrutan Sancho adalah transfer yang ditunggu-tunggu penggemar sepakbola Inggris selama setahun penuh. MU mendapatkan jasa Jadon Sancho dari Borussia Dortmund dengan harga lebih dari 75 juta euro (Rp1,2 triliun).

Pesepakbola asal Inggris tersebut sebenarnya dimaksudkan untuk menjadi jawaban atas masalah Ole Gunnar Solskjaer di sayap kanan MU yang lemah. Tapi, kembalinya Cristiano Ronaldo membuat pemuda berusia 21 tahun itu segera duduk manis di bangku cadangan lebih lama.

Solskjaer ternyata juga lebih suka Mason Greenwood yang sedang panas-panasnya di posisi yang diharapkan diisi Sancho. Dalam 14 penampilan dan lebih dari 550 menit di semua kompetisi, Sancho belum menyumbang gol atau satu assist.

Dengan pemecatan Solskjaer, banyak yang berharap Sancho mendapatkan sebuah solusi yang bisa membuat dirinya kembali seperti saat bermain di Bundesliga.


4. Gianluigi Donnarumma ke Paris Saint-Germain

Pada 16 Juni 2021, Gianluigi Donnarumma menyetujui kontrak lima tahun dengan PSG dengan gaji 12 juta euro per musim. Kepindahannya benar-benar menggemparkan Italia. Pendukung AC Milan marah dan melabeli kiper Italia itu "pengkhianat".

Donnarumma kemudian melakukan debut Ligue 1 dalam kemenangan 4-0 atas Clermont pada 11 September 2020. Dia membuat debut di Liga Champions dalam kemenangan 2-0 atas Manchester City pada 28 September 2021.

Tapi, keberadaan Keylor Navas di bawah mistar membuat Donnarumma harus berbagi tempat. Hingga sekarang, dia hanya punya lima penampilan di Ligue 1 dan dua di Liga Champions. Tentu saja situasi aneh tersebut berbeda dengan yang dialami Donnarumma saat di Milan. 

(atmaja wijaya/anda)

Baca Berita yang lain di Google News




  • 0%Suka
  • 0%Lucu
  • 0%Sedih
  • 0%Kaget

Opini

(500 Karakter Tersisa)

Artikel Pilihan


Daun Media Network