Sulit disangka kalau liga dengan rata-rata gol terkecil bukan Serie A.
Sulit disangka kalau liga dengan rata-rata gol terkecil bukan Serie A.
Beberapa nama besar jadi calon megatransfer: Kai Havertz, Philippe Coutinho, Ousmane Dembele. Atau Gareth Bale.
Immobile mencatak 14 penalti, Cristiano Ronaldo 12 penalti musim ini.
Padahal semua gol itu dirayakan suka cita para pemain. Komentar Gattuso nylekit.
Hakan Calhanoglu seperti kembali pada masa jayanya bersama Bayer Leverkusen.
Pesta scudetto Juventus tertunda.
Di Inggris, Manchester City neracanya paling negatif tetapi ternyata selisihnya tak besar dibanding Manchester United.
Hanya Cristiano Ronaldo yang bisa melakukannya di tiga liga besar, Serie A, La Liga, dan Liga Premier.
Dunia akan kangen dengan gemulai Baggio dan kuncir kuda. Juga kaus kaki pendek Rui Costa.
AC Milan menjalani 9 laga berturut-turut tanpa kalah. Mencetak 25 gol yang artinya terbanyak pasca jeda corona.
3-3 vs Juventus, 2-1 vs Lazio, 3-3 vs Inter, 3-3 vs Verona. Edan!
Dua penalti yang perlu diperdebatkan, menurut Gasperini.
Jika dihitung berdasarkan rasio mencetak gol dengan menit bermain. Tidak disangka.
Max Allegri mengungkapkan dengan gamblang beda La Liga dengan Seri A.
Klub berjuluk Le Zebrette ini dikenal sebagai pengintai bakat yang hebat.
Ini ungkapan kemarahan Conte usai Inter kehilangan 18 poin dari situasi unggul musim ini.
Gol itu tercipta begitu cantiknya. Cek.
Donnaruma kebobolan gol cantik dari jarak 30 meter oleh pemain berusia 38 tahun.
Dia menggiring bola dua meter dari tengah lapangan sebelum membobol gawang Mattia Perin. Cek videonya.
Gol penyelamat di laga pertama datang menit 89. Di laga kedua menit ke-97. Gila!