Ini terjadi di pertandingan Liga Champions. Cek videonya!
Rumor transfer window musim panas kembali menyapa Kalidou Koulibaly. Jika sebelumnya terkait Manchester United, Manchester City, hingga Arsenal, kali ini Chelsea. Kabarnya, pemain Napoli itu semakin dekat dengan klub London Barat. Jika deal, itu berarti Kalidou Koulibaly berpeluang duel dengan Mohamed Salah lagi.

Laporan banyak media Inggris menyatakan bek berusia 31 tahun itu siap menandatangani kontrak 5 tahun dengan Chelsea. Pemain Senegal tersebut bisa menjadi transfer besar kedua setelah Raheem Sterling (50 juta pounds/Rp891 miliar dari Manchester City).

Para penggemar The Blues tentu saja sangat senang dengan prospek dari pemain Senegal, yang diperkirakan menelan biaya 33 juta pounds (Rp588 miliar).

Namun, melihat hal itu, para pedukung dari salah satu klub rival Chelsea, Liverpool, dengan cepat meremehkan kedatangan Kalidou Koulibaly ke Stamford Bridge. Sejumlah pendukung The Reds menyoroti beberapa momen sang pemain ketika dipecundangi Mohamed Salah pada masa lalu.

Kalidou Koulibaly telah menghadapi Mohamed Salah dalam banyak kesempatan, baik di klub maupun tim nasional. Keduanya juga telah saling berhadapan di Italia saat Mohamed Salah membela AS Roma. Pertemuan terbaru keduanya terjadi di play-off Kualifikasi Piala Dunia 2022 saat Senegal mengalahkan Mesir lewat adu penalti.





Bagi penggemar Liverpool, kemenangan Senegal atas Mesir tampaknya tidak menjadi hitungan. Mereka justru memposting sebuah video kompilasi berjudul "Welcome to the Premier League Koulibaly". Isinya, Mohamed Salah "menyiksa" Kalidiu Koulibaly.

Isi video itu termasuk gol solo menakjubkan Mohamed Salah melawan Napoli di Anfield pada 2018 yang memastikan kemenangan 1-0 Liverpool di fase grup Liga Champions. Hasil itu mengirim mereka ke fase knock-out, dan pada akhirnya juara.

Rivalitas mereka sekarang akan berlanjut di Liga Premier, jika Kalidou Koulibaly menyelesaikan kepindahan ke Stamford Bridge seperti yang diharapkan banyak pendukung Chelsea. Dan, momen superstar asal Mesir itu mengecundangi Kalidou Koulibaly berpotensi terulang. Bisa juga sebaliknya.