Pemain bagus dibiarkan pergi ke klub rival. Apa alasannya?
Raheem Sterling meninggalkan Manchester City sebagai legenda klub. Lihat saja gelar yang dia persembahkan. Empat Liga Premier, lima Piala Liga Inggris, satu Piala FA, dan sebuah medali runner-up Liga Champions. Pertanyaannya, mengapa Pep Guardiola membiarkan pemain Inggris itu gabung Chelsea?

Dalam periode kesuksesan yang belum pernah terjadi sebelumnya di bawah Pep Guardiola, tidak ada yang bermain lebih banyak dari Raheem Sterling. Hanya Sergio Aguero yang mencetak lebih banyak gol dan Kevin de Bruyne yang memiliki lebih banyak assist dibanding Raheem Sterling. Hebatnya, Raheem Sterling mencapai semua itu pada usia 27 tahun.

Jadi, mengapa Man City pada akhirnya setuju untuk menjual Raheem Sterling ke salah satu rival terbesar mereka, Chelsea?

Dengan 12 bulan tersisa di kontraknya, ini adalah musim panas terakhir Man City harus menguangkan pemain tim nasional Inggris itu. Dan, penawaran paling bagus datang dari pemilik baru Chelsea, Todd Boehly, yang telah bertekad memboyong pemain jempolan untuk menandai awal era baru di Stamford Bridge.

Uang 47,5 juta pounds (Rp837 miliar) adalah jumlah yang fantastis dan menguntungkan untuk Man City bagi pemain yang datang dari Liverpool saat masih hijau. "Jika ada opsi untuk pergi ke tempat lain dan bermain lebih banyak, saya akan terbuka untuk itu," kata Raheem Sterling pada Oktober 2021, dilansir Goal UK.

Pep Guardiola jelas tidak akan pernah memberi Raheem Sterling, atau pemain mana pun, jaminan di tempat utama. Lalu, kedatangan Erling Haaland dan Julian Alvarez berarti akan ada lebih sedikit peluang bagi Raheem Sterling untuk bermain di lini depan pada musim 2022/2023.

Selain itu, Man City memiliki stok penyerang sayap melimpah. Riyad Mahrez telah menjadi salah satu pemain terbaik Pep Guardiola selama beberapa musim terakhir. Jack Grealish juga diharapkan membuat dampak yang jauh lebih besar di musim keduanya di Etihad Stadium. Ada lagi harapan baru seputar munculnya lulusan Etihad Campus, Cole Palmer.

"Ketika anda mendapatkan kesempatan bermain, tunjukkan kepada saya (anda layak bermain). Tunjukkan pada dunia betapa salahnya saya ketika saya tidak memilihmu. Pemain terbaik berbicara di lapangan. Saya pelatih dengan pemain top yang luar biasa. Dan, mereka tidak pernah, tidak pernah, tidak pernah mengeluh," ujar Pep Guardiola.

"Jadi, pergilah ke sana dan tunjukkan saya salah ketika tidak memilihmu. Mereka perlu menunjukkan. Atlet terbaik di dunia, di semua olahraga, mereka berbicara di lapangan. Di situlah mereka harus berbicara," ungkap pelatih asal Spanyol itu.



Dengan Piala Dunia 2022 yang akan datang pada akhir tahun dan tim nasional Inggris hanya memberi kesempatan kepada pemain reguler, tidak ada pilihan bagi Raheem Sterling selain mencari jam terbang.

Faktanya, pada 2021/2022, Raheem Sterling membuat lebih sedikit starter. Dia lebih banyak tampil sebagai pemain pengganti daripada tujuh musim sebelumnya di Man City. Bahkan, dirinya sering dicadangkan untuk pertandingan terpenting Man City di Liga Premier maupun Liga Champions.



Memang, dia melihat lebih dari satu jam aksi di dua leg semifinal Liga Champions melawan Real Madrid dan dua pertandingan terakhir Liga Premier 2021/2022. Tapi, itu tidak cukup.

Di sisi lain, pembicaraan Raheem Sterling dengan Thomas Tuchel tampaknya telah memuaskan. Konon, dirinya akan menjadi pemain kunci di Stamford Bridge.

Jaminan itu muncul karena lini depan Chelsea sedang mengalami perombakan. Romelu Lukaku telah pergi. Masa depan Hakim Ziyech dan Callum Hudson-Odoi tidak pasti. Sementara Christian Pulisic, Timo Werner, dan Kai Havertz masih berjuang untuk bentuk permainan, kebugaran, atau keduanya.

Thomas Tuchel menginginkan penyerang yang tidak hanya bisa mencetak gol. Dia juga ingin memainkan sepakbola menekan intensif, yang telah sukses ditunjukkan Raheem Sterling di Man City.

Jadi, bagi Raheem Sterling secara pribadi, langkah ini merupakan kesempatan untuk mengatur ulang dan menghidupkan kembali karier gemilangnya seperti 2-3 tahun lalu. Apa yang akan terjadi selanjutnya bisa menjadi salah satu alur cerita paling menarik di musim baru.