Tinggal satu yang masih aktif bermain di Argentina.
Lionel Messi adalah pesepakbola Argentina dengan penampilan terbanyak sepanjang masa. Tetapi, debut La Pulga sebagai pemain pengganti pada babak kedua melawan Hungaria (Agustus 2005) adalah satu pertandingan yang ingin dia hapus dari ingatannya.

Messi, yang saat itu berusia 18 tahun, masuk sebagai pengganti pada menit ke-64. Argentina arahan Jose Pekerman saat itu memimpin 2-1 dalam pertandingan persahabatan di Stadion Puskas, Budapest.

Anda mungkin membayangkan bahwa produk akademi Barcelona yang berbakat itu akan membawa Argentina menang dengan skor yang lebih telak. Tapi, kenyataannya hal itu tidak pernah terjadi.

Hanya dua menit setelah masuk, Messi langsung mendapat kartu merah. Dia dinilai melanggar pemain Hungaria. Sejak saat itu, ada yang percaya bahwa debut Messi merupakan cerminan bagaimana dia membela Argentina ke depan.



Tapi, hampir 17 tahun kemudian, Messi memegang rekor gol terbanyak yang dicetak untuk negaranya dan menjadi kapten negara itu untuk meraih gelar Copa America 2021.

Kami telah melihat para pemain yang tampil untuk Argentina pada debut Messi yang kurang begitu beruntung itu:

GK: Leo Franco

Pada saat pertandingan dengan Hungaria, Franco berada di ujung karier dengan memperkuat klub La Liga, Atletico Madrid.

Tapi, di level timnas beda cerita. Pertandingan ini adalah salah satu dari hanya empat penampilan yang dia mainkan untuk Argentina.

Dia pensiun pada 2016 di tim lapis kedua Spanyol, Huesca. Tetapi, pada Oktober 2018, Franco didepak. Franco sempat melatih klub yang sama dan membawa Huesca promosi ke La Liga pada awal musim 2018/2019 – musim pertama mereka di divisi tersebut dalam sejarah klub.

RB: Lionel Scaloni

Sama halnya dengan Franco, Scaloni gagal membangun tempat di skuad Argentina selama kariernya. Dia hanya mencatat tujuh penampilan atas namanya.

Dia pensiun pada 2015 setelah bermain untuk delapan klub dalam 20 tahun kariernya, termasuk masa pinjaman di West Ham pada 2006 di mana dia membantu tim London Timur mencapai final Piala FA.
Scaloni saat ini adalah pelatih kepala Argentina, dan dia memimpin negaranya meraih gelar Copa America 2021.

CB: Roberto Ayala

Ayala mencatat 116 penampilan untuk Argentina sebelum pensiun pada 2007. Selama waktu itu, dia menjadi kapten negaranya sebanyak 63 kali.

Meskipun bek tengah itu bermain untuk AC Milan dan Napoli, karier klubnya yang paling menonjol datang di Spanyol bersama Valencia. Dia menghabiskan tujuh tahun di bawah pelatih ulung seperti Rafael Benitez dan Claudio Ranieri.

Legenda Argentina itu kemudian membantu mantan rekan setimnya, Scaloni, sebagai bagian dari staf teknisnya pada 2019.

CB: Gabriel Heinze

Mantan bek Manchester United dan Real Madrid ini mewakili negaranya sebanyak 73 kali. Dia melakukannya setelah melakoni debutnya pada April 2003 dalam kemenangan persahabatan melawan Libya.

Pencapaian Heinze yang paling berkesan di level klub, sebelum pensiun bersama Newell's Old Boys pada 2014. Dia pernah membawa Manchester United asuhan Sir Alex Ferguson memenangkan gelar Liga Inggris 2006/2007.

Heinze adalah manajer Atlanta United di MLS sampai dia dipecat pada Juli 2021 setelah masa jabatan 212 hari.

LB: Juan Pablo Sorin

Pemain yang satu ini ditunjuk sebagai kapten Argentina dalam pertandingan persahabatan dengan Hungaria. Sorin terus dipercaya sebagai kapten hingga Piala Dunia 2006 di Jerman.

Sorin adalah pemain yang ikut menjuarai Liga Champions satu kali bersama Juventus dan dinobatkan sebagai bagian dari starting line-up terbaik Amerika Selatan tiga kali (1996, 2000 dan 2001).

CM: Lucho Gonzalez (Pablo Zabaleta, 81)

Mantan gelandang Porto dan Marseille itu tampil 45 kali untuk Argentina dan mencetak tujuh gol.
Gonzalez memutuskan untuk gantung sepatu pada Mei 2020 pada usia 40 tahun, setelah lima tahun bermain untuk klub di Brasil bersama Athletico Paranaense.

Sementara itu, Zabaleta adalah pemain andalan tim nasional dari 2005 hingga 2016. Dia merupakan bagian dari skuad Manchester City yang bermain bagus di Liga Premier. Itu membuatnya mendapatkan pengakuan yang sah sebagai salah satu bek kanan Liga Premier terbaik sepanjang masa.

Pria berusia 37 tahun sekarang menikmati pekerjaan barunya sebagai pundit setelah dia pensiun bersama West Ham United pada Oktober 2020.

CM: Lucas Bernardi

Hanya memainkan 10 pertandingan untuk Argentina. Tahun-tahun terbaik pemain kelahiran Rosario itu datang di tanah kelahirannya bersama Newell's Old Boys dan dia mengambil peran sebagai direktur sepakbola di klub tersebut pada Juli 2021.

Namun, dia mengundurkan diri pada Oktober 2021 – keputusan yang dipengaruhi oleh pemilihan presiden klub yang baru.

AM: Andres D'Alessandro (Mario Santana, 89)

“Dia adalah pemain yang paling mirip dengan saya, satu-satunya yang saya suka tonton,” kata mendiang Diego Maradona tentang D'Alessandro.

Namun, satu-satunya prestasi pemain itu adalah pada saat memenangkan medali emas di Olimpiade 2004.

Jika D'Alessandro sebagus El Diego, dia tidak akan bermain untuk Harry Redknapp di Portsmouth, bukan?

Sementara itu Santana, berusia 40 tahun, dan baru pensiun pada 2021. Tetapi, itu tidak bertahan lama. Dia kembali pada Januari 2022 untuk bermain untuk klub Brasil, Internacional, di mana dia adalah seorang legenda setelah bermain lebih dari 500 pertandingan untuk klub.

Santana adalah asisten pelatih klub Italia, Palermo. Penyerang dengan caps tujuh kali untuk Argentina itu menghabiskan sebagian besar karier bermainnya di Serie A.

AM: Maxi Rodriguez

Rodriguez mencetak salah satu dari 12 gol nya untuk Argentina dalam pertandingan yang menandai debut Messi. Dia juga bermain di tiga edisi Piala Dunia untuk Argentina pada 2006, 2010, dan 2014.

Pria berusia 41 tahun itu pensiun di Newell's Old Boys pada 2021. Dia bisa dibilang menikmati tahun-tahun bermain terbaiknya selama dua setengah tahun bersama Liverpool.

ST: Hernan Crespo

Salah satu striker yang disegani di generasinya. Di awal karier memenangkan Copa Sudamericana bersama Defensa y Justicia dan Campeonato Paulista bersama Sao Paulo pada 2020 dan 2021 sebelum pindah ke Al-Duhail di Qatar.

Dia mencetak 35 gol untuk Argentina dan memenangkan 16 trofi dalam kariernya, termasuk gelar Liga Premier di  Chelsea asuhan Jose Mourinho pada pertengahan 2000-an.

ST: Lisandro Lopez (Messi, 64)

Lopez sudah menjadi pemain profesional pada 2005, setelah bermain dan mencetak gol puluhan kali untuk Racing di Argentina dan pindah ke Porto.

Hebatnya, meski dia sudah tua, dirinya masih bermain sepakbola di Divisi Primera Argentina dengan Sarmiento.

Lopez bermain tujuh kali untuk negaranya, tetapi hanya mencetak satu gol dalam kemenangan persahabatan atas Rusia pada 2009.

Itu adalah awal mimpi buruk untuk karier timnas bagi penggantinya, Messi. Tapi, Messi tetaplah Messi, semua orang tahu dia merupakan pemenang Ballon d'Or tujuh kali.