Celakanya angka yang sangat besar itu akan makin bertambah.
Dilansir dari BBC Sports, Manchester United dikabarkan mengalami kerugian yang menelan biaya sebesar 28 juta Poundsterling (Rp 508 miliar) selama masa pandemi dan diprediksi angka tersebut masih akan bertambah dengan keadaan yang tidak pasti hingga sekarang.

Klub tersukses di Liga Inggris itu, pada tanggal 31 Maret 2020 mengumumkan hasil kuartal ketiga mereka selama beberapa bulan tidak bermain. Chief financial officer Setan Merah, Cliff Baty mengatakan mereka akan mengembalikan pendapatan TV sebesar 20 juta Poundsterling kepada para penyiar meskipun musim Liga Premier diprediksi akan selesai.

Klub asuhan Ole Gunnar Solskjær itu kehilangan 8 juta Poundsterling tambahan selama 3 minggu terakhir di bulan ketiga, ketika mereka memiliki 3 pertandingan yang ditunda karena Covid-19. Selain itu terhitung ada sebanyak 11 pertandingan United telah ditunda.

Berbicara dalam panggilan konferensi setelah hasil keuangan terbaru dirilis, Baty yang menjabat sejak tahun 2015 menjelaskan bahwa penyiar televisi Liga Premier akan mendapatkan 20 juta Poundsterlingnya kembali dari klub karena perubahan tanggal dan waktu kick-off yang diakibatkan karena pandemi.

Dengan pertandingan dibatalkan - termasuk pertandingan di Liga Eropa dan Piala FA, Baty mengatakan bahwa pendapatan dari  sponsor akan tetap berjalan dan untuk penjualan ritel sendiri juga terkena dampaknya dengan toko klub di Old Trafford masih ditutup hingga sekarang.

Pria berusia 49 tahun itu menambahkan bahwa pendapatan matchday "sangat berpengaruh", dengan pendapatan dari pertandingan tertutup dan sangat jauh berbeda ketika pertandingan normal seperti biasanya.

Terkait dengan kerugian yang diterima Setan Merah, wakil ketua eksekutif United, Ed Woodward menjelaskan bahwa beban utama dari klub akan jatuh pada kuartal di bulan Mei ini dan akan berakhir pada 30 Juni 2020 jika sesuai perhitungan.

"Hasil kuartal ketiga kami mencerminkan dampak parsial pandemi terhadap klub tetapi dampak yang lebih besar akan ada di kuartal saat ini dan kemungkinan akan berlanjut," ujar Woodward.

Pendapatan untuk penggawa Old Trafford pada kuartal ini turun 18,7% menjadi  123,7 juta Poundsterling  dan utang klub yang awalnya hanya 124,4 juta Poundsterling menjadi  429,1 juta Poundsterling.

"Ini adalah masa yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kita harus menyadari bahwa krisis ini tidak akan hilang dalam semalam," ujar pria berkebangsaan Inggris tersebut.

"Namun, klub kami dibangun di atas fondasi yang kuat. Kami tetap optimis tentang prospek jangka panjang untuk klub begitu kami telah melakukan apa yang tidak diragukan lagi salah satu periode paling luar biasa dan pengujian dalam sejarah 142 tahun sejarah. Manchester United.”

Sementara itu, Baty mengutarakan bahawa klub asal London, Tottenham Hotspur per tanggal 15 Maret hanya akan mengalami kerugian 4 juta Poundsterling dengan Daniel Levy yang terlebih dahulu telah memotong hampir seluruh gaji para staff dan pemainnya.