Waduh, seharusnya hal seperti ini bisa diantisipasi...
Lampu utama Stadion H Dimurthala, Lampineung, Kota Banda Aceh, Aceh, padam lima menit menjelang waktu kick-off yang dijadwalkan pukul 20.30 WIB, Senin (5/9). Akibatnya, laga Persiraja Banda Aceh versus PSMS Medan dalam kompetisi Liga 2 tertunda.

Semula lampu penerang utama dari empat sudut stadion menyala. Namun, sekitar pukul 20.25 WIB, lampu tiba-tiba padam. Seisi stadion jadi gelap gulita. Penonton yang memenuhi stadion terdengar riuh berteriak saat peristiwa ini terjadi. 

Sebagian malah memilih pulang dan sebagian suporter lainnya melakukan aksi bakar-bakar properti di stadion H.Dirmurthala Banda Aceh.



Adapun manajemen PSMS Medan sendiri kecewa laga melawan tuan rumah Persiraja di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, gagal digelar hanya karena padamnya lampu stadion.

"Yang pasti sikap PSMS kecewa, karena kita berharap dapat bertanding sesuai jadwal. Tentunya kita memasang target mengambil poin agar kita tetap bisa bersaing," kata Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang seperti dilansir dari Antara.

Berdasarkan informasi, kata dia, tidak hidupnya lampu stadion karena kehabisan bahan bakar untuk genset .

" Ini benar-benar saya menilai ketidaksiapan dari tuan rumah menyelenggarakan pertandingan. Karena alasannya mati lampu disebabkan habisnya minyak atau solar," katanya.