Jika anda penggemar Liverpool, pasti kenal sepak terjang pemain ini.
Menyusul kecaman dari berbagai pihak, dengan keputusan dan tekad yang bulat, Andriy Voronin telah mengakhiri kontrak sebagai asisten pelatih Dynamo Moscow. Alasannya, invasi Rusia ke negara asalnya yang sangat dicintai, Ukraina.

Jika anda penggemar Liverpool, pasti tahu sepak terjang Andriy Viktorovych Voronin. Lahir di Odessa, 21 Juli 1979, sang penyerang memulai karier dari Chornomorets Odessa sebelum pindah ke Borussia Moenchengladbach.

Setelah sukses di Bundesliga dengan memperkuat sejumlah klub lain seperti Mainz 05, FC Koln, hingga Bayer Leverkusen, Voronin pindah ke Liverpool pada 2007 di era Rafael Benitez. Tapi, cedera dan ketatnya persaingan di lini depan membuat tandem Andriy Shevchenko di tim nasional itu tersingkir.

Voronin pensiun pada 2014. Tiga tahun kemudian dia menjalani karier baru sebagai pelatih klub amatir di Jerman, Buederich. Tapi, pada 2020, saat Sandro Schwarz ditunjuk melatih Dynamo, Voronin masuk sebagai salah satu asisten pelatih.

Dengan pemngunduruan diri ini, pelatih berusia 42 tahun itu telah mengorbankan kenyamanan dan gaji yang berlimpah di salah satu klub elite Liga Premier Rusia tersebut. Selanjutnya, Voronin akan pulang ke Jerman sebelum menuju Ukraina untuk bergabung dengan militer untuk melawan invasi Rusia. 

"Saya tidak bisa lagi bekerja di negara yang membom tanah air saya. Hentikan keparat itu (Vladimir Putin). Bantu para pengungsi. Dan, kirimkan senjata agar kami dapat membela diri. Saya sangat bangga dengan negara kami. Kami memiliki kota-kota yang indah, dan orang-orang yang hebat," ujar Voronin kepada Bild.



"Kami akan terus berjuang. Dan, kami akan menang. Tapi, harganya sangat tinggi. Semua mati. Kita hidup pada 2022 dan bukan di Perang Dunia II," beber Voronin.

Voronin juga mengungkapkan kesulitan yang dia dan keluarganya alami saat melarikan diri dari Moscow. Dia menguraikan keinginannya untuk membantu Ukraina dengan cara apa pun.

"Kami keluar dari Moskow sebelum benar-benar diblokir. Kami tidak bisa mendarat di Duesseldorf. Jadi, kami terbang melalui Amsterdam. Ayah saya, ibu mertua saya, istri dan anak-anak saya ada di sini sekarang (Jerman)," ujar Voronin. 



"Saya sudah tidak sehat selama empat hari. Sangat buruk. Ketika saya melihat semua gambar dari tanah air saya. Ketika saya melihat berita. Itu semua tidak nyata seperti film. Tapi, film horor," kata pesepakbola yang dulu terkenal dengan rambut ekor kuda pirang itu.

"Saya hanya ingin membantu. Dengan uang. Terserah. Dan, saya tidak tahu apakah saya harus mengatakannya. Tapi, jika saya berada di Ukraina sekarang. Saya mungkin akan membawa senjata juga," pungkas Voronin.