Jejak kehebatannya bukan kaleng-kaleng.
Tidak hanya ingin sekedar numpang lewat atau jadi penghibur, PSS Sleman tampak serius mempersiapkan diri untuk mengarungi musim kompetisi baru Liga 1 2022-23. Salah satu upaya Laskar Super Elja adalah memboyong pemain asing, dan nama yang baru saja resmi diperkenalkan adalah Mychell Chagas. Striker asal Brasil.

Pemain berusia 33 tahun itu diperkenalkan oleh manajemen PSS Sleman, Selasa (28/06), setelah sebelumnya dua legiun asing Mario Maslac dan Ze Valente. Itu artinya, jika ingin memaksimalkan kuota PSS Sleman hanya tinggal menunggu satu pemain asing dari kawasan Asia, sesuai dengan regulasi kompetisi.



Namun dari ketiga legiun asing yang sudah ada, nama Mychell Chagas secara reputasi bisa dikatakan paling mewah.

Bagaimana tidak sebelum bergabung ke PSS Sleman, Chagas memperkuat Nantong Zhiyun FC pada 1 September 2020 dengan tampil di League One dan mencetak 12 gol dari 32 pertandingan di kasta tertinggi sepakbola China.

Jauh sebelum itu Chagas  menghabiskan sebagian besar kariernya di Swiss.

Bahkan, karier juniornya dimulai dari FC Zurich. Salah satu klub elit yang bersaing dengan Young Boys dan FC Basel di Liga Super Swiss.

Chagas selalu mencetak 10 gol atau lebih dalam 5 musim terakhirnya.

Bahkan, Chagas juga tercatat menjadi top skor sebanyak dua kali. Gelar pertama diraih bersama Rapperswil-Jona dengan mencetak 17 gol  bersama Rapperswil-Jona pada Promotion League 2013/2014.

Sementara gelar kedua diraih pada 2016/2017. Masih dengan klub yang sama, Mychell Chagas lebih gila lagi dengan membukukan total 22 gol dari 29 pertandingan.

Dan dari sekian banyaknya gol Chagas, ada satu gol spesial yang tampaknya tak bisa dilupakan oleh Chagas. Sebuah gol salto kelas dunia. Sebetulnya tak bisa dikatakan sebuah, karena dalam kompilasi video yang ia unggah di akun Instagram pribadinya, Chagas memperlihatkan keahliannya itu lebih dari sekali dan dalam video itu empat diantaranya berbuah gol.




Jika Anda menyimak gol-gol salto Chagas, tampak ia punya keberanian dan kepercayaan diri juga pembacaan situasi yang bagus. Sebuah salto adalah karya seni dan Chagas melakukannya dengan cara terbaiknya.

Setelah melanglang buana dari YF Juventus Zurich, Rapperswil-Jona, Servette FC, dan Grasshoppers, bermain dari kasta bawah ke kasta paling atas Liga Swiss dengan sejumlah torehan golnya, akankah kita melihat aksi-aksi ciamik dari pemain kelahiran Brasil, 6 Juni 1989 tersebut?

Dan yang termasuk paling dinantikan sudah pasti adalah gol salto dari Chagas untuk PSS Sleman, mari kita nantikan.