Ternyata, Antony punya banyak sisi menarik..
Manchester United tidak perlu terlalu khawatir dengan Antony Matheus dos Santos akan bertingkah aneh layaknya banyak pemain Brasil. Meski masih muda, lulusan Sao Paulo itu adalah pribadi yang matang dan dewasa. Tidak percaya? Ini buktinya!

Antony akan bergabung ke Old Trafford dari Ajax Amsterdam dengan kesepakatan 84 juta pounds (Rp1,4 triliun). Harga mahal itu diyakini tidak akan sia-sia. Selain kemampuan di lapangan, Antony termasuk pemain yang tidak anah-aneh. Meski punya banyak tato di tubuh, Antony adalah anak baik.

Perjalanan karier Antony dimulai di klub kampung halamannya, Sao Paulo, pada 2010 saat masih kanak-kanak.

Kemudian, Antony pindah dari Amerika Selatan ke Ajax Amsterdam pada 2020. Saat itu, dia menolak rayuan Manchester City dan Everton karena merasa Eredivisie lebih pas untuk adaptasi daripada langsung ke Liga Premier. Antony membawa permainannya ke tingkat yang baru.

Sekarang, setelah sukses di Belanda, Antony mengikuti Erik ten Hag dan Lisandro Martinez dari Amsterdam untuk mencoba peruntungan di Manchester.

Bagi Ajax Amsterdam, ini adalah bisnis yang brilian. Penjualan mereka telah meroket menjadi 193 juta pounds (Rp3,3 triliun) musim panas ini, termasuk perpindahan Lisandro Martinez senilai 48,3 juta pounds (Rp836 miliar) ke Man United. Ini hebat karena pengeluaran Ajax Amsterdam musim ini hanya 91 juta pounds (Rp1,5 triliun).

Antony telah terbukti menjadi pemain top di Belanda, meski datang dari Sao Paulo dengan 13 juta pounds (Rp225 miliar) dari harga jual sebenarnya yang mendekati 18 juta pounds (Rp311 miliar).

Lahir dengan nama Antony Matheus dos Santos, dia bergabung dengan Akademi Sao Paulo saat berusia 10 tahun. Dia membantu mereka memenangkan J.League World Challenge di Jepang dan dinobatkan sebagai pemain terbaik. Itu membuat Antony mendapatkan kontrak profesional pertama saat berusia 18 tahun pada 2018.

Hanya 12 bulan kemudian, Antony menjadi ayah dari putranya, Lorenzo. Kelahiran Lorenzo disusul dengan debut Antony untuk Brasil U-23. Saat itu, dia bermain bersama Bruno Guimaraes, yang sekarang bermain untuk Newcastle United.

Bukan hanya hebat di lapangan, Antony juga punya talenta dalam hal intelektual. Di sela kesibukan sebagai pemain sepakbola profesional, dia menyempatkan diri menulis sebuah buku berjudul From Overcoming a Real Dream. Itu sebuah catatan harian tentang tekanan menjadi bintang yang sedang naik daun di Brasil.

Dalam buku itu, Antony merinci masalahnya dalam manajemen pemain muda di Sao Paulo. Dia mengungkapkan bahwa dirinya hampir dilepas tiga kali.

Terlepas dari minat dari klub Liga Premier, Antony pindah ke Ajax Amsterdam pada 2020. Di sana, dia menghasilkan sekitar 12.000 pounds (Rp178 juta) per minggu. Saat tiba, rekan setim barunya di Brasil merilis sebuah lagu rap untuk menghormati bergabungnya Antony ke Ajax Amsterdam.

David Neres dan Danilo merekam sebuah lagu berjudul Bem-vindo Antony (Selamat Datang Antony). Lagu itu ditulis Sarita Lorena, seorang musisi Brasil yang telah tinggal di Belanda selama bertahun-tahun.



Antony adalah pemeluk Katolik yang taat, seperti halanya banyak orang Brasil dan Amerika Latin pada umumnya. Dia sempat dianggap sebagai berkah tak ternilai bagi orang-orang di Johan Cruyff Arena. Dia membantu klub memenangkan dua gelar Eredivisie di bawah kepelatihan Erik ten Hag.

Antony kemudian melanjutkan performa bagus di awal musim 2022/2023. Dia mencetak satu gol dan menambahkan dua assist dalam dua pertandingan pertama Eredivisie sebelum dia dikeluarkan dari line-up pada pertandingan melawan Sparta Rotterdam.

Meski berstatus pendatang baru di pentas internasional, Antony berharap bisa bermain di Piala Dunia 2022. Dia membuat debut senior saat Brasil melawan Venezuela di Kualifikasi Piala Dunia 2022, 10 bulan lalu. Dan, kini telah tampil sembilan kali untuk tim Samba di berbagai ajang.

Sayang, selama beberapa bulan terakhir, Antony berselisih dengan Ajax Amsterdam. "Pada Februari tahun ini, agen saya datang ke Amsterdam untuk memberi tahu Ajax tentang keinginan saya meninggalkan klub. Lalu, pada Juni, saya merelakan liburan saya dan datang secara pribadi untuk memberi tahu pelatih baru Ajax tentang keinginan saya pergi," ungkap ujar Antony beberapa hari lalu.

"Dalam pertemuan dengan klub, saya menyatakan minat lama saya untuk pergi, dan kali ini dengan tawaran yang cukup besar di atas meja. Ajax menolak. Alasan mereka hanya punya waktu lima hari untuk mencari pengganti saya," pungkas Antony.