Beruntung atau berkat kejeniusan Pioli?
Ada dua insiden kontroversial di babak pertama di San Siro, saat AC Milan menginginkan penalti dan Juventus memprotes adanya pelanggaran menjelang gol Fikayo Tomori. Milan akhirnya menang 2-0 di San Siro, Minggu (9/10/2022) dini hari WIB.

I Rossoneri memasuki jeda dengan memimpin 1-0 berkat gol Tomori, tetapi itu adalah pertandingan yang penting setelah sepakan Rafael Leao membentur mistar sebanyak dua kali.

Ada kontroversi pertama ketika Dusan Vlahovic menjulurkan siku untuk memblokir tembakan silang Leao. Tetapi, meskipun dia dengan jelas bergerak ke arah bola, dia diselamatkan dari hukuman setelah menjepit tangannya di belakang punggungnya.

Theo Hernandez kemudian memenangi perebutan bola kontra Juan Cuadrado. Dan, dari sepak pojok yang dihasilkan, Milan akhirnya memimpin jelang turun minum.

Sementara VAR tidak dapat mengintervensi dalam kasus ini karena sepak pojok adalah langkah yang sama sekali baru. Mereka hanya dapat memanggil wasit kembali jika pelanggaran itu langsung mengarah ke gawang.

Warganet pun spekulatif menanggapi insiden itu, meski salah satu fans Juventus, Ravanelli, menulis: “Mereka perlu meninjau kembali bagaimana kasus-kasus seperti itu ditangani. Apa gunanya VAR jika aturan sewenang-wenang akan mencegahnya menjadi berguna?”

“Itu adalah pelanggaran, beberapa detik kemudian menjadi gol (Tomori). Aturan peninjauan VAR perlu direvisi,” timpalnya.

Perubahan Taktis Pioli

Pelatih Milan, Stefano Pioli, menjelaskan beberapa penyesuaian taktis dan personelnya untuk Milan melawan Juventus, termasuk penggunaan Pierre Kalulu sebagai bek kanan. "Kami menyiapkan posisi yang memungkinkan kami memiliki keseimbangan tertentu."

I Rossoneri baru saja menelan kekalahan memalukan 3-0 di Liga Champions dari Chelsea pada pertengahan pekan dan masih menghadapi krisis cedera, sementara Juve memenangkan dua pertandingan terakhir mereka melawan Bologna dan Maccabi Haifa.



“Banyak duel dalam pertandingan ini dan karakteristik para pemain dapat membuat perbedaan, tetapi kami membutuhkan kualitas dan konsentrasi di seluruh lapangan,” kata Pioli kepada DAZN.

Dengan Alessandro Florenzi, Davide Calabria, dan Alexis Saelemaekers semuanya cedera, Pierre Kalulu digeser ke posisi bek kanan. Skema itu membawa Matteo Gabbia ke pusat pertahanan.

“Kami melakukan itu karena kami membutuhkan karakteristik tertentu, kami menyiapkan posisi yang dapat memberi kami keseimbangan tertentu dan dia sesuai dengan persyaratan itu.”

Charles De Ketelaere tampak anonim melawan Chelsea di Stamford Bridge dan dibangkucadangkan hari ini demi Brahim Diaz, pemain yang mencetak gol kedua Milan pada menit ke-54. 

"Ini adalah pertandingan ketiga dalam tujuh hari, sementara Brahim Diaz juga pemain yang sangat bagus." 

Tommaso Pobega adalah perubahan lain, yang harus bermain di tempat Ante Rebic sebagai sisi kanan dari trio pendukung Olivier Giroud, karena baik Saelemaekers dan Junior Messias terpaksa tak dimainkan. 

“Dia harus memberi kami fisik, lari ke depan, ketangguhan dalam tekel dan pergerakan, jadi memiliki karakteristik untuk melakukannya dengan baik malam ini.”