Wanita tangguh ini sempat dijuluki "ibu negara" sepakbola..
Kepergian Roman Abramovich tidak hanya berdampak pada beralihnya kepemilikan saham Chelsea kepada konsorsium yang dipimpin Todd Boehly. Perginya taipan asal Rusia itu juga ikut membuat beberapa orang kepercayaan ikut hengkang, tak terkecuali Marina Granovskaia.

Selama bertahun-tahun, Granovskaia memainkan peran sangat penting di manajemen The Blues. Wanita berjuluk Iron Lady itu adalah satu-satunya orang di Chelsea yang rutin berkomunikasi dengan Abramovich.

Granovskaia mulai terlibat dengan klub sejak 2010. Dia bertugas sebagai perwakilan Abramovich. Kemudian, pada 2013, masuk ke dalam jajaran direksi. Tugas utamanya menyetujui penunjukan atau pemberhatian pelatih. Begitu pula pemain-pemain yang diincar maupun yang disingkirkan.

Sosok keturunan Kanada-Rusia itu dikenal piawai dalam mengurus kontrak pemain, termasuk negosiasi dengan banyak pihak, baik teknis maupun non teknis.

Kerja Granovskaia sangat diapresiasi pihak luar klub. Bahkan, pada 2021, Granovskaia mendapatkan penghargaan sebagai Direktur Klub Sepakbola Terbaik Eropa dari salah satu harian olahraga papan atas Italia, Tuttosport.

Wanita berusia 47 itu telah membuat rekam jejak dengan kesuksesan yang luar biasa selama memimpin Chelsea. Dia menggunakan situs resmi klub untuk memamerkan karyanya. Granovskaia berpose dengan pelatih atau pemain-pemain yang sukses didatangkan The Blues.

Granovskaia duduk di sebelah Maurizio Sarri saat pengangkatannya pada 2018. Kemudian, di sebelah Frank Lampard pada 2019. Lalu, di sebelah Thomas Tuchel pada awal 2021. Dan, lagi, lima bulan kemudian, ketika dia menyetujui perpanjangan kontrak setelah memenangkan Liga Champions.

Dia berpose dengan para pemain yang menandatangani kontrak dengan klub. Sebut saja Romelu Lukaku saat kembali ke Chelsea. Ada pula Mason Mount, David Luiz, Cesar Azpilicueta, Reece James, Ruben Loftus-Cheek, N'Golo Kante, dan banyak pemain lainnya. Itu juga dia lakukan bersama bintang tim wanita Australia, Sam Kerr.



Meski tidak punya latar belakang sepakbola, wanita lulusan Moscow State University itu sukses menjadi sosok paling berpengaruh di lapangan hijau Liga Premier.

Beberapa bisnis Granovskaia  sangat bagus, meski tidak semua. Lihat saja dalam kasus Eden Hazard. Dibeli dengan 89 juta pounds (Rp1,6 triliun), dijual 146 juta pounds (Rp2,6 triliun) ke Real Madrid. Sedangkan untuk kategori yang buruk terlihat pada kasus Lukaku.

Namun, sejak Abramovich dikenai larangan menginjak tanah Inggris dan ancaman pembekuan aset, Granovskaia menghilang dari Chelsea. Dia tidak pernah lagi terlibat dengan klub London Barat itu.



Terakhir kali Thomas Tuchel dan pasukannya bertemu Granovskaia adalah Februari 2022 saat menggelar meeting di Restoran Italia Grappelli, London. Sejak pertemuan itu, Granovskaia tidak pernah muncul lagi. Bahkan, kebiasaan rutin Granovskaia berbicara dengan wartawan setiap berkala tidak pernah dilakukan lagi. 

Granovskaia juga semakin sulit dihubungi oleh beberapa awak media yang selama bertahun-tahun dekat dengan dirinya. Tidak ada yang tahu pasti di mana dan apa yang dia kerjakan sekarang.

Ternyata, setelah sempat menghilang, sebuah pernyataan dari sumber terpecaya di Stamford Bridge menyatakan Granovskaia mengikuti jejak Bruce Buck mengundurkan diri dari direksi klub.