Nomor 6 masih berkarier di Spanyol.
Fans Tottenham sering merasa frustrasi dengan pemilik klub, Daniel Levy, karena dianggap pelit dalam membeli pemain top. Fans menyuarakan itu walau mereka juga menyadari menghabiskan banyak uang tidak selalu menjamin kesuksesan.

Ada kalanya keterampilan negosiasi Levy tidak memberinya apa-apa selain pujian, seperti ketika dia meyakinkan Stoke untuk membayar 18 juta pounds (Rp 322 miliar) demi mendapatkan Kevin Wimmer.

Pada kesempatan lain, cengkeramannya yang ketat pada keuangan klub membuat klub London Utara kerap kesulitan.
Faktanya, Tottenham menjadi salah satu klub di Liga Premier yang kerap kali gagal dalam membeli pemain. Mungkin itu yang membuat Levy tidak mudah mengeluarkan uang banyak demi mendatangkan pemain.

Pada catatan itu, mari kita lihat 7 transfer gagal Tottenham Hotspur:

7. Helder Postiga

Setelah Helder Postiga memainkan peran penting dalam kemenangan FC Porto di Piala UEFA, Postiga kemudian direkrut oleh Spurs pada musim panas 2003. Dia memilih Tottenham, meskipun menarik minat dari klub-klub terbesar Eropa.

“Dia adalah pemain yang akan menambah kualitas serangan ke dalam skuad kami dan merupakan pemain muda dengan kemampuan yang telah terbukti,” kata Glenn Hoddle berseri-seri ketika anak muda tampan itu melakukan beberapa tendangan di lapangan saat debutnya.

“Saya yakin pendukung kami akan senang menontonnya di musim-musim mendatang,” tegas Levy.
Sayangnya, waktu Postiga di London Utara hanya berlangsung satu musim. Dia hanya menghasilkan dua gol dari 24 pertandingan, dan dia kemudian memutuskan kembali bergabung dengan mantan klubnya.



6. Roberto Soldado

Roberto Soldado didatangkan dari Valencia seharga 26 juta pounds (Rp 465 miliar) pada 2013. Perekrutan itu tercipta sebelum Gareth Bale membuat rekor transfer dunia ke Real Madrid.

Soldado memiliki silsilah yang serius setelah mencetak 59 gol dalam 109 pertandingan La Liga untuk Los Che.
Itu dimulai dengan cukup baik ketika Soldado menyapu gol kemenangan dari titik penalti pada debutnya melawan Crystal Palace, tetapi segalanya dengan cepat berubah menjadi buruk ketika naluri mencetak gol pemain asal Spanyol itu seolah sirna meninggalkannya.

Titik nadir karier Soldado di Inggris datang di Florence setelah dirinya mencoba mengumpan ke Nacer Chadli. Sayang, dirinya hanya mengoper bola langsung ke kiper Fiorentina, Neto.

Sisi positifnya, kegagalan Soldado dan Emmanuel Adebayor membuat Mauricio Pochettino yang didapuk sebagai pelatih Spurs saat itu tidak punya pilihan selain beralih ke Harry Kane yang bersemangat di awal musim 2014/2015.
Soldado kini menemukan dirinya kembali bermain di La Liga bersama Levante

5. Paulinho

Betapa hebatnya karier yang dimiliki Paulinho. Dimulai di daerah terpencil di divisi teratas Lithuania dan Polandia, dia kembali ke Brasil. Dia mengalami peningkatan layaknya piramida di dunia sepakbola sebelum mendapatkan pengakuan internasional berkat penampilannya untuk Corinthians.

Dalam tiga musim bersama Korintus, Paulinho memenangkan empat trofi, termasuk Copa Libertadores yang sangat didambakan. Tetapi, penampilannya untuk Brasil selama Piala Konfederasi 2013 yang memaksa Spurs untuk mengeluarkan 17 juta pounds (Rp 304 miliar) untuk mengontraknya.

Dia dinobatkan sebagai pemain terbaik ketiga di turnamen tersebut, dan Paulinho tampaknya menguasai dunia. Sayangnya, dia gagal menyesuaikan diri dengan seragam Spurs dan hanya menunjukkan sekilas kemampuannya.